Friday, June 15, 2012

Bath & Body: Vanilla Amber Musk from Bodycology - body cream

Bodycology didirikan di Dallas pada tahun 2003. Dan, menjadi salah satu bisnis yang paling cepat berkembang di Amerika Serikat, tidak diuji pada hewan. Sasarannya adalah untuk wanita yang ingin produk spa berkualitas tanpa harga mahal. Saya yakin bahwa merek ini juga terinspirasi oleh The Body Shop atau Bath & Body Works.
Di Indonesia, Bodycology cukup menjanjikan pemasarannya. Produk ini dijual dengan harga yang kompetitif di pasaran dimana Bath & Body Works terdaftar sebagai salah satu kompetitornya terutama karena banyak orang yang cost-conscious. Bodycology ditujukan kepada konsumen tingkat menengah yang menginginkan alternatif yang lebih mewah untuk body lotion lokal tanpa perlu membayar harga mahal . Tentunya ya tidak akan semurah produk lokal seperti Nivea, Vaseline, atau lotion tubuh Citra. Minimal harganya separuh harga produk Body Shop dengan kualitas yang hampir sama.
Vanilla Amber Musk adalah salah satu body lotion yang paling indah di antara semua pilihan Bodycology tubuh krim. FYI, mereka memiliki kira-kira selusin pilihan krim tubuh yang wanginya enak-enak semuaaa.


Vanilla Amber Musk beraroma...ya tentunya vanili.  Tapi, ada sedikit kelapa yang memberikan rasa  creaminess. Tidak cenderung jadi manis tetapi sebaliknya, rasanya menggoda dan bersih. Mungkin karena warnanya juga kuning lembut ditambah wangi musk yang close to the skin. Ada sedikit wangi amber yang agak berat. 


Bagaimana dengan teksturnya?  

Sekarang, ini yang menarik. Lotion ini baik untuk kulit berminyak dan kering. Teksturnya tebal dan lembut dengan kelembutan yang menyerupai whipped cream. Namun, ketika krim tubuh biasa cenderung lebih hangat ketika diterapkan pada kulit karena kandungan lanolin, Vanilla Amber Musk mendinginkan kulit pada aplikasi pertama. Saya sempat memeriksa daftar bahan pembuatnya, shea butter dan lidah buaya ada di dalam bahannya. Sayangnya, masih tidak paraben-free. Yah, saya tidak bisa mengharapkan krim dan lotion yang diproduksi massal untuk bebas bahan pengawet paraben, bukan?



Oh, by the way, saya lupa untuk memberitahu Anda bahwa krim ini beraroma indah namun nyegrak juga sedikit. Dan, entah bagaimana, itu adalah sedikit mengganggu bagi orang-orang di sekitar kita. Saya mendapat banyak komentar, semuanya negatif. Sebagai contoh, suami saya mengatakan saya malah jadi beraroma seperti kemenyan. Ibu saya mengatakan wanginya membuat beliau jadi sakit kepala bgds. Seorang teman malah jadi memberikan tatapan yang sadis, hihihi. Tapi, itu sangat bagus, bukan? Maksudku, kita kan memang perlu banyak perhatian.. (narsis mode ON).
PS: Saya mengunjungi situs Bodycology dan menemukan bahwa Vanilla Amber Musk telah discontinued. Dan, ada penggantinya yaitu Vanilla Romance.
Oh ya, saya lupa bilang: produk ini mulai jarang ditemukan di Indonesia. Terakhir saya lihat, produk ini dijual di Ranch Market Pacific Place. 




No comments:

Post a Comment