Perfume Review: True Rose by Woods of Windsor

Sekuntum mawar mekar adalah pemandangan indah bagi saya. Wanginya juga selalu sukses membawa kebahagiaan bagi saya. Bahkan, dalam penyembuhan holistik, bau mawar adalah salah satu sumber ketenangan dan biasanya digunakan dalam terapi aroma.

Hal inilah yang saya harapkan dari wewangian True Rose. Akhirnya memang jadi kenyataan. Wewangian ini hanya terasa mawar saja di hidung saya, tidak ada geranium atau freesia. Sayangnya, keharuman ini tidak tahan lama. Saya mesti menyemprotkan ulang setiap dua atau tiga jam. Akibatnya dapat ditebak, satu botol cepat sekali habis. Ya tidak apa, asalkan tujuan utama untuk mencari ketenangan dapat terlaksana.

Lucunya, bila saya pergi ke Plaza Indonesia, ada satu toko Lovely Lace yang sepertinya bermandikan parfum True Rose, hanya saja sedikit berbalur wangi bedak. Jadi, saat botol saya sudah tiris, tinggal pergi melewati toko ini saja. Rasanya sama seperti membaui wangi kesayangan saya.

Notes: aroma soliter dari mawar, freesia, geranium
Tahun Peluncuran: sekitar 1800-an

Comments

  1. mbak saya juga suka,..tapi skr di Indonesia beli dimana ya ? dulu ada di guardian...sekarang udah gak ada lagi

    ReplyDelete
  2. iya nih, mencarinya memang sudah susah dimana-mana..

    ReplyDelete
  3. sama donk aku jg punya true rose..dan aku jg seneng yang forget me not body spraynya lembut banget..

    ReplyDelete
  4. mbak montie, parfum ini wanginya sama spt parfum woods of windsor yg beredar tahun 1996 itu gak ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts