Wednesday, January 21, 2009

Perfume Review: Green Tea Lotus by Elizabeth Arden

Dalam kebudayaan Asia, lotus dianggap sebagai bunga yang sakral. Kehadirannya melambangkan kesempurnaan: kecantikan (mekarnya kelopak lotus) di permukaan, kekuatan (jejak akar lotus) di dalam (air). Tambahan lagi, aroma bunga ini selalu memberikan ketenangan jiwa. Semua itu menyebabkan para pabrikan parfum – yang saat ini terkena demam Asia (Jepang, Cina, Thailand) - berlomba-lomba merilis parfum beraroma lotus saat ini.

Walaupun Green Tea orisinal masih terhitung sebagai salah satu parfum terlaris di Indonesia, Elizabeth Arden sudah mengeluarkan varian baru setiap tahun. Mulai dari Spiced Green Tea, Green Tea Summer, Iced Green Tea, Green Tea Revitalized, dan sekarang “Green Tea Lotus”. Semuanya memiliki satu bahan yang sama yaitu wangi teh hijau yang sangat lembut hingga kadang wangi teh hijaunya tidak tercium di beberapa varian.

Di toko parfum langganan, saya menyemprotkan Green Tea Lotus dan langsung bergumam,”Aw, wangi lemon yuzu yang ringan dan segar!” Sebenarnya bukan sesuatu yang baru, sih, karena Hermes sudah pernah mengeluarkan Un Jardin sur Le Nil dengan wangi lemon yang sama. Tetapi, yang mengesankan adalah kemampuan Green Tea Lotus untuk membagi aromanya ke dalam layer yang berbeda. Misalnya, saat aroma yuzu perlahan menghilang, wangi teh menyeruak perlahan hingga saya menginginkan lebih lagi. Lalu, wangi lotus-nya datang, sebegitu anggun hingga saya sempat terdiam. Perlahan, ia mundur dengan segala kemuliaannya. Dan, lily merompak maju ke depan. Otomatis, komposisi lili ini mengingatkan saya pada Tommy Hilfiger – Dreaming.

Saya menunggu tetapi wangi musk dan birch tidak pernah muncul. Syukurlah! Saya juga tidak ingin wangi musim semi seperti Green Tea Lotus ini diganggu wangi kayu birch atau malahan wangi hewan seperti musk. Rasanya tentu akan merusak impresi keseluruhan parfum ini.

Green Tea Lotus adalah parfum yang sesuai untuk digunakan di musim semi atau musim panas. Mendadak, saya membayangkan membaca buku di bawah pohon rimbun (minus ulat bulu), di pinggir sungai berair deras sambil menikmati sinar mentari, dengan angin bertiup semilir. Atau, membayangkan saya memakai bikini dan berdiri di haluan yacht berwarna putih yang meluncur membelah air laut.
Sebenarnya pun, memakai parfum ini sambil mengejar layangan di lapangan bola juga oke.

Saya tidak yakin apakah parfum ini sesuai dengan jiwa musim gugur yang akan datang. Tetapi, tentu saya akan membeli sebotol besar untuk mencerahkan hati di pagi yang berawan.


Top Notes : plum, kelopak sakura, yuzu
Middle Notes : lily, lotus, teh, osmanthus
Base Notes : musk, white birch
Date of Creation : 2008
Image : taken from Fragrantica.com

No comments:

Post a Comment