Sunday, June 05, 2011

Review Parfum: Pleasure Exotic dari Estee Lauder

Pernahkah kamu ingin sekali agar musim panas berlangsung sepanjang tahun? Hanya agar supaya kamu berlari di padang penuh bunga dalam pakaian yang ringan melambai tertiup angin. Atau, hanya agar kamu bisa bersepeda mengelilingi desa yang damai di jalan berkerikil yang tenang.

Saya pernah ingin musim panas berlangsung selamanya. Terutama saat saya menyusuri Ubud Bali sambil nggowes sepeda tua dan angin lembut menerpa wajah serta senyum di wajah teman-teman seperjalanan.


Itulah sebabnya, saat saya mengendus wangi parfum Estee Lauder Pleasures Exotic, mendadak hati saya senang sekali dan musim panas di Ubud saat itu seperti kembali! Atau juga sesederhana perasaan bahagia saya saat berdiri di bawah pohon belimbing Ayah dan salah satu belimbing yang manis berarir jatuh ke tanah.  

Semburan wangi grapefruit, jeruk dan mangga adalah hal yang pertama saya temukan dari parfum ini. Wanginya hijau dan kecut sehingga seperti sungguh-sungguh makan buah-buahnya. Rasanya segar, sesegar bila wajah saya disemprot air dingin bercampur sedikit jus lemon. 

Sunday, May 01, 2011

Perfume Review: Organza dari Givenchy


“A sillage monster!” adalah hal pertama yang ada di pikiran saya saat mengendus wangi Organza keluaran Givenchy.

Saat itu saya selesai makan siang dan mampir ke toko buah “Total Buah Segar” dan mata saya sedang melihat-lihat rak buah nektarin. Lho, tiba-tiba kok menemukan rak pajangan lain berisi parfum. Dan, banyak macamnya lagi, mulai dari vial hingga botol besar. Langsung deh, pergi ke rak itu dan segera lupa bahwa tujuan utamanya adalah membeli buah. Mana tokonya dekat kantor lagi. Wah, bisa sering mampir. Semoga kuat iman.


Di situlah saya menemukan Organza ini. Botolnya yang cantik dirancang oleh Serge Manseau. Uh, napsuin! Dan wanginya, OMG, bunga-bunga.. Rasanya seperti balik ke masa dulu, yah sekitar 10 tahun lalu deh. Kenapa? 

Sunday, April 03, 2011

Review Parfum : Absolutely Irresistible dari Givenchy

Salah satu kesenangan saya adalah makan jeruk mandarin sambil duduk menekuk kaki dan nonton TV. Bisa saat hari penuh bermandikan matahari atau bahkan saat hari hujan. Apalagi kalau jeruk itu banyak bulir-bulirnya, wah enaknya. Nah, tekstur jeruk berbulir ini yang saya rasakan saat mencium semprotan pertama Absolutely Irresistible by Givenchy. Tajam, kecut, segar dan sparkling walau ada sedikit aroma rempah. Terus terang, saat pertama menciumnya, hidung saya sampai sakit, persis saat membuka kulit jeruk.

Nah, komposisi ini bukan jeruk semua, siy. Ada juga sedikit melati sambac yang bening. Itu lho, rasanya seperti mencelupkan jempol kaki kamu ke kolam penuh kelopak melati. Atau, seperti mandi bunga melati di spa-spa terdekat (atau bisa juga mandi di bak rumah sendiri asal rajin membeli melati dan menguras bak setelah mandi.

Wednesday, March 16, 2011

Review Parfum: Hugo Woman dari Hugo Boss

A flask in the box!

Sejujurnya, saya mikirin safari di Afrika klo melihat botol parfum Hugo Woman ini.

Nah, tadinya saya pikir wanginya tough. Ternyata..wangi kelopak-kelopak bunga. Opening parfum ini adalah citrus, bergamot dan apel. Baiklah, sebenarnya lebih banyak bergamotnya siy daripada apelnya serta diperhalus sedikit dengan wangi cyclamen. Parfumnya dapat terbangun dengan baik dari top notes ke middle notes sehingga saya merasakan bangkitnya bunga lili perlahan. Ah, akhirnya saya tahu bahwa niat sebenarnya parfum ini adalah menampilkan buket bunga putih yang berbalut kesegaran aroma citrus. Jadi bukan African safari seperti yang saya kira pertama.


Wangi akhir dari parfum ini adalah musk yang menggantung di kulit. Mirip dengan wangi kulit bila kita habis bermain di udara panas. 


Saya rasa, memang parfum ini cocok bagi perempuan yang bebas, casual dan santai menggunakan jins biru dengan blus putih. Perempuan yang merasa selalu muda di hatinya..seperti saya :-)