Wednesday, April 29, 2009

Perfume Review: The Spirit of Moon Flower from The Body Shop

"Sebuah kelembutan dan keharuman bunga yang mencerminkan aroma magis dari moonflower yang berharga serta sangat cocok untuk wanita penikmat aroma romantis dan cantik."

Seorang teman menyatakan penuh semangat bahwa pacarnya tiba-tiba memiliki dorongan kuat untuk mendekatkan dirinya setiap kali ia memakai parfum ini. Terinspirasi oleh kata-katanya, saya membeli satu botol perfumed oil dan langsung bersin bin tersedak begitu keras saat memakainya. Air mata saya langsung mengalir turun. Saya juga bingung, apakah reaksi ini terjadi karena ekstrak moonflower ataukah ekstrak ketumbar atau karena aroma lain yang rahasia. Apa pun itu, hal itu menyebabkan reaksi alergi bagi saya. Namun, setelah beberapa detik, Moonflower berubah menjadi segar seperti campuran aroma mentimun dan melon nan diikuti oleh campuran kesegaran bunga.

Tetapi saya selalu bersin bila memakai parfum ini hingga akhirnya, saya menguasai taktiknya.

Caranya adalah dengan mencubit hidung perlahan sehingga partikel tidak memasuki sistem respirasi tubuh saya. Langsung, semprotkan cepat. Kemudian, kabur ke tempat yang aman alias tanpa wangi parfum ini sehingga saya dapat bernapas dengan tenang.

Sayangnya, walaupun saya selalu bersin sampai tetes terakhir, tidak ada satu pun pujian yang diterima dari teman-teman, bahkan pacar. Hal ini memperkuat kesimpulan bahwa parfum ini tidak cocok dengan susunan kimia tubuh saya.

Kekurangan: parfum ini tidak berlangsung lama dan saya harus mengulang seluruh rutinitas 'semprot dan kabur' tersebut.

-------------------------------------------------------------
Date of Creation: 2000 – Floral Green
Top Note: Melon, Cucumber, Green Notes, Coriander, Gardenia
Heart Note: Moonflower, Cyclamen, Lily of the Valley, Lime Blossom
Base Note: Jasmine, Rose
Image : from thebodyshop.com

Monday, April 27, 2009

Perfume Review : Nina Ricci - Love in Paris

Suatu konsep cinta sulit untuk digambarkan. Apakah ini suatu kegilaan semata ataukah suatu obsesi ataukah suatu keinginan untuk memeluk seseorang / sesuatu dengan erat supaya tidak hilang? Atau, apakah itu emosi platonis kepada orang tertentu? Atau, apakah perasaan itu adalah mengenai hal yang terasa begitu murni sehingga kamu mau menukar segala sesuatu di dunia ini hanya untuk mendapatkannya sesaat?

Ada banyak definisi cinta bersama dengan banyak studi tentangnya. Namun, selama berabad-abad manusia mengalami kerinduan atas perasaan paling misterius di planet ini. Oleh karena itu, cinta adalah sesuatu yang paling berharga dan seperti kata pepatah, mampu membuat dunia berputar. Serius, saya yakin deh.

Bau dan aroma dapat membangkitkan emosi manusia. Apakah itu bau krim susu panas, atau uap beras, seikat bunga, rumput yang baru dipotong, daun sobek, kayu yang terbakar, masing-masing hal yang akan berhubungan dengan batin manusia yang paling perasaan bahagia dan kadang sedih juga.

Nah, inilah dia 'Love in Paris'. Bagi saya, inilah salah satu love potion terbaik yang pernah saya hirup.

Semburat kebahagiaan bertambah besar dalam hatiku saat pertama kali mengendus semprotan pertama. Kata-kata penuh bunga, kerlap malam berhias bintang-bintang. Aroma amber dan kesturi menguar di udara. Jembatan penuh orang bergandengan tangan termasuk saya dan pasangan saya juga sementara suara kembang api dan desir cahaya terang terlihat di langit. Love in Paris benar-benar membawa perasaan bahagia seperti jatuh cinta di kota paling romantis di dunia, jatuh cinta kepada kesatria berbaju zirah.

Ledakan bergamot, aprikot dan melati langsung menyerang hidungku diikuti oleh mawar. Oh, komposisi yang sempurna, parfum sempurna untuk berjalan-jalan di bawah langit malam musim semi. Atau, mungkin itulah wangi favorit saya. Ah, mendadak saya ingin memegang tangan kekasih saya lebih erat sambil merasa bahwa cinta kami adalah hal yang keren di dunia ini.

Setelah beberapa saat, seperti cinta itu sendiri, Love in Paris berubah menjadi wewangian bebungaan diimbuh sedikit aroma kayu hutan. Dengan kata lain, masih sensual tapi sedikit membosankan. Love in Paris halus namun agak datar. Menurut saya, ia membutuhkan sedikit booster yaitu nada atasnya yang menyegarkan. Bila saja, nada atas itu dapat terbawa hingga terakhir, tentunya lebih menyenangkan.

