Tuesday, July 28, 2009

Azzaro - Now for Women :: fragrance review

Baiklah, sebenarnya parfum ini berbau cukup aneh, setidaknya untuk ukuran hidung saya. Wanginya tajam menusuk dan penuh dengan aroma hijau metalik. Rasanya kok jadi menjengkelkan ya. Tapi lama kelamaan, lucunya, saya jadi suka! Parfum ini adalah citra modern, terasa canggih serta berteknologi tinggi dan trendi. Duo botol tersebut cantik sekali dan memiliki rona lembut sehingga dapat menjadi hiasan meja kerja saya.

Dan, bau aneh tersebut terasa... menakjubkan.

Dibuka dengan ledakan bergamot, nada-nadanya cepat berangkat ke arah aldehida diikuti dengan aroma logam cair. Saya sangat senang mencium bau aldehid. Tapi, saya lebih senang bau logam yang beriring secara cemerlang menjadi parfum nan indah bagi wanita. Parfum ini memang dramatis dan cocok untuk cuaca tropis. Tapi, bukankah memang semua parfum merek Azzaro selalu cocok untuk cuaca tropis.

Setelah beberapa menit, Now for Women membungkus kulit saya dengan cara indah berselimutkan tajamnya aroma rum, musky amber dan bedak lembut. Sensual, menggoda!

Mendadak saya jadi ingin membeli sebotol besar...

-----------------------------------------------
Nada Atas: teh putih, bergamot, Passion Fruit
Nada Tengah: Aldehida, Tiare tahiti, melati, aroma air
Nada Dasar: Pale Woods, Rosewood, Rum Amber, Musk

Monday, July 27, 2009

Ulasan Parfum: Now for Men dari Azzaro

Diluncurkan bersama-sama dengan versi wanita pada tahun 2007, entah kenapa menurut saya, versi pria parfum ini terasa lebih baik. Kesan yang pertama didapat adalah tajamnya logam beku yang diklaim sebagai hasil dari oksidasi bunga mawar. Hasilnya memang sangat menarik dan segar. Yap, entah bagaimana, saya memang menghirup wangi metal yang sangat jelas.

Nada logam yang hijau berkilauan ini membuka indera saya sejak semprotan pertama. Maskulin dan unisex bagi saya, parfum ini menyatakan eksistensi-nya dalam suatu cara yang indah yaitu dalam liputan awan berbunga hijau. Daya tahannya pun cukup lama sebelum akhirnya berpindah ke aroma yg kayu-kayu hutan.

Botolnya juga cukup enak dipegang. Jadi, menurut saya, parfum ini cocok untuk orang yang lebih muda antara 20-an dan 30-an.

-----------------------------------------------------------------------------
Top Notes: mawar, cardamom
Heart Notes: wangi dedaunan, teh, violet
Base Notes: lengkeng, kuning, kayu-kayuan, suede

Monday, July 20, 2009

Perfume Review Sweet Paradise by Morgan de Toi

Seorang gadis
Duduk di sekelompok pohon kamboja putih
Menghirup wangi kamboja, aroma manis yang memabukkan
pikirannya
seorang pengembara lelah
di muka bumi

Dan angin, ah angin, mencium kulit
si gadis
ringan di tiap inci

Mengantuk, ia meneguk segelas sari buah, penuh
mangga ranum, beri matang dan jeruk kecut.
Matanya melantur ke segerombol
bunga melati yang beristirahat tenang berdampingan dengan lili
ia tersenyum samar
dan memejamkan mata indah itu
Gaun merah muda dibebaskan lembut melambai
Rambut hitamnya nan lurus jatuh di atas bahunya.

Puas, ia menarik napas dalam-dalam dan
berdoa kepada Yang Esa
karena sekali lagi masih dapatduduk
di bawah pohon kamboja putih

Dan kayu, matahari,
angin, ah angin,
membungkuk hormat sepenuhnya.

NB: ini adalah perasaan saya saat menghirup aroma parfum Sweet Paradise dari Morgan de Toi. Indah sekali rasanya. Parfum ini dapat dibeli di FragranceX.com's yang juga menawarkan free shipping ke seluruh dunia!

Saturday, July 11, 2009

Ulasan Parfum : Etienne Aigner - Starlight

Sejak pertama kali aku melihat Starlight, perasaan saya terbagi antara cinta dan benci. Botolnya terlihat jelek tapi warna cairan di dalamnya benar-benar cantik, terutama karena warnanya ungu berkilau.

