Sunday, March 29, 2009

Perfume Review: White Musk from The Body Shop

"Sepotong kelembutan beludru yang cocok bagi setiap wanita dan untuk setiap momen berharga. Sensual selamanya.. "

Atau, minimal itulah yang saya harapkan dari parfum ini bila mendengarkan dengung dan bisikan orang-orang pecinta White Musk.

Top Notes: Velvety musk, Floral lily, Kenanga, galbanum dan basil
Heart Notes: Velvety musk, melati oriental, Floral lily, Rose
Base Notes: Vanili, Amber, Nilam, Oakmoss, Vetiver, sedikit wangi persik
Gambar: dari situs The Body Shop

Saya setuju dengan Anita Roddick, White Musk ini klasik, sensual, love-and-hate-perfume. Semua aroma lain tersembunyi di balik wangi kesturi sintetik yang murni bagai beludru membelai kulit. Tercantum sebagai salah satu wewangian terbaik bagi konsumen banyak oleh BaseNotes, parfum yang satu ini memang benar-benar suatu keharusan untuk tersedia di setiap lemari wanita. Atau, minimal patut dicoba deh. Bila kamu menggunakannya selama masa subur maka orang-orang akan tergila-gila. Tetapi, bila kamu menggunakan selama periode datang bulan, percayalah, mereka akan membenci Anda.
Sebuah saran dari saya, jangan pernah menggunakan yang satu ini, kecuali kamu bisa tahan atas komentar dan reaksi seperti di bawah ini.


Pertama, saya pernah memilih aksesoris di kios pinggir jalan, si wanita penjualnya ingin bertukar aksesoris sebanyak yang saya inginkan dengan parfum sensual ini. Ia bilang ia ingin mekainya untuk membuat suaminya 'bahagia' pada pertemuan malam ini. Glek...

Kedua, seorang teman ingin menukar baju butik barunya dengan parfum ini atau boleh juga dengan traktiran makan 'ayam penyet' lezat untuk petunjuk dari nama parfum ini.

Ketiga, seorang rekan kerja cepat menutup lubang hidungnya ketika saya duduk di sampingnya dan memberikan komentar buruk, "Kamu tidak mandi selama seminggu? Kamu bau ketiak." Halah, saya memakai seri lengkap dari White Musk, mulai EDT hingga pelembab tubuh.

Keempat, bos saya dari kantor meiliki selera atas wanita cantik berkulit putih bening. Dia kaya, lho, walau agak flamboyan. Dan, selalu memandang saya sebelah mata. Nah, suatu hari dia berkomentar ketika saya berjalan melewatinya, "Kamu wangi sekali seperti baru saja melangkah keluar dari pancuran air panas. Kamu tidak pernah sewangi ini sebelumnya." Gairah terlihat di matanya. Dia bahkan mengikuti saya turun ke ruang fotokopi dan terus mengajak saya mengobrol. Duh, saya terkejut dan bukannya tersanjung malahan menjadi ketakutan.

Keputusan diambil: cukuplah sudah! Saya tidak akan menggunakan White Musk pernah lagi.

Friday, March 27, 2009

Perfume Review: Spirit Night Fever by Antonio Banderas

Banderas adalah nama yang maskulin. Ehm, sebenarnya sih, orangnya yang maskulin. Bila Antonio Banderas dinamai Antonio Bejo atau Antonio Tukijan, tetap saja orangnya maskulin dan …yummy… Dan, karena dia (menurut saya, loh) termasuk anggota perkumpulan sexiest man alive, saya tentu saja langsung setuju dengan line parfum dari Mr. Banderas, terutama karena dia memilihkan Spirit Night Fever untuk saya pribadi. Ya minimal rasanya seperti itu.

Parfum ini termasuk dalam kategori floral-oriental. Artinya: wanginya (seharusnya) sensual. Sayangnya, kebalikannya yang terjadi. Oke, memang parfum ini sensual bila orang lain mampu mencium wanginya. Ndilalah, mau disemprotkan berapa banyak sekali pun, yang mampu menghirup wanginya hanya saya, orang lain tidak. Sudah saya tes, dengan menyemprot 5x, tetapi setiap kali melewati teman saya yang sangat alergi dengan parfum, dia menoleh pun tidak.

Jadi, bila kamu membutuhkan parfum yang sangat lembut, misalnya dalam bila mau bertemu mertua galak, boleh deh memakai parfum ini secara wangi akhirnya cukup lembut nan seksi yaitu campuran vanilla dan cendana. Tetapi, bila ingin membuat kesan sensual terhadap orang lain, wah sebaiknya mencari parfum lain.
PS: atau mungkin karena harganya terlampau murah ya untuk ukuran Mr. Banderas.

Tuesday, March 17, 2009

Perfume Review: Benetton - Sport for Men

Ulasan lain untuk Benetton? Lagi?
Maaf, saya tidak tahan! Saya selalu senang mendapatkan barang murah: Rp 120.000 di salah satu toko online.

Kisaran parfum Benetton selalu lengkap mulai dari bunga-bunga halus ke wangi yang sporty. Belum pernah saya menemukan yang anggun, sayangnya. Namun, melihat tipe penggemar Benetton yang selalu aktif, ya tentu membutuhkan parfum eksklusif tetapi tetap menyenangkan untuk digunakan di cuaca panas.

Jadi, saya memutuskan untuk mencoba Sport for Men. Mengapa? Karena aku mencuri parfum pacar saya, hehehehe.

Diluncurkan pada tahun 1999 (menurut Basenotes), Sport for Men adalah wangi yang dapat dikategorikan sebagai wangi citrus.

Semprotan pertama menghentak saya dengan aroma jeruk nipis dan lemon yang sangat cocok digunakan untuk aktivitas luar ruang dan sama sekali tidak ofensif ketika digunakan dalam ruangan, misalnya bila berada di sebuah pusat kebugaran. Setelah setengah jam, aroma bunga keluar, sangat mirip dengan kembang sepatu di kebun saya. Saya agak bingung juga mengapa pria perlu wangi kembang sepatu di cologne mereka walaupun bau parfum ini tetap cocok juga. Apalagi bila pria kamu terbiasa berbau cengkeh atau tembakau seperti pacar saya.

Nah, setelah itu, here comes the tricky part:
a. Bila aku pakai selama masa menstruasi: nada dasar vetiver memancar, membuatku berbau maskulin.
b. Bila aku pakai di luar waktu menstruasi: wangi kembang sepatu tersebut bertahan lama.

Oleh karena itu, saya mengklasifikasikan Sport for Men ke dalam salah satu parfum yang menarik. Dan, oh, aku juga suka botolnya yang berselimutkan karet abu-abu tersebut. Rasanya begitu rapi namun aman terutama ketika tidak sengaja tanganku selip dan botolnya hampir jatuh ke lantai.

Tuesday, March 10, 2009

Perfume Review: Green Tea Scent Spray by Elizabeth Arden

Tadinya saya kira, yang namanya Scent Spray itu seperti EDP. Maksudnya, berdaya tahan lama. Ternyata, boro-boro. Baru saja disemprot, wanginya terbang. Persis seperti memakai body splash. Tidak ada aroma wewangian yang kompleks yang biasanya terbangun setelah beberapa menit disemprotkan. Tetapi, Green Tea ini memang sangat menenangkan. Wangi atasnya menstimulasi syaraf karena terdiri dari lemon/bergamot beku serta peppermint yang ringan jernih. Setelah itu, seledri bercampur melati kerap menyusul mendinginkan parasaan. Penuh energi, wangi oakmoss bercampur kesturi tinggal sebentar dan secara perlahan menghilang, apalagi di cuaca panas.

Karena tidak tahan lama, saya selalu menyelipkan botol besar kemana-mana untuk mengaplikasikan ulang setiap tiga jam sekali. Capai juga tapi cukup layak dikerjakan. Hmm, minimal hingga suatu hari, teman saya berkata,”Hey, kamu pakai juga. Aku membelikan Green Tea, lho, untuk ibu mertuaku yang super bawel!”

Duh!

---------------------------------------------------------------------
Date of Creation: 2000; dalam kategori Citrus Aromatic
Top Note: Bergamot, Lemon, Orange, Peppermint
Heart Note: Rhubarb, Jasmine, Celery Seeds, Carnation
Base Note: Oakmoss, Amber, Musk

Saturday, March 07, 2009

Perfume Review: Green Tea Summer by Elizabeth Arden

Karena dihadiahkan oleh Female Magazine, saya agak meremehkan hirupan pertama yang langsung dari botolnya. Memang, wanginya agak sedikit aneh pertama kali seperti rambut 'gosong' terbakar matahari setelah main berpanas-panas di lapangan. Ternyata, setelah disemprotkan, wanginya seindah surga (duh, kayak saya tahu saja indahnya surga!). Dengan lega, saya mengikuti keindahan buah-buahan yang tersaji di depan hidung saya sambil bermimpi sedang berjemur di pantai, di bawah payung besar. Segelas pina colada di tangan kanan plus shade D & G.

Lalu, bagaimana dengan bau rambut gosong tadi?

Ah, itu hanya bukti bahwa kulit saya sudah berwarna tan tercium matahari, terjilat angin laut sedemikian rupa hingga bekasnya masih terasa menggarami kulit saya.

---------------------------------------------------------------------
Top Note: Black Currant, Lemon, Tangerine
Heart Note: Cyclamen, Water Lily, Watermelon, Passion Fruit
Base Note: Musk, White Amber, Solar Note

Tuesday, March 03, 2009

Perfume Review: Too Feminine by Etienne Aigner

Semasa kecil, saya mengoleksi kertas surat. Maklum, zaman itu internet belum memasyarakat sehingga yang musim adalah berkiriman surat dengan sahabat pena. Dalam tumpukan koleksi kertas surat itu, ada satu set yang sangat saya suka. Warnanya biru. dengan gambar seorang gadis cilik duduk di atas daun besar di atas kolam. Dan, wanginya..sangat tak terlupakan. Lembut, manis, seperti permen.

Hingga saat ini, saya masih saja mencari memori tersebut di seantero jagat perwangian. Seorang penjual di toko SAGAS menyarankan untuk membeli Gift Set terbaru dari Aigner berisi botol 60ml EDP Too Feminine dan pelembab tubuh 50 ml.

Dia bilang,”Wanginya seperti melati segar! Harganya juga murah, hanya Rp 280,000,-”

Saya senang sekali. Wangi masa kecil saya kembali! Aroma atas dari parfum ini seperti sirup, manis dengan topping buah-buahan. Sayangnya tidak bertahan lama. Dan, tanpa peringatan apa-apa, aroma tersebut berubah menjadi campuran melati dan sweet pea yang lembut, melankolis walau sedikit terlalu manis. Dan, di saat akhir, ndilalah tidak disangka-sangka, wangi amber samar-samar keluar, begitu lembut dan indah.

Menurut saya, parfum ini sebenarnya dirancang dengan sangat hati-hati dan penuh dengan komposisi bahan yang cukup kompleks. Setiap aroma sangat dominan dan sebenarnya dapat berdiri sendiri sehingga agak sulit juga menentukan karakteristik parfum ini. Menyesal, saya tidak dapat menemukan secara teliti kesemuanya, termasuk favorit saya bunga magnolia. Tetapi, saya tetap cinta Too Feminine! Dan, saya akan menjadikannya sebagai pengganti parfum lama saya yang beraroma Vanilla-Amber. Walaupun, setelah dipikir ulang, lho kok saya sekarang seperti sirup Marjan berjalan ya.

----------------------------------------------------------------------
Top Note: Passion Fruit, Watermelon, Raspberry, Grapefruit
Heart Note: Indian Tuberose, Tunisian Orange Blossom, Egyptian Jasmine, Chinese Magnolia, Parma Violet
Base Note: Oak Moss, Vetiver, Iris, Sandalwood, Amber, Musk
Year of Launching: 2006

Sunday, March 01, 2009

Perfume Review: Benetton - Energy

Yah, aku memang membutuhkan banyak energi akhir-akhir ini sehingga aku pergi untuk mencoba beberapa tetes wewangian terbaru dari Benetton, Energi baik untuk yang pria maupun wanita. Botolnya kelihatan bagus untuk musim panas, berwarna putih dan oranye untuk wanita serta putih dan biru untuk pria. Di bawah ini adalah apa yang saya pikirkan.

Benetton Energy Women
Satu semprot saja dan aku terbawa pergi ke tempat di mana matahari selalu bersinar cerah, burung berkicau, dan angin membelai lembut. Dan di sana saya dapat mengambil keranjang yang penuh dengan jeruk dan persik dan piring berisi satu sekop es krim vanilla. Aku duduk di dekat sungai, membaca komik, menggapai buah dan mencelupkannya ke dalam es krim. Singkatnya, parfum ini adalah menyenangkan bagi jiwa-jiwa muda nan bebas.

Sekarang datang versi pria ...

Yikes!
Double Yikes!
Triple Yikes!

Aku tidak pernah mengerti mengapa orang menciptakan parfum ini yang merupakan versi murahan campuran antara kesegaran Dunhill Pursuit dan gelapnya Salvador Dali. Sesungguhnya, campuran tersebut cukup aneh. Dan, kalau dilihat dari iklan Benetton, saya mendapat kesan bahwa parfum ini seharusnya diperuntukkan bagi remaja pria berjiwa hidup, yang selalu berpikir ia akan hidup selamanya.

Singkatnya, aku mual sekali sewaktu mengendus Benetton Energy for Men. Aku hampir pingsan dan harus minum secangkir besar teh panas dan bahkan hingga nekat menyelipkan biji kopi di salah satu lubang hidung aku! Kacau bgds ga, siy. Aku bergidik bila memikirkan berada di dekat orang yang memakai parfum ini. Duh, mengapa Benetton jadi begini. Biasanya parfum mereka cantik, lho, dengan harga yang terjangkau lagi. Ah, tapi ya sudahlah, parfum kan sangat personal, siapa yang tahu ternyata ada yang cocok memakai parfum ini.

-------------------------------------------------- -------------
Tanggal Pembuatan: 2008
Gambar: diambil dari Benetton.com

Versi Wanita:
Top Notes: jeruk, kismis merah, putih persik
Heart Notes: nilam, rose, lily of the valley, peoni
Base Notes: vanili, cendana, amber

Manusia Versi:
Top Notes: kemangi, nanas, adas manis, lemon
Heart Notes: ketumbar, lavender, Tonka bean, lada hitam
Base Catatan: cedarwood, nilam, vanili