Wednesday, October 31, 2012

Undangan yang Sulit Ditolak

Sepotong email dijatuhkan di Inbox Montie hari Minggu kemarin. Isinya singkat,"Hai Montie, pagi ini saya iseng melihat blog Anda dan tergetar mengetahui bahwa Anda menulis tentang parfum. Jika mungkin, maukah Anda menulis secara regular untuk kami? Bagi para kontributor, kami memberikan imbalan berupa iklan atau parfum. Mohon konfirmasi bila Anda tertarik. Salam hangat dari Editor Online Magazine PerfumeCritic.com."

Montie mangap secara merasa sangat tersanjung, xixixixi...

Sama tersanjungnya saat email manis datang ke kotak surat Montie berminggu-minggu lalu, dari pendiri blog Fasity.com,"Moooonnnn, elo join Fasity ya. Review parfum-nya ditunggu."

Terus terang, keduanya membuat Montie merasa 'kecil' dan ragu, dalam arti sebenarnya. Montie bukanlah seorang 'Nose' profesional yang dapat membedakan wangi Mawar Bulgaria dengan Rose de Mai. Atau, yang sanggup membedakan wangi teh Ceylon, Darjeeling atau Kayoe Aro. Montie malah sering lupa bedanya wangi Magnolia dengan Melati, wangi Lotus dengan Teratai, wangi Lemon dibandingkan dengan Verbena. Lebih dari itu, dia selalu mual menghirup wangi Gardenia, dan jackpot begitu mencium wangi derivatif Aldehydes.


Montie berpikir terlalu keras (bagaimana membagi waktu dan hidung) hingga tidak dapat tidur. Pagi ini akhirnya dia memutuskan untuk mengandangkan Jazz merah-nya di garasi, dan menumpang Carry merah disambung Mercedes merah (alias angkot dan busway) ke kantor. Udara masih segar pagi tadi. Di busway, Montie memutuskan berdiri di dekat supir perempuan biar bisa ngintip susah ga siy jadi pengemudi busway secara setir-nya kan gede bener. Ndilalah, ada cowok naik dari halte Harmoni dan langsung berdiri di depan Montie. Mengganggu pemandangan! Kayak ga ada tempat lain aza. Hampir saja Mas itu dimarahi. Tapi tampang jutek Montie berubah jadi klepek-klepek trus bingung secara si Mas dekil itu menguarkan wangi uenaaak campuran antara segarnya lavender dan manisnya vanilla (halah, gw yakin pasti dia pakai parfum emaknya! cieee, ga rela bgds liat cowok dekil, nyebelin, ga tau sopan, tapi kok wangi ya).

Kembali lagi, Montie takut tidak dapat memuaskan keinginan para penghuni kedua blog tersebut (terlepas dari berapa banyak penghuninya :-)) Tapi, kesempatan tidak datang untuk dua kali. Tapi klo gagal dan banyak dicela karena tulisannya jelek gimana yah, manalagi penghuni PerfumeCritic ini pasti sangat blak-blak-an. Hiks, hiks, sroottt :'-( Seperti banyak manusia lainnya, Montie takut gagal, takut ditolak.
Ah, sutralah. Daripada sedih terus, Montie berpikir bahwa lebih baik menghadapi segala sesuatu dengan semangat. Rasa takut itu tidak penting, karena hidup - setiap hirupan napas, setiap detak jantung - jauh lebih penting.

Carpe Diem!

PS: seorang teman bertanya,"Ok, klo di blog luar negeri itu elo dibayar parfum. Ga mungkin iklan kan, mo elo pasang dimana, lha MP elo aza gretong-an! Nah, klo di blog dalam negeri itu elo dibayar apa? Gretong ya, jangan mau booo."
Ah temanku, ada yang tidak dapat dibayar dengan uang yaitu kata-kata manis menghibur hati dari seorang teman online aku.

====================================
posting dari blog 12 May 2008 di multiply yg akan di-shut-down. 

No comments:

Post a Comment