Mari kita lihat baunya. Semprotan pertama terasa lezat. Jangan salah, meskipun, saya tidak menyukai jintan namun dalam Starlight, wangi ini menambahkan sejumput aroma pedas nan eksotis. Dan, di tengah-tengah kesegaran wangi jeruk, ada nanas yang keluar.

Lalu, alih-alih tenggelam dalam hutan wangi-wangian bunga dan buah lain, Starlight diwarnai dengan aroma nilam yang agak kotor. Berkilau dan sedikit terasa lembab. Itu sebabnya saya merasa lengket dan kotor.

Namun, saya cinta nilam. Aromanya bersahaja namun begitu sensual dan alami serta sangat menggairahkan. Untungnya, aroma ini masih dilunakkan oleh melati yang tinggal cukup lama.

Lama setelahnya, lembut vanili merangkak di aroma terakhir. Starlight berubah menjadi sisi lain dari sensualitas: sebuah revolusi dari kelembaban yang kotor namun berkelas.

Secara keseluruhan, Starlight mampu memenuhi kebutuhan modern saat ini di pasar parfum yang terus menuju ke arah wewangian yang segar, ringan dengan sedikit ramuan rempah yang pedas.

-------------------------------------------------- ------------
Top Notes: bergamot, jus nanas, aroma tumbuhan
Heart Notes: jintan, melati, strawberry
Base Notes: nilam, cendana, vanili, white musk
Tahun Pembuatan: 2008

Saturday, July 04, 2009

Perfume Review: Paco Rabanne - Ultraviolet

Setiap kali nama Paco Rabanne muncul di benak saya, berkelebat suatu deskripsi tentang kemewahan dan barang futuristik. Oleh karena itu, saya mengharapkan sesuatu yang agak canggih. Mengapa? Jujur saja, segala sesuatu yang berkaitan dengan masa depan selalu mengingatkan saya pada film saga Star Wars. Atau mungkin juga karena pengaruh besar dari film lain berjudul Ultraviolet yang dibintangi Milla Jovovich pada tahun 2006.

Jadi, wangi violet yang kental dan memabukkan mendominasi nada atas Ultraviolet, saya agak kecewa. Maksud saya, lho kok tidak ada unsur metalik sama sekali. Dan, kenapa wangi bunga violet? Wah, hati saya penuh pikiran negatif.

Datanglah tajamnya merica namun dengan kelembutan tersamar menggapai hidung saya. Ah, keduanya tetap terasa tidak cocok. Tiba-tiba saya tersadar, ketidakcocokan itu hanya adal dalam pikiran saya secara saya selalu mengaitkan violet dengan sesuatu yang tradisional sementara lada juga mencerminkan aroma neo-klasik. Habis, botol dan nama parfum ini futuristik sekali, sih.

Kemudian, sensasi mawar kayu mengintip diikuti oleh kilauan mawar bening. Keseluruhan mawar menghangat sampai-sampai hampir mirip dengan wangi mawar dari YSL Paris atau Lancome Tresor. Mawar ini menguat dari waktu ke waktu. Beberapa menit setelah itu, wangi vanila dan manisnya kayu hutan dari nada bawah parfum ini melembutkan wangi mawar tersebut. Wah, pengaruh cedar dan vanila yang sangat baik.

Menurut pendapat saya, Ultraviolet bukanlah ultra-futuristik namun ultra-tradisional. Saya tidak kagum.

-------------------------------------------------- ---
Top Notes: aprikot, ketumbar, lada oranye, cengkih, kayu
Middle Notes: osmanthus, violet, melati, mawar
Base Notes: amber, nilam, vanili, cedar

Ulasan Parfum : Kenzo - Les Eaux de Fleur Collection

Parfum ini merupakan edisi terbatas dari Kenzo dan diluncurkan pada tahun 2008. Iseng untuk mencoba, saya pergi ke toko Sarinah sore ini dan menemukan ketiga botol dari seri ini. Si penjual sibuk menyemprotkan bagi para pejalan kaki. Akhirnya memang, saya tidak membeli satu pun walau harganya cukup masuk akal yaitu sebesar USD 50 untuk 100ml botol.

Tapi, saya berhasil mencoba dua macam dari seri ini.

