Tuesday, June 30, 2009

Revlon - Mystic Rose :: fragrance review

Ah, Revlon! Salah satu merek terkenal di Indonesia!

Dikenal sebagai salah satu kosmetik murah terbaik dan selalu menjadi pemenang dalam kategori lipstik, saya penggemar berat mereka untuk kategori blush-on dan celak mata. Setiap kali seri baru diluncurkan di Indonesia, saya siap mengantri.

Dan, siapa yang tidak tahu Charlie? Ini dia wewangian terkenal dari Revlon, meskipun saya akui saya selalu sakit kepala bila berada di dekat seseorang yang tenggelam dalam wewangian memabukkan si Charlie. Jadi, saya mendapat kesimpulan bahwa Revlon adalah keharuman yang sangat mematikan bagi saya. Namun, saya sangat kecanduan merek kosmetik ini sehingga hari ini saya pergi ke mal untuk melihat-lihat. Tentu saja, berakhir dengan menyemprotkan sejumlah kecil Mystic Rose.

Diluncurkan pada tahun 2005, Mystic Rose beraroma agak sederhana yaitu apalagi kalau bukan mawar!

Kelemahannya adalah bahwa mawar di sini bukanlah jenis yang baik nan mengalun lembut tetapi lebih ke arah ledakan memualkan. Satu semprot di pergelangan tangan saya dan saya benar-benar terlindas oleh aroma buket mawar palsu tanpa ada pelengkap wangi bunga lainnya. Tidak ada melati, tidak ada tuberose, tidak ada jeruk mekar, tidak ada amber. Hanya mawar!

Seorang penggemar mawar seperti saya hampir tidak tahan penyiksaan seperti ini. Rasanya seperti dilemparkan ke dalam kolam air mendidih dengan uap asap tebal mawar naik memenuhi udara. Jadi, saya mencoba untuk menghilangkannya dengan mencuci tangan. Lho, masih ada saja wangi mawar di pergelangan tangan saya. Aarrghh! Padahal hanya satu semprotan saja!

Pokoknya, saya melihat dari segi positif saja deh, namanya juga kosmetik murah.

Mystic Rose tersedia di apotek terdekat. Harganya sekitar Rp 100,000-an untuk botol berisi 50 ml parfum.

Sunday, June 21, 2009

Perfume Review: Rêverie au Jardin by Tauer Perfumes

Meskipun tajam, aroma lavender selalu dikenal sebagai teman tidur yang sempurna. Digunakan sebagai penyemprot ranjang dan sarung bantal, wanginya digunakan sebagai penyegar pikiran seseorang.

Jangan salah, lho. Saya bukan penggemar lavender. Tajamnya wangi lavender murni membuat saya sakit kepala. Apalagi bila mencium wanginya pada malam hari, malah akan akan membangunkan saya dengan mata terbuka lebar.

Tapi, kali ini lavender memutuskan untuk berdamai dengan saya.

Dia datang, menawarkan diri perlahan-lahan dalam bentuk sebuah keharuman yang diciptakan oleh perfumer Andy Tauer, si anak jenius dari Swiss.

Dari semprotan awal Rêverie au Jardin, sayalangsung mengenali lavender yang saya benci. Lalu ia bersembunyi, digantikan oleh bergamot dan keharuman nyaman galbanum & cemara yang mengingatkan saya pada tiga pohon pinus yang pernah tumbuh di komplek perumahan masa kecilku. Lucu juga bagaimana semua aroma atas parfum ini membawaku kembali ke taman kompleks perumahan kami yang lengkap dengan pohon mawar & melati & akasia. Di sini juga tumbuh 3 pohon pinus yang menjaga dinding tinggi pemisah jalan. Saya bahkan ingat kicauan burung, bau tanah basah dan pohon yang tergores. Saya ingat pemandangan kompleks perumahan masa kecil kami pada malam hari yaitu ketika wangi gandum basah memenuhi udara dan bintang-bintang berkelap-kelip jauh di atas.

