Monday, February 23, 2009

Perfume Review: Nina by Nina Ricci

Bentuk botol yang sungguh menggoda! Entah kenapa, saya selalu tergila-gila dengan botol berbentuk apel walaupun sedikit merepotkan saat membawanya di tas. Nah, botol Nina dari Nina Ricci ini salah satunya: bikin repot tapi menggemaskan. Desain botol ini sendiri merupakan interpretasi ulang dari botol lawas Fille d'Eve besutan tahun 1952.

Nina adalah parfum bernuansa muda, lezat, manis sekali seperti toffee sehingga saya hampir saja melahapnya. Jangan salah, Nina juga segar dan – apa ya, sulit juga melukiskannya – menggiurkan. Aroma atas Nina sangat renyah dan tepat melukiskan pengalaman kita saat memotong lemon dan jeruk nipis. Kesegaran ini segera bercampur dengan aroma tengah yang terdiri dari apel, peony, dan praline. Ah, saya cinta! Rasanya seperti makan biskuit beroleskan krim lemon. Garing nan enak. Apalagi ditambah susu coklat panas. Sayangnya, wangi kayu dalam komposisi aroma bawah Nina tidak pernah keluar. Atau, mungkin juga hidung saya mengunci hanya aroma atas dan tengah yang memabukkan itu.

Satu hal yang saya rasa, kekuatan parfum ini luar biasa. Jadi satu atau dua tetes saja rasanya sudah cukup. Masalahnya, saat saya pertama kali memakai, matahari bersinar sangat panas, udara terik dan berat karena tidak ada angin mengalir. Segera kakak perempuan saya menjauh dan mengeluh,”Aduh, wangi kamu membuat kepala saya pusing. Kental sekali. Awas, jangan berani dekat saya!” Salah saya juga sih. Pelembab tubuh beraroma Nina juga saya pakai padahal itu saja sudah wangi sekali. Kalau ditambah setetes parfum, jadinya: mematikan.

Untunglah, saya hanya memiliki botol mini dari parfum ini. Itupun didapat dari suatu acara bersama majalah Female. Ceritanya, Nina Ricci berniat meluncurkan parfum ini dan mengundang pembaca setia Female untuk menghadiri pembukaan konter di Department Store Sogo. Setelah memberikan kupon kepada deretan pramuniaga cantik, parfum tersebut diluncurkan. Bukan, bukan dengan acara yang keren melainkan hanya dengan sekedar membacakan kelebihan dari parfum ini. Itu pun dengan suara yang sayup-sayup sampai. Keruan saja, 50 orang hadirin agak malas mendengarnya. Setelah mendapat goodie bag, hadirin pun langsung pulang.
---------------------------------------------------------------

Top Note: Calabrian Lemon, Caipirinha Lime
Heart Note: Love Apple, Peony, Fleur de Lune, Praline
Base Note: Apple Tree, White Cedar, Musk

2 comments:

  1. sis,

    help me dunks

    pengen cari parfume yang bener2 aroma candies menggemeaskan bukan sekedar wangi permen karet. apa yah.

    rasanya aq ga salah minta tolong nie ke diva nya parfume.
    thanks yah ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, reply aku ini telat bgds.. Maaf yaaaa.. Sebenarnya, 'menggemaskan' itu bs berarti wangi bubble gum, vanila, kue coklat, atau apa ya buat kamu.. Biar aku ga salah kasih saran :-)

      Delete