Sunday, January 11, 2009

Perfume Review: Agent Provocateur by Agent Provocateur

Agent Provocateur adalah toko lingerie yang bermula di Inggris. Oleh karena itu, pada tahun 2005, ketika mereka mengeluarkan wewangian dengan botol berbentuk telur terbuat dari porselen, saya gembira sekali. Begitu banyak toko yang telah saya masuki hanya agar mendapatkan kesempatan mencobanya. Tapi takut sama penjualnya, kayaknya semua berwajah jutek kalau tidak saya beli barangnya. Ternyata malah ketemu waktu pergi ke Mal Ambasador, di toko kecil Mon Cherie (Lantai 2, Blok B). Harga parfum ini Rp 700,000 untuk kemasan 100-ml.

Sebagai pendahuluan, silakan masuk ke website-nya www.agentprovocateur.com. Dapat kita temukan gambar sekumpulan wanita dan pria yang memberikan impresi bahwa terjadi pesta s*x di situ (maafkan bahasa saya). Hal ini mengingatkan tentang kebiasaan aneh seorang kaisar Roma bernama Caligula (difilmkan dengan judul sama). Entah apakah ini kaisar beneran atau khayalan sang pembuat film, tetapi kesenangannya yang menyimpang diceritakan dengan jelas di film tersebut.

Penuh imajinasi tersebut, saya mencoba semprotan pertama,”Hey, wangi mawar berempah yang kuat dan menggoda!” Mawar yang lembut, berpadu dengan hangatnya ketumbar, menciptakan kesan yang gelap, gothic, sedikit 'dirty'. Dan, dengan sukses membawa pikiran saya kemana-mana.

Sayangnya, walau sudah bolak-balik makan makanan India, saat mencium semprotan pertama ini, tetap saja saya lupa wangi rempah-rempah 'saffron' seperti apa. Wah, sebel.

Beberapa menit kemudian, wangi tengahnya keluar. Mawar berempah tersebut berubah menjadi lebih jernih, bergelembung, Magnolia dan melati bergandeng bersama mawar hingga wangi ketumbar tersebut hilang. Tetapi, apakah wangi mawar dapat dikategorikan seksi? Kok, setelah bertanya-tanya kepada teman-teman pria saya, rata-rata lebih suka melati. Bukan mawar. Yah, hilang sudah bayangan tentang 'kebiasaan' Yang Mulia Caligula.

Saya terus menunggu, hingga akhirnya wangi amber datang, diikuti oleh kesturi (musk). Oh, saya cinta wangi musk dan amber. Wangi mawar menjadi lebih berat, manis dan terasa seperti bedak. Sayangnya, bau akar-wangi tidak pernah muncul sehingga timbul kesan bahwa wangi dasar ini lebih cocok untuk gadis kecil, lengkap dengan boneka, rok renda-renda dan senyum polos. Padahal, seharusnya parfum ini ditujukan untuk wanita dewasa yang (siap) menggoda.

Pendeknya, parfum ini mengagumkan dan dapat dipakai untuk segala cuaca. Jika kalian pecinta mawar (seperti saya), disarankan untuk membeli. Tetapi, bila ingin menggoda pacar/suami, yah lebih baik beli yang lain sajalah. Kurang efektif.

--------------------------------------------------------------------
Top Notes : saffron, ketumbar
Middle Notes : mawar maroko, melati, magnolia, kenanga, gardenia putih
Base Notes : akar-wangi, amber, kesturi
Image : diambil dari agentprovocateur.com

No comments:

Post a Comment