Yang pertama adalah Eau de Fleur de Magnolia yang diciptakan oleh Francis Kurkdjian. Parfum ini indah, menyegarkan. Komposisi parfum ini terbuat dari campuran bunga magnolia dan jeruk. Menurut saya, baunya agak mirip dengan L'eau par Kenzo namun yang satu ini mempertahankan keasliannya dengan penambahan wangi bunga magnolia yang..lezat. Saya sangat terkesan karena wewangian ini mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari saya yang berkisar antara bunyi klakson bus umum dan pencemaran udara.


Saya mencoba koleksi kedua, Eau de Fleur de The yang diciptakan oleh Aurelien Guichard. Parfum ini beraroma teh hijau lembut. Bahkan, karena pengaruh penambahan musk yang agak overdosis, terjadilah suat wangi teh hijau yang manis. Maaf, saya tidak suka. Bagi saya, teh hijau asli haruslah yang berbau tajam seperti Elizabeth Arden Green Tea atau Bvlgari au The Vert. Sedangkan, Eau de Fleur de The ini rasanya manis, terlalu musky, terlalu murahan. Wanginya terlalu pasaran dan dapat dibeli dari merek mana saja dengan harga cukup rendah.

Yang ketiga adalah Eau de Fleur de soie yang diciptakan oleh Jean Jacques. Dari ketiga seri tersebut, kotak parfum ini adalah yang paling saya suka terutama karena gambarnya mengandung warna merah muda. Sayangnya, satu ini yang tidak berhasil saya semprot. Sebabnya karena saya sudah terlanjur patah arang dengan kedua temannya yang lain. Eau de Fleur de Soie terdiri dari aroma buah dan bunga. Mungkin, suatu hari nanti aku akan kembali dan menyelidiki wanginya.

Bagaimana dengan kamu? Sudah pernah mencoba belum? Boleh bagi komentar, ya, terima kasih.

-------------------------------------------------- ------
semua gambar diambil dari Fragrantica

Wednesday, July 01, 2009

Perfume Review Emporio City Glam for Men by Giorgio Armani

Saya penggemar berat parfum Armani, terutama Acqua di Gio (baik untuk laki-laki dan perempuan). Oleh karena itu, ketika pacar memberikan sebotol Emporio City Glam yang hampir kosong bagi saya untuk ditinjau, saya bersemangat sekali. Saya percaya line parfum ini akan berkelas.

Tapi, reaksi pertama saya ketika menyemprot untuk pertama kalinya adalah, "Hei, ini wangi yang biasa. Lalu, mengapa kamu sangat mencintai parfum ini?" Tentu saja, pacar saya langsung mengangkat alis. Dan, matanya menunjukkan beberapa alarm berbahaya. Duh, sepertinya mulut besar saya telah berhasil membuat saya dalam kesulitan sekali lagi.

Akhirnya, saya melanjutkan 'perjalanan' saya dalam menyelidiki City Glam ini. Selama beberapa menit, saya menangkap aroma jahe yang berubah seketika menjadi aroma jeruk. Ada aroma lada juga. Itu pun setelah meneliti komposisi parfum ini dengan seksama dan hati-hati. Entah bagaimana, aroma ini terasa menghibur dan menggoda.

Setengah jam kemudian, saya menemukan aroma dasar dari City Glam yaitu musk dan vetiver. Agak..luar biasa, seperti bukan Armani. Harapan saya adalah sesuatu yang glamor dan liar sehingga sempurna untuk menghabiskan malam di tempat-tempat yang berkelas. Sebaliknya, apa yang saya terima adalah aroma yang sangat biasa dan sedikit mengecewakan! Lucunya, di kulit pacar saya, aroma tersebut masuk menyelimuti kulitnya seperti lapisan kulit kedua. Bercampur dengan bau tembakau, wangi ini membuatnya menjadi pria yang canggih dan trendy serta elegan.

Tetapi, yah, pujian di atas sebenarnya tidak terlalu objektif ya, hihihihi.

Jadi, apa yang saya bisa katakan adalah bahwa City Glam memberikan kesan muda, segar dan sangat wearable dipakai di negara tropis, bahkan bila di siang hari yang terik. Dan, bila memiliki wangi asli tubuh yang sesuai, City Glam akan menambah sensualitas pria, sumprit.

PS: Looking for City Glam as that perfect gift for valentine? Browse FragranceX.com's perfume gift sets and receive free shipping on all orders to the whole world!

--------------------------------------------------
Top Notes: jahe, lengkuas, wangi permen
Heart Notes: jeruk pahit, merica
Base Notes: vetiver, musk, kristal lumut
Tanggal Pembuatan: 2005