Sunday, February 22, 2009

Perfume Review: Anais Anais by Cacharel

Anais Nin, seorang penulis aliran feminis, pernah berkata,”Berdasarkan insting, saya hanya memilih pria yang setara dengan saya, yang menuntut banyak hal dari saya, yang tidak meragukan semangat dan ketangguhan saya, yang yakin bahwa saya tidak naif atau polos. Intinya, seorang pria yang memperlakukan saya seperti wanita sejati.”

Seorang teman kuliah saya tergila-gila dengan penyegar tubuh Lily of the Valley dari Marks and Spencer. Terinsipirasi oleh kegilaannya itu, saya pergi ke mal mencari penyegar tubuh tersebut. Lho, malah tertarik dengan yang lain, yaitu Anais Anais dari Cacharel. Bentuk botolnya sederhana dan saya akui, agak ketinggalan zaman.

Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menyemprotkannya di paper strip lalu menghirupnya. Aduh! Hidung saya langsung sakit dihantam wangi kesturi sintetis yang kuat. Bingung juga saya karena wangi kesturi tidak tercantum di daftar aroma pencampur parfum ini. Setelah agak lama, terhirup wangi kayu yang manis namun lembut. Seketika saya teringat pada ibu saya. Baiklah, bukan kesan yang saya inginkan kalau begitu. Saya tidak jadi membelinya.

Top Notes: bergamot, galbanum, hyacinth, honeysuckle
Middle Notes: lily, lily of the valley, rose, ylang-ylang, gardenia
Base Notes: cedarwood, sandalwood, amber, oakmoss
Year of Launching: 1978

No comments:

Post a Comment