Pages

Perfume Review: White Musk from The Body Shop

"Sepotong kelembutan beludru yang cocok bagi setiap wanita dan untuk setiap momen berharga. Sensual selamanya.. "

Atau, minimal itulah yang saya harapkan dari parfum ini bila mendengarkan dengung dan bisikan orang-orang pecinta White Musk.

Top Notes: Velvety musk, Floral lily, Kenanga, galbanum dan basil
Heart Notes: Velvety musk, melati oriental, Floral lily, Rose
Base Notes: Vanili, Amber, Nilam, Oakmoss, Vetiver, sedikit wangi persik
Gambar: dari situs The Body Shop

Saya setuju dengan Anita Roddick, White Musk ini klasik, sensual, love-and-hate-perfume. Semua aroma lain tersembunyi di balik wangi kesturi sintetik yang murni bagai beludru membelai kulit. Tercantum sebagai salah satu wewangian terbaik bagi konsumen banyak oleh BaseNotes, parfum yang satu ini memang benar-benar suatu keharusan untuk tersedia di setiap lemari wanita. Atau, minimal patut dicoba deh. Bila kamu menggunakannya selama masa subur maka orang-orang akan tergila-gila. Tetapi, bila kamu menggunakan selama periode datang bulan, percayalah, mereka akan membenci Anda.
Sebuah saran dari saya, jangan pernah menggunakan yang satu ini, kecuali kamu bisa tahan atas komentar dan reaksi seperti di bawah ini.


Pertama, saya pernah memilih aksesoris di kios pinggir jalan, si wanita penjualnya ingin bertukar aksesoris sebanyak yang saya inginkan dengan parfum sensual ini. Ia bilang ia ingin mekainya untuk membuat suaminya 'bahagia' pada pertemuan malam ini. Glek...

Kedua, seorang teman ingin menukar baju butik barunya dengan parfum ini atau boleh juga dengan traktiran makan 'ayam penyet' lezat untuk petunjuk dari nama parfum ini.

Ketiga, seorang rekan kerja cepat menutup lubang hidungnya ketika saya duduk di sampingnya dan memberikan komentar buruk, "Kamu tidak mandi selama seminggu? Kamu bau ketiak." Halah, saya memakai seri lengkap dari White Musk, mulai EDT hingga pelembab tubuh.

Keempat, bos saya dari kantor meiliki selera atas wanita cantik berkulit putih bening. Dia kaya, lho, walau agak flamboyan. Dan, selalu memandang saya sebelah mata. Nah, suatu hari dia berkomentar ketika saya berjalan melewatinya, "Kamu wangi sekali seperti baru saja melangkah keluar dari pancuran air panas. Kamu tidak pernah sewangi ini sebelumnya." Gairah terlihat di matanya. Dia bahkan mengikuti saya turun ke ruang fotokopi dan terus mengajak saya mengobrol. Duh, saya terkejut dan bukannya tersanjung malahan menjadi ketakutan.

Keputusan diambil: cukuplah sudah! Saya tidak akan menggunakan White Musk pernah lagi.

0 comments:

Post a Comment