Monday, January 26, 2009

Perfume Review: Le Male by Jean Paul Gaultier

Saya mendapat miniatur parfum ini di Singapura, saat membeli JPG Classique - EDP. Parfum inilah yang membuka jendela ‘pemahaman baru’ bahwa tidak semua parfum pria berbau...pria, dalam arti wangi tembakau, kulit, tanah atau kayu.

Wangi atas-nya hangat dan ‘pedas’ dan segar menyentak, paduan dari asamnya bergamot dan tajamnya lavender (yah, chemistry saya memang selalu ciong dengan lavender). Tapi hanya sebentar, wangi kayu manis dan jintan yang hangat segera keluar. Mungkin ada wangi segar dari orange blossom tapi saya tidak terlalu memperhatikan karena tenggelam dalam seksinya wangi tengah ini. Bahkan saat wangi dasar muncul, yaitu campuran kayu ditambah vanila, wangi tengah ini ikut bercampur.

Terus terang, ini parfum yang genderless dengan tetap menghasilkan impresi yang berbeda bila dipakai pada pria atau perempuan. Bila dipakai perempuan, terutama saya :-), parfum ini membuat saya merasa lebih kuat, lebih punya ‘power’. Wangi vanila, kayu manis dan cendana dalam porsi yang tepat memberikan nuansa baru bagi wewangian perempuan.

Sebaliknya, saya rasa tidak semua pria bisa memakai parfum seperti ini, karena kuatnya wangi vanila membuatnya sedikit flamboyan. Saya tidak bisa membayangkan bahwa parfum seperti ini akan dipakai oleh pekerja minyak lepas pantai, pekerja lapangan, atau pria aktif pecinta olah raga, atau bahkan executive director institusi keuangan. Yang selalu saya bayangkan, pemakai parfum ini pastilah pria eksekutif muda, berumur 30-35 tahun, lajang, sering melakukan business deal di luar ruangan, sesekali menunggangi Ducati atau big HD, pecinta seni, anggur dan fesyen, pulang-pergi naik Beemer, kaya dan sensual. Pokoknya, tipikal pria yang membuat perempuan merasa dia pantas diperebutkan, atau direbut dari perempuan lain, atau istilah apa sajalah yang intinya adalah ‘pria yang meluluh-lantakkan akal sehat wanita’. Cieee...

Hmmm, impresi saya salah.

Sudah dua kali saya bekerja bersama 2 orang pria (keduanya mantan bos saya tepatnya) yang memakai wewangian ini :
1. Ex-Boss Pertama : naik sedan silver yang biasa bangeds, selera fesyen standar, tidak suka motor, punya anak dua & istri, sehingga jelas, bagi saya beliau tidak sensual sama sekali.
2. Ex-Boss Kedua : naik SUV atau Mercy, pecinta anggur & kulinari & musik klasik, selera fesyen yang baik (dan bermerek), suka golf, punya rumah dua dan (lagi-lagi) anak dua juga, plus istri yang (katanya) galak. Dan yang pasti usianya jauuuuh di atas 35 tahun, dan...nggggg.... rambutnya agak mulai menipis..... (but, truly, it is not a problem, look at that sexy Sean Connery!).

Terlepas dari kedua boss itu, saya masih berharap ada pria lajang dan available yang memakai parfum ini.

-sabar menanti dot com

Top note : Mint, Lavender, Bergamot
Middle note : Kayu Manis, Jintan, Orange Blossom
Base note : Vanili, Biji Tonka, Kayu Cendana, Kayu Cedar

Date of Creation : 1995 Oriental – Fougere
-picture was taken from Osmoz.com as I have lost my bottle-

No comments:

Post a Comment