Saturday, October 13, 2012

Perfume Review: 5th Avenue by Elizabeth Arden

5th Avenue dari Elizabeth Arden adalah salah satu parfum klasik yang tetap beredar dari sekarang. Wanginya bersih, lembut (bila digunakan dalam jumlah sedikit), beraroma bunga yang kental. Saking klasiknya, alias masih beredar sejak dulu kala, banyak parfum lain yang mengkopi wangi utama parfum 5th Avenue ini.

5th Avenue sendiri adalah sepotong jalan di New York yang sangat terkenal karena banyak butik fashion mahal lengkap dengan apartemen yang mahal juga. In fact, jalan ini kerap dijuluki Most Expensive Shopping Street. Nah, tahu dong gimana image yang mau ditampilkan dalam parfum ini yaitu mewah, mahal, berkelas, anggun serta mampu menangkap kegembiraan dan kebebasan seorang wanita saat sedang berbelanja di sepanjang jalan 5th Avenue.

Wangi parfum 5th Avenue ini, saat disemprotkan pertama kali di kulit saya, langsung terasa wangi bunga melati dan jeruk. Setelah itu, saya menghirup wangi lilac yang langsung bercampur dengan wangi bunga lily of the valley yang dominan (walau tetap lembut). Terus terang, saat blog ini ditulis, saya declare bahwa saya bukan penggemar wangi bunga lily of the valley. Kalau dulu, 10 tahun lalu, iya saya suka bgds :-). Jadi, perasaan saya terhadap parfum ini ambigu: antara suka dan ga suka, antara terasa wanginya enak atau wanginya biasa saja. Apalagi, karena wangi bunga lily of the valley ini kuat sekali mendominasi terus menerus.

Lalu, apakah saya menyarankan parfum ini?

Hmm, lemme think.. Okay, wangi dasar 5th Avenue adalah musk dan amber yang bersih dan manis. Wangi bunganya juga klasik dan dapat digunakan di berbagai kesempatan. Harganya? Wah, murah sekali. Hanya sekitar Rp 250.000 bila dibeli parfum tester di toko parfum online.

Nah, terus terang saya menyerahkan kepada kamu dalam hal pembelian parfum ini. Apakah sesuai kepribadian kamu? Kalau saya, parfum ini tidak sesuai kepribadian saya walaupun saya suka juga parfum beraroma bunga. Tetapi saya tetap membeli satu botol besar (125 ml) parfum ini karena tertarik dengan harganya yang murah dan wanginya yang bisa saya sebut "wangi malas mikir" yaitu aroma yang sesuai dengan berbagai kesempatan asalkan digunakan dalam jumlah sedikit.

Oh ya, setelah beberapa semprot, akhirnya parfum ini saya hadiahkan kepada Mama tercinta. Wah, beliau happy sekali. Parfum ini dipakai kemana-mana sehingga saya sering kali mencium aroma bunga di udara karena trail lembut yang ditinggalkan parfum ini.


No comments:

Post a Comment