Perfume Review : Nina Ricci - Love in Paris

Suatu konsep cinta sulit untuk digambarkan. Apakah ini suatu kegilaan semata ataukah suatu obsesi ataukah suatu keinginan untuk memeluk seseorang / sesuatu dengan erat supaya tidak hilang? Atau, apakah itu emosi platonis kepada orang tertentu? Atau, apakah perasaan itu adalah mengenai hal yang terasa begitu murni sehingga kamu mau menukar segala sesuatu di dunia ini hanya untuk mendapatkannya sesaat?

Ada banyak definisi cinta bersama dengan banyak studi tentangnya. Namun, selama berabad-abad manusia mengalami kerinduan atas perasaan paling misterius di planet ini. Oleh karena itu, cinta adalah sesuatu yang paling berharga dan seperti kata pepatah, mampu membuat dunia berputar. Serius, saya yakin deh.

Bau dan aroma dapat membangkitkan emosi manusia. Apakah itu bau krim susu panas, atau uap beras, seikat bunga, rumput yang baru dipotong, daun sobek, kayu yang terbakar, masing-masing hal yang akan berhubungan dengan batin manusia yang paling perasaan bahagia dan kadang sedih juga.

Nah, inilah dia 'Love in Paris'. Bagi saya, inilah salah satu love potion terbaik yang pernah saya hirup.

Semburat kebahagiaan bertambah besar dalam hatiku saat pertama kali mengendus semprotan pertama. Kata-kata penuh bunga, kerlap malam berhias bintang-bintang. Aroma amber dan kesturi menguar di udara. Jembatan penuh orang bergandengan tangan termasuk saya dan pasangan saya juga sementara suara kembang api dan desir cahaya terang terlihat di langit. Love in Paris benar-benar membawa perasaan bahagia seperti jatuh cinta di kota paling romantis di dunia, jatuh cinta kepada kesatria berbaju zirah.

Ledakan bergamot, aprikot dan melati langsung menyerang hidungku diikuti oleh mawar. Oh, komposisi yang sempurna, parfum sempurna untuk berjalan-jalan di bawah langit malam musim semi. Atau, mungkin itulah wangi favorit saya. Ah, mendadak saya ingin memegang tangan kekasih saya lebih erat sambil merasa bahwa cinta kami adalah hal yang keren di dunia ini.

Setelah beberapa saat, seperti cinta itu sendiri, Love in Paris berubah menjadi wewangian bebungaan diimbuh sedikit aroma kayu hutan. Dengan kata lain, masih sensual tapi sedikit membosankan. Love in Paris halus namun agak datar. Menurut saya, ia membutuhkan sedikit booster yaitu nada atasnya yang menyegarkan. Bila saja, nada atas itu dapat terbawa hingga terakhir, tentunya lebih menyenangkan.

Yah, aku mungkin berusaha lagi untuk mendapatkan kembali tahap pertama jatuh cinta yang penuh hasrat memabukkan. Semoga Love in Paris dapat membantu membawa perasaan itu kembali.

-----------------------------------------------------------------
Top Notes: bergamot, angkak, mawar, persik, peony
Catatan Tengah: violet, melati, adas manis, aprikot
Base Notes: musk, kayu hutan
Tahun Pembuatan: 2004

Comments

Popular Posts