Bea Lalu Lintas Cukai itu Apa Sich Maksudnya

posting blog tanggal 28 May 2008;14:47 -> menyelamatkan blog multiply yg akan di-shut down: 
 
Balik dari rapat kemarin, resepsionis kantor menyelipkan selembar kertas mungil ke tanganku,"Panggilan dari kantor pos, Mbak. Katanya ada kiriman dari Swiss, tapi harus membayar dulu." Saat saya cek: halah, benar mesti membayar Bea Lalu Lintas Cukai sebesar Rp 3,000. Saya sempat berpikir dulu sebentar tentang barang apa yang dibeli. Oh, baru ingat, ternyata saya memesan satu paket 'sampler pack' keenam buah parfum Andy Tauer, seorang niche perfumer yang mendapatkan reputasi sangat baik untuk kreasi-nya. Wah, itu barang yang paling saya tunggu-tunggu seminggu ini!

 
Langsung resepsionis itu saya tanyai,"Pelit amat sih. Kenapa ga dibayari dulu, nanti pasti saya ganti. Kan cuma 3 ribu perak ini."
Dia menjawab,"Bapak Pos-nya keburu kabur, Mbak. Dia juga ga bawa paket apa-apa tadi. Cuma selembar kertas panggilan yang lecek itu saja."

Saya memutuskan kembali ke meja dan menelpon kantor pos terdekat di gedung sebelah. Ndilalah, barang tersebut tidak ada disitu dan harus diambil di Kantor Pos Besar dekat 
Katedral !

Saya membayangkan ongkos taksi sebesar Rp 40,000 pp, sedangkan bea yang harus dibayar cuma Rp 3,000. (sigh) Benar-benar pelayanan yang "amat sangat baik dan  menyenangkan". Padahal, ekspedisi swasta lain biasanya menelpon dulu kepada pelanggan-nya bila pelanggan tersebut diharuskan membayar sesuatu. Bila pelanggan bersedia, barulah barang diantar dan bea dapat dibayarkan di tempat.
Beda sekali dengan pelayanan Kantor Pos. Ck ck ck, hare gene..
 
Hingga sekarang,  saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Bea Lalu Lintas Cukai itu. Beberapa kali saya menerima paket berisi sampel parfum, tetapi tidak perlu membayar  apa-apa. Dan juga, bila dihitung dari harga paket, masih di bawah USD 50, jadi seharusnya tidak terkena pajak (atau tetap kena? Au ah 'lap).
 
Tadi saya pesan ke resepsionis,"Kata kamu Bapak Pos mau datang lagi ya. Nanti saya dipanggil ya. Saya kasih tip deh kalo paketnya dibawakan." Wah, dari tadi bolak-balik ngintip, hiks, beliau belum datang juga. Oh Bapak Pos yang tua namun kurindukan... Datanglah segera... (tapi bawa paket gue yak!)

------------------------------------------------------------------------------

Update as of 31 May 2008:
Bapak Pos akhirnya datang...tanpa membawa apa-apa. Setelah berdebat sebentar, akhirnya beliau bersedia mengambilkan barang di gudang Pos Besar. Diantarkan hari Senin nanti! Horeeee.....

Comments

Popular Posts