Perfume Review: Cool Water Woman dari Davidoff

  • Top Notes: ozonic notes, semangka, nanas, black currant
  • Heart Note: lily of the valley
  • Base Notes: black berry, aroma kayu, musk
Sekelumit notes di atas saya tulis berdasarkan penjelasan dari situs web Zino Davidoff untuk parfum Cool Water Woman. Yang saya beli saat itu adalah sebotol besar parfum ini berukuran 100ml. Botolnya berwarna biru dengan bagian bawah membulat. Mulus dan cantik serta pas di genggaman tangan. Saya cinta dengan botol parfum ini dan saya pakai terus sampai habis.

But, the big question is whether the smell is as good as its advertising. Iklan Cool Water Woman selalu menjanjikan kesegaran lautan dan air serta langit biru tanpa batas yang menenangkan hati. Nah, kenyataannya? Hihihi, let's say, enak atau tidaknya wangi parfum ini benar-benar tergantung mood kamu.

Misalnya, saat saya akan berolah raga, saya akan menyemprotkan parfum ini sedikit karena wanginya memang sporty dan segar serta entah kenapa, selalu berhasil membuat hati saya gembira dan bersemangat. Tapi, setelah saya gunakan parfum ini hingga tetes terakhir (ah, dramatis sekali :-)), mantan pacar (yang sekarang jadi suami) saya dengan malu-malu berkata bahwa sebenarnya wanginya kurang OK dan agak tajam. Kadang, dia malah suka menahan napas bila dekat saya. Wah, kasihan...

Sebenarnya wanginya kayak apa, siy? Di kulit saya, saat semprotan pertama, yang saya rasakan memang benar wangi ozonic. Itu lho, wangi yang selalu dipasarkan seperti wangi laut dan air dan mirip wangi Oceanus dari The Body Shop. Sama sekali tidak saya rasakan adanya wangi semangka. Yang ada malah rasanya wangi citrus.

Setelah itu, yang keluar adalah wangi nanas, nanas, nanas plus secuil wangi bunga. Saya penggemar nanas, baik dalam bentuk potongan buah maupun bila sudah jadi pina colada. Makanya, menurut saya, Cool Water Woman ini wanginya sangat menyenangkan. Tapi, saya bisa maklum bila ada orang-orang di sekitar saya yang protes karena wangi nanas yang muncul terasa kecut sangat.

Base notes yang timbul setelah beberapa jam adalah aroma yang standar yaitu wangi kayu dan musk. Lumayan ok lha.

Ada satu kejadian yang membuat saya suka cekikikan/sebal sendiri bila ingat. Suatu siang sehabis lunch, saya menggunakan parfum ini di ruangan kantor saya. Pas di atas kepala saya ada AC yang tentunya tersambung ke sistem per-AC-an gedung kantor. Jujur, saya punya tendensi menggunakan parfum Cool Water Woman ini secara berlebihan, semata-mata karena wangi nanasnya yang (kata saya) enak. Baru saja selesai semprot-semprot (dengan diam-diam tentunya), tiba-tiba para staf di luar ruangan saya heboh,"Waduh, bau apaan niy." Ada yang bilang bau minyak nyong-nyong, minyak pelet, dan segala macam komentar lebay yang bikin ilfil. Intinya cuma satu: mendaulat seorang teman untuk protes kepada Maintenance gedung kantor karena membiarkan ada bau aneh nan nyegrak masuk ke dalam kantor. Dan, teman-teman kantor itu pada panik karena tidak tahan baunya. Ah, andai mereka tahu saya yang menggunakan parfum itu, waduh gawat deh, ga kebayang.. Jangan-jangan terjadi kudeta dan saya diminta pulang dengan hormat namun galak amat... Yah, walaupun agak tersinggung karena parfum saya menimbulkan kehebohan siang-siang dan dibilang ga enak, sekali-sekali boleh donk bikin prank di kantor. Sukses lagi, hihihi...

Comments

  1. Terima kasih infonya gan.
    Lumayan buat nambah wawasan.

    Gema Parfum
    Davidoff Parfum.

    ----------

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts