Perfume Review: Forever by Alfred Sung

Wewangian ini diluncurkan pada tahun 1995 oleh Alfred Sung, bekerja sama dengan 'nose' Dragoco. Pada tahun 1998, teman kuliah saya memberikan miniatur parfum ini sebagai oleh-oleh. Mungkin juga dia sudah tahu, daripada menghadapi sekumpulan perempuan bawel (yang notabene hanya 10% dari populasi angkatan kami yang pria semua), ya lebih baik memberikan sedikit hadiah :-)

Saya ingat betapa tersentuhnya hati saya melihat kotaknya, yang diselimuti warna biru lembut. Botolnya elegan, simpel dan minimalis, sangat berbeda dengan wangi cairan parfum-nya yang poten, kuat, dan sangat manis.

Bahkan saat pertama kali menghirupnya, saya diserbu sejuta bunga. Wangi buah plum dan berry yang seharusnya membuka parfum ini hanya bertahan beberapa detik. Walaupun peoni bertugas membangun aroma pertengahan sang parfum, tetapi bunga itu tak mampu bertahan. Lagipula apalah arti peoni, yang bila dicium sendirian pun hanya sedikit sekali wanginya (kadang malah wangi balsam :-)).

Kembali ke wangi tengah, ah, sungguh dominasi yang indah dan manis. Mawar dan lily of the valley, dikelilingi narcissus dan segarnya freesia. Entah kenapa, wanginya membuat hati saya bahagia. Rasanya seperti diberi buket bunga oleh seorang pria tampan, atau seperti mandi ribuan kelopak bunga di kolam air hangat. Atau, seperti berlari bebas menyongsong angin di padang rumput luas, dimana udara penuh buah kapuk yang pecah beterbangan.

Dan entah kenapa, wangi dasar yang penuh aroma kayu tidak pernah muncul di kulit saya.

Tepat seperti namanya, Forever, saya rasa parfum ini cocok untuk digunakan dalam event yang patut dikenang, misalnya pertunangan atau pesta pernikahan. Saat pakaian yang saya kenakan (seharusnya) indah, penuh ruffles, terbuat dari satin dan sutra cantik serta mengembang lembut. Minimal, seharusnya begitu.

Tapi, karena tahun 1998 itu penuh gejolak, saya memakainya bolak-balik saat demo reformasi. Entah saat menghadiri rapat, pergelaran (penuh orasi), saat menonton TV sambil deg-deg-an, atau bahkan saat turun ke jalan sambil berharap bertemu cowok-cowok cakep dari fakultas & universitas lain :-) Pakaian saya: tentu saja bukan rok satin atau sutra namun hanya jeans dan kemeja biasa.

Biar bagaimana pun, masa di tahun 1998 itu benar-benar teringat selamanya.
-----------------------------------------------------------
Top Notes: Mirabelle Plum, Tayberry, Pink Peony Buds
Middle Notes : Yellow Freesia, Paperwhite Narcisse, Damask Rose, Lily of the Valley
Base Notes : Yellow Bell Mahonia, Sandalwood and Amber.
Image : taken from Fragrantica.com

Comments

  1. gambar botolnya gak salah nih mbak Montie ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kenapa gambarnya jd Mandarina Duck ya.. Makasiy ya, nanti dicari dulu gambar yg lama

      Delete

Post a Comment

Popular Posts