Saturday, July 04, 2009

Perfume Review: Paco Rabanne - Ultraviolet

Setiap kali nama Paco Rabanne muncul di benak saya, berkelebat suatu deskripsi tentang kemewahan dan barang futuristik. Oleh karena itu, saya mengharapkan sesuatu yang agak canggih. Mengapa? Jujur saja, segala sesuatu yang berkaitan dengan masa depan selalu mengingatkan saya pada film saga Star Wars. Atau mungkin juga karena pengaruh besar dari film lain berjudul Ultraviolet yang dibintangi Milla Jovovich pada tahun 2006.

Jadi, wangi violet yang kental dan memabukkan mendominasi nada atas Ultraviolet, saya agak kecewa. Maksud saya, lho kok tidak ada unsur metalik sama sekali. Dan, kenapa wangi bunga violet? Wah, hati saya penuh pikiran negatif.

Datanglah tajamnya merica namun dengan kelembutan tersamar menggapai hidung saya. Ah, keduanya tetap terasa tidak cocok. Tiba-tiba saya tersadar, ketidakcocokan itu hanya adal dalam pikiran saya secara saya selalu mengaitkan violet dengan sesuatu yang tradisional sementara lada juga mencerminkan aroma neo-klasik. Habis, botol dan nama parfum ini futuristik sekali, sih.

Kemudian, sensasi mawar kayu mengintip diikuti oleh kilauan mawar bening. Keseluruhan mawar menghangat sampai-sampai hampir mirip dengan wangi mawar dari YSL Paris atau Lancome Tresor. Mawar ini menguat dari waktu ke waktu. Beberapa menit setelah itu, wangi vanila dan manisnya kayu hutan dari nada bawah parfum ini melembutkan wangi mawar tersebut. Wah, pengaruh cedar dan vanila yang sangat baik.

Menurut pendapat saya, Ultraviolet bukanlah ultra-futuristik namun ultra-tradisional. Saya tidak kagum.

-------------------------------------------------- ---
Top Notes: aprikot, ketumbar, lada oranye, cengkih, kayu
Middle Notes: osmanthus, violet, melati, mawar
Base Notes: amber, nilam, vanili, cedar

No comments:

Post a Comment