Yah, aku mungkin berusaha lagi untuk mendapatkan kembali tahap pertama jatuh cinta yang penuh hasrat memabukkan. Semoga Love in Paris dapat membantu membawa perasaan itu kembali.

-----------------------------------------------------------------
Top Notes: bergamot, angkak, mawar, persik, peony
Catatan Tengah: violet, melati, adas manis, aprikot
Base Notes: musk, kayu hutan
Tahun Pembuatan: 2004

Saturday, April 25, 2009

Perfume Review: Oceanus from The Body Shop

Bayangkan rasanya berbaring di pasir pantai di mana angin panas dari laut membawa udara segar dan matahari bersinar cerah. Sebuah keranjang buah matang tertata rapi di samping seikat karangan bunga dan terlihat sangat indah dipandang. Waktu berdiri diam.

Dibuka oleh aroma ozon dan lily air, Oceanus dengan cepat berpindah bunga lili dari jenis lain serta campuran bunga segar yang terus terang, susah saya bedakan satu sama lain. Rasanya saya telah dibawa ke tempat lain di mana burung camar berkuak dan berang-berang melompat-lompat di sekitar saya. Bahkan, bagi pecinta lautan seperti saya, hal ini rasanya terlalu indah. Nah, ketika wangi dasarnya muncul, wangi kesturi memperkuat wangi buah beri sementara wangi cendana penuh mengembang.

Saya jatuh cinta pada parfum ini. Lucunya, hal yang terbaik selalu terjadi saat kamu mengharapkan dengan sungguh-sungguh. Atau, paling tidak, saya yang berharap begitu besar. Seorang teman wanita memberi saya krim tubuh beraroma Oceanus yang pernah diberikan oleh ibu mertuanya. Dia tidak suka wanginya tetapi masih mendapatkan krim itu sebagai hadiah ulang tahun. Mulai sekarang, saya pikir saya harus memasukkan tanggal lahirnya ke dalam agenda saya sebagai pengingat pribadi. Siapa tahu, ibu mertuanya memberi barang-barang lain yang tidak dia suka tetapi saya cinta.

Kekurangan parfum ini adalah wanginya tidak bertahan lama.

---------------------------------------------------------------
Top Notes: Water lily, ozonic
Heart Notes: Violet, Rose, Geranium, Jasmine, Lily of the Valley
Base Notes: Musk, Berries, Sandalwood
Image : from The Body Shop website

Sunday, April 19, 2009

Perfume Review Bvlgari Omnia


Apa siy definisi dari kesuksesan di kota-kota kosmopolitan?

Sebagian orang akan mengatakan banyak uang, rumah, mobil, karir bagus dan relasi yang sejibun. Tetapi, tentu saja ada waktu yang dikorbankan.

Cukuplah dengan curhat saya. Ini lho, ada parfum yang sangat saya suka. Namanya Omnia dari Bvlgari. Seperti biasa, Bvlgari perfume adalah wewangian yang dapat dikategorikan elegan dan seksi. Beberapa di antaranya unik dan susah dicari bandingnya di pasaran parfum. Salah satunya yang ini.

Tertarik dengan bentuk botolnya yang lucu, saya langsung mencari ke toko sewaktu parfum ini pertama kali keluar di tahun 2003. Halah, mahal sekali! Putar otak dulu, bagaimana caranya melakukan review terhadap parfum ini kalau begitu ya.

Ada akal! Bilang saja ke pacar! Dan, ternyata benar, saya dibelikan parfum ini sebagai hadiah! Oh, saya senang sekali. Ternyata, semprotan pertama sangat mengecewakan. Aroma jahe yang sangat kental langsung menyabet hidung saya. Duh! Saya pikir, mungkin aroma tengahnya agak menyenangkan. Wah, ternyata tidak juga! Amit-amit malah iya (saat itu, sih). Soalnya, wangi kayu manis, sih. Siapa yang suka berbau kayu manis sepanjang hari. Tetapi tidak apa, pikir saya. Tunggu punya tunggu, wangi akhir yang cantik dan sensual muncul yaitu wangi coklat dan cendana.

Jangan salah, butuh waktu 3 tahun buat saya agar mulai menyukai parfum ini. Selama itu, saya simpan saja parfum ini baik-baik di lemari dan sibuk mengejar karir saya dengan memakai parfum lain. Ah, akhirnya datang juga saat itu, saat saya sudah mampu memakai blazer mahal dan melakukan presentasi di hadapan bos besar, lengkap dengan sepatu but lancip mengkilap. Dan, tebak, parfum inilah satu-satunya aksesori saya yang paling pantas dan understated untuk di kantor.

Selamat datang di kehidupan - karir - kosmopolitan.

