Perfume Review: Vetiver Hombre by Adolfo Dominguez

"Are you tired, Mom?" I asked.
"Nope. Don't worry about whether I am tired. You should be more worried of whether I am smelly," she smiled happily and wiped her back with a fresh Gatsby bronzed-orange wet tissue.

Kami sedang berada di kereta api kelas ekonomi jurusan Malang-Jakarta, dalam perjalanan pulang berdua sehabis Lebaran. Perjalanan memakan waktu 24 jam karena ada kereta yang mogok dan menghambat jadwal yang lain. Orang penuh berjubel hingga ke toilet, belum lagi penjual nasi rames dan dompet kulit bercorak batik yang keukeuh, walau kita sudah bilang ga mau (dan ga bakal!) beli. Bermacam-ragam bau (keringat, bedak bayi, kopi basi, debu) menguar di udara. Saya misuh-misuh atas ide Mama yang keukeuh menghemat uang dan naik kereta ekonomi begini (kalau tidak salah, harga tiketnya masih Rp 11,000). Katanya, untuk tabungan uang kuliah saya. Sempat saya melirik kondisi Mama yang awut-awutan (tapi tetap cengar-cengir), beda sekali dengan keseharian beliau yang selalu rapi dan bisa mandi 5 kali sehari. Lalu, beliau sibuk melap tengkuk dan punggung saya dengan tisu Gatsby. Kaki kami bengkak dan sakit, tapi perasaan kami senang.

Saat vial Vetiver Hombre sampai, isinya tinggal setengah. Saya skeptis. Ternyata, semprotan pertama - campuran kesegaran lavender dan kecutnya rasa jeruk nipis dari neroli/bergamot - langsung mengingatkan saya pada Mama dan tisu Gatsby-nya. Indah, seindah kasih Mama saya. Wangi itu terus bertahan, mengalahkan wangi tengah (cengkeh dan pala) yang seharusnya muncul. Syukurlah. Saya sedang tidak mood menghidu cengkeh.

Lama sekali, wangi Gatsby ini melapisi tubuh saya. Perlahan, wangi akar-wangi muncul berpadu sedikit kayu. Wanginya segar menenangkan persis seperti wangi tanah. Bukan wangi tanah kering melainkan wangi tanah yang meruap naik saat tetesan air hujan pertama membasahi tanah. Ah, wewangian yang indah. Segalanya tepat sesuai dengan keinginan saya.

Marisa from Mybutik.com, thanks for sharing me your half-used vial of this rare scent. It really means a lot.

Top Notes : minyak lavender, neroli, bergamot
Middle Notes : cengkeh, pala
Base Notes : aroma kayu, kesturi, vetiver (akar-wangi)
Picture : taken from ebay seller onsalesshoes
Date of Creation : 1998

- malam ini, Montie sudah menghabiskan 1/4 vial. entah kenapa, terlepas dari wanginya yang kecut dan tajam, Montie malah merasa rileks dan mengantuk. apa karena pengaruh lavender ya, atau karena pengaruh vetiver yang seperti wangi tikar? xixixixi-

Comments

Popular Posts