Sunday, June 21, 2009

Perfume Review: Rêverie au Jardin by Tauer Perfumes

Meskipun tajam, aroma lavender selalu dikenal sebagai teman tidur yang sempurna. Digunakan sebagai penyemprot ranjang dan sarung bantal, wanginya digunakan sebagai penyegar pikiran seseorang.

Jangan salah, lho. Saya bukan penggemar lavender. Tajamnya wangi lavender murni membuat saya sakit kepala. Apalagi bila mencium wanginya pada malam hari, malah akan akan membangunkan saya dengan mata terbuka lebar.

Tapi, kali ini lavender memutuskan untuk berdamai dengan saya.

Dia datang, menawarkan diri perlahan-lahan dalam bentuk sebuah keharuman yang diciptakan oleh perfumer Andy Tauer, si anak jenius dari Swiss.

Dari semprotan awal Rêverie au Jardin, sayalangsung mengenali lavender yang saya benci. Lalu ia bersembunyi, digantikan oleh bergamot dan keharuman nyaman galbanum & cemara yang mengingatkan saya pada tiga pohon pinus yang pernah tumbuh di komplek perumahan masa kecilku. Lucu juga bagaimana semua aroma atas parfum ini membawaku kembali ke taman kompleks perumahan kami yang lengkap dengan pohon mawar & melati & akasia. Di sini juga tumbuh 3 pohon pinus yang menjaga dinding tinggi pemisah jalan. Saya bahkan ingat kicauan burung, bau tanah basah dan pohon yang tergores. Saya ingat pemandangan kompleks perumahan masa kecil kami pada malam hari yaitu ketika wangi gandum basah memenuhi udara dan bintang-bintang berkelap-kelip jauh di atas.

Kemudian, aroma tengah parfum ini muncul. Lavender datang tersenyum untuk dua detik dan melarikan diri sekali lagi sementara saya hanya dapat menatap tak percaya. Naughty girl! Untungnya, saya bertemu dengan aroma manis vanila dicampur dengan benih ambrette Tonka dan kedalaman orris.

Saya menjadi kagum atas parfum ini. Sebuah parfum yang begitu kental, seksi dan sensual serta lebih daripada apa yang saya harapkan dari parfum berbasis lavender. Sekarang, saya mendapat kesan bahwa saya berjalan di sepanjang kompleks perumahan taman di bawah pohon-pohon pinus, menangkap kupu-kupu, dengan segelas penuh susu krim di tangan kanan saya. Seringkali saya duduk di pagar bata rendah, terengah-engah setelah berhasil mengejar capung, sambil menyesap susu panas tersebut.

Rêverie au Jardin adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya uji. Ingat L'occitane salah satu iklan yang menampilkan sebuah taman penuh ungu lavender? Saya sering bergidik melihat itu karena membayangkan berada di taman lavender dengan wangi aneh dan saya benci. Itu dulu, sekarang tidak lagi. Saya suka iklan tersebut sambil membayangkan bahwa saya sedang duduk di tengah lapangan dengan angin lembut bertiup, dengan matahari tersenyum, dengan seember susu hangat dan pikiran yang kosong dan tenang. Saya siap untuk berlari bebas dari kesibukan dunia ini.

NB: Rêverie au Jardin dapat dibeli secara online di TauerPerfumes. Setiap 1.5-ml-sampel berharga CHF 4,00 dengan biaya kirim CHF 4,75. Saya sempat rakus pada saat itu dan membeli seluruh 6 sampel parfum yang berbeda :-) Jika kamu ingin membeli satu dan jika kamu berada di Jakarta, mungkin saya dapat memesan bersama-sama dengan kamu boleh, kan? Aku butuh aroma terbaru dari Mr Tauer: Vetiver Dance.

--------------------------------------------------------------------------
Top Notes : lavender from France, galbanum, fir balm, bergamot, Bulgarian rose absolute
Middle Notes: Indian frankincense, ambrette seeds, orris
Base Notes : vetiver, tonka beans, oakmoss, vanilla, ambergris, sandalwood, cedar wood
Flacon image: www.tauerperfumes.com (modelnya adalah pria berperut six-pack :-p).

No comments:

Post a Comment