-----------------------------------------------------------------
Date of Creation: 2003 – Oriental Spicy
Top Note: Mandarin orange, saffron, ginger, cardamom
Heart Note: Masala spiced tea, lotus flower, clove, cinnamon
Base Note: White chocolate, Indian wood, sandalwood

Sunday, April 12, 2009

Perfume Review: CH by Carolina Herrera


Merah adalah warna favorit saya. Itu sebabnya saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap wewangian ini. Lebih tepatnya, terobsesi. Bolak-balik saya berkada pada diri sendiri,”Masakan beli parfum lagi? Bukankah sudah banyak sekali di lemari kamu.” Tetapi bagaimana caranya mencegah godaan ‘sesat’ atas iri hati dan dengki yang tiba-tiba muncul dalam pikiran saya bilaman ada orang lain yang mengenakan parfum ini jauh sebelum saya. Akhirnya, kartu saya merayu mesin ATM untuk mengeluarkan sejumlah kertas berharga. Saya langsung lari ke toko langganan dan membeli sebotol kecil miniatur CH. Sumprit, saya belum mampu (dan tidak mau) membeli botol yang besar. Susah menghabiskannya.

Seperti yang saya bayangkan, CH adalah parfum yang cantik, secantik botolnya. Saya tidak terlalu peduli apakah parfum ini adalah gambaran yang tepat mengenai New York. Dan, tidak mau tahu juga apakah – sesuai iklannya di majalah wanita – parfum ini adalah imaji Carolina Herrera, Jr mengenai pengejawantahan masa kecilnya. Yang saya tahu dan pikir adalah bahwa surga sangat dekat! Dan, itu terjadi saat saya menghirup parfum ini. Ledakan aroma buah, yang terdiri atas komposisi grapefruit dan melon, menemani perjalanan fantasi saya ke masa kecil yang indah. Apalagi setelah wangi lainnya keluar: duh, seperti makan biskuit Monde dengan krim lemon di tengahnya. Senyum saya tidak pernah berhenti menghias bibir: oh, masa kecilku yang bahagia, dimana susu dan kue sudah cukup untuk hidup kaya raya. Setelahnya, komposisi praline dan bergamot menyusul, sama indahnya juga.

Setengah jam berlalu. Lho, kok wanginya jadi biasa saja, hanya sedikit melati dan mawar. Tunggu punya tunggu, tiba-tiba muncul wangi kayu manis dan kasmir menyelimuti wewangian bunga tadi. Saya terkejut. Sangat sempurna, pikir saya. Rasanya seperti mengelus kehalusan beludru: elegan nan lembut. Saya cinta beludru dan kasmir, apalagi bila suatu parfum mampu menggambarkannya dengan sangat tepat.

Setelahnya, muncul wangi kayu yang sangat anggun.
CH benar-benar sesuai dengan imaji yang hendak ia bangun: indah, elegant, bebas, carefree dan sensual.
------------------------------------------------------------------
Top Notes: bergamot, grapefruit, sicilian lemon, melon
Middle Notes: praline, bulgarian rose, jasmine sambac, orange blossom, cinnamon
Heart Notes: leather, cashmere, sandalwood, cedar wood, patchouli, amber, musk
Year of Launching: 2007

Friday, April 03, 2009

Perfume Review: 212 Sexy by Carolina Herrera


Seorang teman misuh-misuh memaksa saya untuk mencarikan parfum 212 Sexy dari Carolina Herrera. Glek! Mana saya tahu dimana membelinya secara mencari parfum diskon di Jakarta semakin sulit, euy. Lagipula, masakan memiliki 212 yang pertama kali keluar saja sudah cukup, bukan? Tapi, bukan perfumista sejati namanya kalau rasa ingin tahu tersebut dipendam saja. Jadi, saya bergerilya kesana kemari mencari parfum ini. Lho, kok ketemu!

Botol 212 Sexy masih persis bentuknya dengan emaknya (btw, mengapa saya panggil emak-nya, bukan nenek-nya, kakek-nya, penting ga siy) yaitu 212. Hanya, warnanya sekarang merah jambu malu-malu. Dan, tetap saja botolnya terbagi dua, yang disatukan oleh semacam silinder metal dengan tulisan merek Carolina Herrera.

Wangi pertama yang saya hirup adalah kesegaran citrus dengan sedikit sentuhan pink pepper. Unik juga, pikir saya, dan sangat elegan. Sayangnya, kekaguman tersebut segera memudar dengan sangat cepat begitu aroma tengah parfum ini nongol secara yang terhirup lagi-lagi (!) adalah wangi permen cotton-candy dan vanilla. Banyak bgds deh parfum model begitu. Saya akui siy, saya suka! Hihihihi…

Pada saat yang sama, saya juga menemukan wangi bunga, campuran antara mawar dan gardenia. Wanginya mirip sabun yang feminin dan lembut sekali. Bercampur dengan wangi vanilla tadi, terciptalah suatu keharmonisan yang sensual, seperti undangan menghabiskan malam bercakap-cakap penuh arti di bawah rembulan penuh.

Ah, saya cinta parfum ini. Apalagi, karena parfum ini tidak berat dan sangat mungkin dipakai di udara musim panas Jakarta.
Menurut kamu bagaimana?
-------------------------------------------------------------
Top Notes: pink pepper, jeruk mandarin, bergamot
Middle Notes: cotton candy like notes, geranium, gardenia
Base Notes: musk, vanila
Year of Creation: 2005