Kemudian, aroma tengah parfum ini muncul. Lavender datang tersenyum untuk dua detik dan melarikan diri sekali lagi sementara saya hanya dapat menatap tak percaya. Naughty girl! Untungnya, saya bertemu dengan aroma manis vanila dicampur dengan benih ambrette Tonka dan kedalaman orris.

Saya menjadi kagum atas parfum ini. Sebuah parfum yang begitu kental, seksi dan sensual serta lebih daripada apa yang saya harapkan dari parfum berbasis lavender. Sekarang, saya mendapat kesan bahwa saya berjalan di sepanjang kompleks perumahan taman di bawah pohon-pohon pinus, menangkap kupu-kupu, dengan segelas penuh susu krim di tangan kanan saya. Seringkali saya duduk di pagar bata rendah, terengah-engah setelah berhasil mengejar capung, sambil menyesap susu panas tersebut.

Rêverie au Jardin adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya uji. Ingat L'occitane salah satu iklan yang menampilkan sebuah taman penuh ungu lavender? Saya sering bergidik melihat itu karena membayangkan berada di taman lavender dengan wangi aneh dan saya benci. Itu dulu, sekarang tidak lagi. Saya suka iklan tersebut sambil membayangkan bahwa saya sedang duduk di tengah lapangan dengan angin lembut bertiup, dengan matahari tersenyum, dengan seember susu hangat dan pikiran yang kosong dan tenang. Saya siap untuk berlari bebas dari kesibukan dunia ini.

NB: Rêverie au Jardin dapat dibeli secara online di TauerPerfumes. Setiap 1.5-ml-sampel berharga CHF 4,00 dengan biaya kirim CHF 4,75. Saya sempat rakus pada saat itu dan membeli seluruh 6 sampel parfum yang berbeda :-) Jika kamu ingin membeli satu dan jika kamu berada di Jakarta, mungkin saya dapat memesan bersama-sama dengan kamu boleh, kan? Aku butuh aroma terbaru dari Mr Tauer: Vetiver Dance.

--------------------------------------------------------------------------
Top Notes : lavender from France, galbanum, fir balm, bergamot, Bulgarian rose absolute
Middle Notes: Indian frankincense, ambrette seeds, orris
Base Notes : vetiver, tonka beans, oakmoss, vanilla, ambergris, sandalwood, cedar wood
Flacon image: www.tauerperfumes.com (modelnya adalah pria berperut six-pack :-p).

Saturday, June 13, 2009

Fragrance Review Flower Princess by Vera Wang

Kata-kata sederhana untuk Flower Princess sudahlah cukup.

Sementara pendahulunya Princess menjadi sangat sukses dengan karakteristiknya yang girly, fun, muda serta aroma yang manis, saudaranya si Flower Princess terlalu biasa walau tetap mempertahankan aura kemudaannya.

Flower Princess membangun wanginya berdasarkan selapis samar melati sambac dengan latar belakan musk dan vanila. Aroma vanili tersebut tidak berat melainkan agak (terlalu) ringan dan samar-samar sehingga menghasilkan wangi yang terlalu biasa.

Singkatnya, Flower Princess tidak layak menyandang merek besar Vera Wang. Terlalu mahal, kurang canggih, biasa saja dan tidak elegan seperti parfum Vera Wang yang lain. Bila kamu tidak setuju, boleh lho memberikan komentar.

Saturday, June 06, 2009

Perfume Review: Delices de Cartier by Cartier

Saya seorang penggemar ceri: buah kalengan yang manis, permen Vicks rasa ceri & mint, sirup ceri, apa saja! Oleh karena itu, saya sangat gembira ketika Cartier merilis aroma ini pada tahun 2006. Selama 2 tahun, saya telah mengimpikan untuk membeli sebotol. Tetapi saya selalu menahan diri karean memiliki pikiran sederhana, "Saya tidak ingin berbau seperti buah-buahan yang biasanya jadi topping kue blackforest!" Faktanya, agak ngeri juga ya bila berbau seperti itu.

Ah, selalu ada saat pertama ketika seorang wanita harus menghadapi ketakutannya, menaklukkan ketakutan itu serta menendangnya ke samping. Hematnya, dalam kondisi saya, yaitu mencoba parfum Delices de Cartier.

