Saturday, January 03, 2009

Perfume Review: Mandarina Duck by Mandarina Duck

Siapa yang tak tahu Mandarina Duck, suatu merek desainer terkenal dari Italia yang memproduksi tas, koper, dan akesori bepergian. Didirikan pada tahun 1977 oleh Trento dan Manato, mereka memutuskan meluncurkan hape tahun kemarin! Tentu saja, ada kerja sama dengan Alcatel. Kita jangan berharap macam-macam bahwa perancang tas mendadak jadi memiliki pengetahuan teknis yang cukup untuk membuat hape.


Telepon selular tersebut tersedia dalam 3 warna, lho! Ada hitam, merah dan putih. Tapi cukup lah, silakan teman-teman membaca di sini bila ingin tahu lebih lanjut.

Yang ingin saya ceritakan sekarang adalah parfum pertama Mandarina Duck. DIluncurkan tahun 2005, wanginya sungguh merefleksikan sang merek: cerah, segar dan cocok untuk bepergian. Ah, saya tidak mengharapkan suatu parfum yang lain daripada yang lain, yang mungkin dapat membuat saya merasa (dan tercium) 'stylish' di perjalanan. Pula, saya tidak mencari yang canggih dan menguarkan aroma sensualitas. Atau, karena merek ini terkenal dengan inovasi-nya, apakah saya mesti mengharapkan kreasi yang 'nyeleneh'.

Sebenar-benarnya, yang saya harapkan hanya wewangian yang ceria! Serius, di udara lembab musim pancaroba begini, saya cuma ingin menjadi bebek kuning yang berenang dengan gembira di kolam sejuk, bersama teman-teman bebek, dalam sinar matahari yang terang.

Hmm, sejauh ini memang itu saja yang saya dapatkan :-)

Dibuka dengan ledakan freesia tercampur lemon, perlahan si Bebek cantik menjadi berempah karena sentuhan merica putih (atau coklat muda ya seharusnya). Sedetik kemudian, bergamot datang. Lucunya, biasanya saya sebal sekali dengan campuran seperti ini. Tentu saja, sebelum bertemu bebek satu ini!

Ah, rasanya segar sekali! Siap untuk berjalan di trotoar jalan penuh polusi sehabis makan di kedai dekat kantor.

Sesampai di kantor, saya terkejut menyadari teh melati muncul bergandengan tangan dengan bergamot. Sekarang, rasanya ajaib, seperti disiram seember teh Earl Grey dingin! Sangat menyenangkan!

Itu sebabnya, ketika aroma musk dan kayu cedar menyapa beberapa jam setelahnya, saya tidak peduli. Mereka terlalu lekat di kulit hingga orang lain tidak dapat mengendus. Dan, seorang perfum(N)ista sejati tidak dapat hidup tanpa pujian orang atas parfum yang dipakainya :-)

Akhirnya, saya undang kembali - berkali-kali - sang Earl Grey untuk bercengkerama, berkencan dan menghabiskan waktu. Hari ini dan besok, hingga tetes terakhir...

-------------------------------------------------------------------------------------------
Top Notes : freesia, lemon, bergamot, white pepper
Middle Notes : jasmine tea, honeysuckle, gardenia
Base Notes : cedar, musk, ambrette seeds
Picture : taken from FragranceX.com

PS: Saya tidak tahu di mana mencari parfum ini di Indonesia. Kebetulan menemukan di Kaskus (Bro Andy).

No comments:

Post a Comment