Perfume Review: Gucci pour Homme by Gucci

Seorang teman yang baik merelakan parfum mini koleksinya. Dan, kejutan yang menyenangkan datang di meja kantor saya: satu botol uprit dan imut Gucci pour Homme Classic koleksi lama! Sudah sulit mencari parfum ini sekarang. Bahkan, salah satu toko online mencantumkan harga USD 150 untuk botol 125 ml, itu pun harus pesan dulu.

Gembira, saya membuka botol itu, menghirup uapnya langsung dari botol, dan tersentak karena disengat kuatnya wangi asap,”Buset, ini minyak wangi cap Gucci apa minyak angin cap Kapak!” Penasaran, saya menggunakan setitik di pergelangan tangan. What a beautiful scent that is! Apa yang saya kira wangi asap ternyata lebih mirip wangi kayu yang terbakar, disusul wangi tengah berupa tembakau murni (tanpa cengkeh). Ketika mulai mengendap, bersamaan dengan tembakau, wangi musk yang bersih timbul, manis, ‘dingin’, polos, hampir mirip wangi sabun mandi batangan yang tertinggal di kulit setelah kita mandi serta air di tubuh kita selesai dihanduki.

Ingatan saya melayang ke masa 16 tahun lalu, ketika masih duduk di bangku SMA, ketika masih gemar camping dan hiking: ketika kedinginan, kelaparan, darah rendah kumat, kulit luka, lutut memar, dan wangi asli karena jarang mandi masih dianggap kesenangan hidup paling utama.

Wewangian ini pergi membawa saya ke masa-masa itu, dimana saya mencebur begitu saja di air sungai yang bening. Mandi seadanya dengan baju lengkap, menggunakan sabun Lux murahan warna putih, lalu duduk menghalau dingin di depan api unggun sambil minum sedikit wiski yang diedarkan teman-teman. Kerasnya wiski membakar tenggorokan dan perut saya, Hangatnya persahabatan dan kuatnya perlindungan teman-teman menentramkan hati saya, seorang perempuan kecil yang sedang mencoba mengetahui rahasia alam. Di depan api unggun itu saya dapat tidur pulas, sambil mendengarkan gitar, mencium aroma sigaret di udara, beralaskan kantong tidur, diselimuti tumpukan jaket tebal, beratapkan bintang-bintang, menghirup udara segar dan bekunya angin, sambil memimpikan masa depan yang terbentang luas di hadapan saya.

Dalam botol kecil itu, segala memori masa muda saya tertanam.

Suatu saat, ketika hidup terasa keras dan cepat, saya hanya perlu duduk diam lalu menggunakan Gucci ini: seketika membiarkan kenangan membanjiri otak saya; seketika disegarkan semangat masa muda, mengalir pesat dalam darah.

Aroma : dedaunan hijau, kayu kering berasap, tembakau, soapy-smell-musk
Date of Creation : dunno, perhaps around 1976

Comments

Popular Posts