Thursday, February 19, 2009

Perfume Review: Virtuessence of Esther by Virtue and Valor

Queen Esther said when she must save her people and went to Great Persian King Ahasuerus, without his summons, which meant death for her, “….And so will I go in unto the king, which is not according to the law: and if I perish, I perish.”

To be frank, I almost cry smelling this perfume oil. Never in my life, I found a scent so beautiful, richly complex, deeply motivating. A fragrance that transform me into another dimension when women are praised high, not only for mere beauty nor sensuality - but for her good attitude, her courage to stand for the poor and her good deed.

Seperti simponi dari suatu orkestra andal, setiap aroma berbunyi selaras. Pertama, kesegaran kenanga merebak dan segera ditingkahi berkas-berkas jeruk yang berteriak di sana sini. Jarang sekali saya menemukan – ataupun suka - kenanga dijadikan wangi awal karena wanginya agak mencolok.
Tidak lama, wangi bubuk kayu manis bangkit mendominasi, diperindah dengan wangi cengkeh. Untuk sesaat, saya tersenyum, ingat kebiasaan saya yang membubuhkan bubuk kayu manis banyak-banyak di setiap cangkir kopi panas Starbucks.

Mengalun perlahan, lembutnya melati menyelimuti saya seperti awan memabukkan, seperti kabut mengelilingi puncak gunung. Segar, menenangkan, dan membangkitkan keanggunan perempuan sejati dari dalam diri. Talk about a lady’s inner beauty; I felt like a princess running in my English garden, wearing my stunning ball gown, full of spirit of life.
Di tengah menikmati keharuman melati, wangi kemenyan/dupa naik, bercampur dengan wangi cendana. Rasanya seperti dilempar ke suatu sore yang cerah, di gereja mungil dekat kos saya dulu. Kami terpaksa ikut Misa Paskah terakhir, dalam bahasa latin. Walau tidak mengerti apa pun, dan terpaksa lirik kanan kiri untuk melihat kapankah waktu berdiri/duduk/berlutut, misa terasa spesial dan khidmat. Wangi dupa saat imam memberkati pengunjung yang jumlahnya dapat dihitung jari, membekas di ingatan saya.

Secara keseluruhan, parfum ini sangat kompleks. Berjam-jam setelah semprotan pertama, setelah wangi tersebut bereaksi dengan susunan kimia tubuh, muncul wangi yang berbeda di setiap bagian tubuh. Yang menguar dari tubuh bagian tengah adalah manisnya amber bercampur dupa. Sedangkan di punggung tangan, wangi melati dan kayu manis masih bertahan, dengan vanilla mengintai diam-diam di belakang. Pergelangan tangan saya malah wanginya tercampur baur. Sinkronisasi terjadi lama setelah itu, ketika wangi musk dan vanilla lembut berpadu seperti kulit kedua.
Parfum ini bukan jenis yang sensual. Sudah 4 orang teman pria saya tanya, komentar mereka macam-macam,”Elegan,” atau,”Hmm, menarik, jadi ingat waktu keliling Eropa,” atau,”Wanginya lembut ya, kayak wangi baby oil-nya anak gue,” hingga,”Eh, kok kamu wangi cinnamon roll, mending kita ngupi-ngupi dulu yuks di Pain de France.” Hiyaaa !!!
Hemat saya, parfum ini lebih tepat digunakan untuk acara keagamaan, acara keluarga, ke kantor/sekolah, walau tetap cukup lembut untuk kegiatan luar ruangan seperti piknik dan outbound. Btw, kalau sedang stress dan ketakutan karena akan menghadapi rapat penting, atau pikiran buntu padahal harus membuat tulisan dan dokumen, berarti parfum ini juga cocok. Entah kenapa, herannya kok ya wanginya membangkitkan semangat dan inspirasi saya hari ini, untuk menjadi perempuan yang lebih kuat, seperti Joan of Arc, seperti Cut Nyak Dien, atau seperti Ratu Esther.

Catatan Montie :
o Ratu Esther yang menginspirasikan parfum ini bukanlah Ratu Esther yang sama dengan yang dilukiskan oleh film “One Night with the King”, terutama saat adegan Ratu Esther menghadap Raja Ahasyweros tanpa diundang. Keberaniannya mungkin sama, tapi pakaian yang digunakan ratu dalam film kok terlalu mengundang ya, dan sangat tidak mencerminkan cerita sebenarnya dalam alkitab.
o Parfum (USD 70) dapat dibeli secara online di Virtue & Valor, Inc, Port Orchard, US, a niche perfumery, www.virtueandvalor.com. Pembayaran menggunakan mekanisme Paypal. Pengiriman sampai dalam waktu seminggu.

Top notes : Lily, Jeruk, Kenanga
Middle notes : Kayu Manis, Jahe, Melati, Cengkeh
Base notes : Vanili, Amber, Musk, Nilam, Kemenyan/Dupa, Kayu Cendana
Image : diambil dari www.virtueandvalor.com

No comments:

Post a Comment