Surprise! Hanya sedikit ceri manis yang terungkap dan malahan lebih banyak wangi bergamot yang kuat. Setelah itu, datanglah dominasi freesia segar dan melati. Aku menunggu dan menunggu dan menunggu kentalnya wangi tonka. Tidak ada yang terjadi ...

Baiklah, saya pikir saya berharap terlalu banyak. Maksudku, botol memang memberi kesan bahwa sesuatu yang juicy dan manis akan keluar. Tetapi sebaliknya yang terjadi, malah datang sebentuk kesegaran bunga yang baru saja dipetik setelah mekar di pohon. Tentunya, saya tidak ingin menggigit atau bahkan makan bunga melainkan saya ingin makan ceri. Selain itu, saya tidak ingin berbau seperti freesia / melati secara kok, agak membosankan ya. Apalagi harga Cartier tidak murah, tentunya saya ingin wangi yang sedikit unik dan lain daripada yang lain.

Untunglah, saya tetap hanya membeli koleksi botol mini.

Delices de Cartier dapat dibeli mulai dari harga $ 3,39 di FragranceX.com.Mereka juga menerapkan Free Shipping ke seluruh dunia. Jadi, tidak rugi kan.

===================================================
Top note: Pink Pepper, Frosted Cherry, bergamot
Middle note: freesia, Jasmine, Violet
Base note: Tonka Bean, Amber, Sana
Tanggal Pembuatan: 2006

Monday, June 01, 2009

Fragrance Review Euphoria by Calvin Klein

Gembira! Ya, itu persis apa yang kurasakan saat melihat botol parfum ini. Bentuknya yang oval-horisontal memercikkan keanggunan tersendiri. Keindahan tersebut merembes ke dalam keindahan sang parfum dan yang pada akhirnya mengangkat seluruh imaji saya juga. Paling tidak, itulah yang saya pikir akan.

Diluncurkan pada 2005 sebagai kreasi dari Carlos Benaim, Long Doc dan Dominique Ropion, parfum ini menarik perhatian banyak orang berkat komposisi indah aroma dasarnya.

Ketika saya menyemprotkan Euphoria pertama kali, saya merasakan sedikit sentuhan amber yang bersih serta segala kelembutan wangi buah-buahan. Akhirnya wangi ini perlahan menghilang. Kemudian, semerbak wangi buah delima menyebar, membubung ke atas dan pergi. Bergamot muncul dan tinggal lama sekali.

Setelah itu, aroma tengah parfum ini mengungkapkan keindahan bunga violet bercampur dengan bergamot. Sementara di belakang mereka, aroma mawar menyelimuti membujuk, seperti amplop merah yang berisi surat berkertas hijau lembut penuh kata-kata cinta. Gembira, membujuk dan menggoda, parfum ini wanginya mirip sekali dengan wangi kulit. Daya tahannya pun cukup baik.

The drydown lagi-lagi mengungkapkan keindahan amber, kayu manis beriringan dengan wangi kayu hutan. Vanili terasa sekali dan baunya sangat sensual meskipun sedikit memabukkan. Manis, tapi tidak terlalu manis karena ada percikan violet di dalamnya.

Saya menemukan bahwa parfum ini lebih cocok digunakan di tempat yang dingin dengan cuaca kering. Dalam cuaca seperti ini, semua notes rasanya membentuk diri sendiri dalam sebuah orkestra wewangian. Dalam kelembaban cuaca panas, memakai parfum ini rasanya seperti menuangkan air ke kulit saya: segar, sejuk, murni, tetapi tidak ada wangi apa-apa.

Euphoria dapat dibeli langsung di FragranceX.com. Bebas ongkir ke seluruh dunia lho, dengan kupon FREE pada saat checkout.

----------------------------------
Top Catatan: delima, hijau catatan, rose hip
Heart Catatan: teratai, anggrek, violet
Base Notes: amber, kayu manis, kayu-kayu lain
Tahun Pembuatan: 2005