Friday, May 18, 2012

Pentingnya mencocokkan deodoran dengan cologne yang dipakai agar tercipta pengalaman yang menyenangkan

Setiap orang - baik wanita atau pria - ingin terlihat keren dan juga merasa keren. Yah, kita akui saja, kita ini kan hidup di dunia dimana penampilan masih dijadikan tolak ukur. Coba saja dilihat di mass media, billboards, di badan bis kota dan bahkan iklan di toilet. Semua bintang iklannya memiliki kepribadian (dan tampang) yang charming. Semuanya merasa nyaman dengan dirinya sendiri. 

Pada saat yang sama, kita tahu bahwa tidak semua orang memiliki karisma alami. Di dalam dunia sekarang ini dimana inner beauty tidaklah cukup maka orang harus berusaha melakukan maintenance agar daya tarik mereka terpancar. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya mencapai hal itu? Bagaimana caranya menarik perhatian orang kepada kita. Simpel siy, menurut saya. Pakailah parfum yang baik dan terasa mahal. 

Sebagian besar wanita tergila-gila dengan wewangian baik dalam bentuk parfum, deodorant dan pelembab tubuh. Cara mengaplikasikannya pun baik sehingga tercipta wangi khas dari seorang wanita (ingat film Scent of a Woman?). Sayangnya, sebagian besar pria tidak seperti ini karena memang pria (katanya!) terlahir dengan indera penciuman yang kurang tajam bila dibandingkan dengan indera penciuman wanita. Oleh karena itu, wajar bila seorang pria bertanya tentang parfum kepada teman wanitanya. Tetapi, sering juga saya menemukan pria yang kebingungan bagaimana cara memakai parfum yang baik. Akibatnya, bukannya meng-enhance penampilan seseorang, parfumnya malah digunakan kebanyakan atau lebih buruk lagi, bertabrakan dengan wangi alami tubuh atau deodorant yang dipakai.


Sangatlah penting untuk mencocokkan deodorant dengan cologne yang digunakan oleh pria untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi orang di dekat pria itu atau bagi pria itu sendiri. Hal ini karena hal sebagai berikut:
a. Sebagian besar pria membutuhkan deodorant karena pria berkeringat lebih banyak dari wanita.
b. Deodorant biasanya diberi wewangian sehingga bisa sedikit menggantikan cologne (tentunya wangi deodorant lebih lembut tercium).
c. Indra penciuman wanita memang lebih sensitif daripada pria. Oleh karena itu, sangatlah menyebalkan bila mencium wangi yang campur aduk dari pria di dekat kita. Misalnya bila deodorant yang digunakan beraroma lautan sedangkan cologne yang digunakan wangi kayu dan rempah. Kesan yang ditimbulkan jadi bertabrakan antara deodorant yang memberikan kesan free-spirited men dan wangi cologne  yang memberikan kesan pria mature (cieee...). Produk akhirnya, yaitu kepribadian yang berkarisma, jadi sulit dicapai.
d. Jangan lupa, wangi tubuh adalah gerbang yang dapat menuju kedekatan yang lebih dalam antara pria dan wanita. Sering kan kita lihat di film bahwa wanita menggunakan kemeja pria karena rindu bau pria tersayang tersebut :-). Tentunya, bila pria tersebut wangi, akan lebih menarik dan mampu membuat wanita terkenang-kenang..

Jadi saran saya, gunakanlah deodorant dan cologne yang berada dalam range wangi parfum yang sama. Kalau deodorant tersebut sulit didapat, milikilah dan gunakanlah deodorant yang perfume-free agar lebih mudah mencocokkan wewangiannya.

==========================================
Article Source: http://EzineArticles.com/4253806

2 comments:

  1. Dear Mba Montie, masalahnya saya memiliki bau badan alami..yang menurut teman2 saya mirip bayi baru mandi yg campuran antara minyak telon dan kayu putih mbak, gimana saya harus milih parfum yang sesuai dan biar enggak terkesan maksa...sy cenderung enggak suka dengan wangi bunga...jd gimana mba, mohon pencerahan nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaa ngegemesin dunk klo wanginya kek wangi bayi :-) gimana klo ditambah dengan parfum yang soft dan clean, either wangi sabun mandi atau wangi vanila yang lembut. pernah coba Kenzo Amour (dikiit aja pakenya, cukup 1-2 semprot) atau J.Lo Glow.

      Delete