Saturday, August 01, 2009

Perfume Review Jean Paul Gaultier - Classique

"Sebuah aroma wanita"

Kamu bercanda? Tidak ada setetes pun cita rasa kuno di dalam parfum ini melainkan suasana haute couture. Parfum ini berani dan seksi. Ketika seorang pria menghirup wangi kamu maka kemungkinan besar yang terjadi adalah kamu akan 'dimakan', hehehe. Oh, well, saya mengakui bahwa saya agak mendramatisir sedikit :-) Kembali ke ulasan kita, jika kamu sedang merasa sangat seksi atau sedang ingin pura-pura seksi, pakailah yang satu ini. Hanya saja, jangan lebih dari dari 3 tetes atau keluhan mulai berdatangan dari para korbank kamu yang apes menghirup parfum berlebihan.

Semprotan pertama, rasanya seperti memotong jeruk mandarin manis yang diikuti oleh kentalnya wangi tuberose, melati & kenanga. Sedikit menunggu maka keluar bau vanili kering dan amber, bercampur dengan sisa aroma kenanga. Di kulit saya, wangi jahe, bunga iris dan kayu manis tidak pernah berkembang.

Oh ya, saya menemukan bahwa EDP Classique terasa lebih segar & lebih fruity daripada EDT.

Sebentar saya bagikan pengalaman ketika memakai parfum ini:
a. Kenangan atas matahari terbenam di atas langit Singapura bersama secangkir kopi mahal di tangan kiri dan buku Harry Potter jilid satu di tangan kanan saya.
b.Rekan kerja mendorong saya untuk berdiri di atas blower lantai seperti pose Marilyn Monroe yang terkenal itu. Katanya saya bisa digunakan untuk membuat ruang kerja kami berbau lebih indah. Setiap pagi, lho, saya dipaksa begitu, hehehe.
c. Teman pria saya mengirim sms, "Saya suka wangi vanili kamu, Sayang. Membuat hati saya rindu menggenggam tanganmu erat-erat." Glek, sensor ah.

------------------------------------------------------------------------

Tanggal Pembuatan: 1993 - Floral Oriental
Nada Atas: bergamot, Lemon, Mandarin, Orange Blossom
Nada Tengah: Tuberose, Jasmine, Jahe, kenanga, Anyelir, Anggrek
Nada Dasar: Iris, Cedar, Amber, Vanili, kayu manis

Tuesday, July 28, 2009

Azzaro - Now for Women :: fragrance review

Baiklah, sebenarnya parfum ini berbau cukup aneh, setidaknya untuk ukuran hidung saya. Wanginya tajam menusuk dan penuh dengan aroma hijau metalik. Rasanya kok jadi menjengkelkan ya. Tapi lama kelamaan, lucunya, saya jadi suka! Parfum ini adalah citra modern, terasa canggih serta berteknologi tinggi dan trendi. Duo botol tersebut cantik sekali dan memiliki rona lembut sehingga dapat menjadi hiasan meja kerja saya.

Dan, bau aneh tersebut terasa... menakjubkan.

Dibuka dengan ledakan bergamot, nada-nadanya cepat berangkat ke arah aldehida diikuti dengan aroma logam cair. Saya sangat senang mencium bau aldehid. Tapi, saya lebih senang bau logam yang beriring secara cemerlang menjadi parfum nan indah bagi wanita. Parfum ini memang dramatis dan cocok untuk cuaca tropis. Tapi, bukankah memang semua parfum merek Azzaro selalu cocok untuk cuaca tropis.

Setelah beberapa menit, Now for Women membungkus kulit saya dengan cara indah berselimutkan tajamnya aroma rum, musky amber dan bedak lembut. Sensual, menggoda!

Mendadak saya jadi ingin membeli sebotol besar...

-----------------------------------------------
Nada Atas: teh putih, bergamot, Passion Fruit
Nada Tengah: Aldehida, Tiare tahiti, melati, aroma air
Nada Dasar: Pale Woods, Rosewood, Rum Amber, Musk

Monday, July 27, 2009

Ulasan Parfum: Now for Men dari Azzaro

Diluncurkan bersama-sama dengan versi wanita pada tahun 2007, entah kenapa menurut saya, versi pria parfum ini terasa lebih baik. Kesan yang pertama didapat adalah tajamnya logam beku yang diklaim sebagai hasil dari oksidasi bunga mawar. Hasilnya memang sangat menarik dan segar. Yap, entah bagaimana, saya memang menghirup wangi metal yang sangat jelas.

Nada logam yang hijau berkilauan ini membuka indera saya sejak semprotan pertama. Maskulin dan unisex bagi saya, parfum ini menyatakan eksistensi-nya dalam suatu cara yang indah yaitu dalam liputan awan berbunga hijau. Daya tahannya pun cukup lama sebelum akhirnya berpindah ke aroma yg kayu-kayu hutan.

Botolnya juga cukup enak dipegang. Jadi, menurut saya, parfum ini cocok untuk orang yang lebih muda antara 20-an dan 30-an.

-----------------------------------------------------------------------------
Top Notes: mawar, cardamom
Heart Notes: wangi dedaunan, teh, violet
Base Notes: lengkeng, kuning, kayu-kayuan, suede

Monday, July 20, 2009

Perfume Review Sweet Paradise by Morgan de Toi

Seorang gadis
Duduk di sekelompok pohon kamboja putih
Menghirup wangi kamboja, aroma manis yang memabukkan
pikirannya
seorang pengembara lelah
di muka bumi

Dan angin, ah angin, mencium kulit
si gadis
ringan di tiap inci

Mengantuk, ia meneguk segelas sari buah, penuh
mangga ranum, beri matang dan jeruk kecut.
Matanya melantur ke segerombol
bunga melati yang beristirahat tenang berdampingan dengan lili
ia tersenyum samar
dan memejamkan mata indah itu
Gaun merah muda dibebaskan lembut melambai
Rambut hitamnya nan lurus jatuh di atas bahunya.

Puas, ia menarik napas dalam-dalam dan
berdoa kepada Yang Esa
karena sekali lagi masih dapatduduk
di bawah pohon kamboja putih

Dan kayu, matahari,
angin, ah angin,
membungkuk hormat sepenuhnya.

NB: ini adalah perasaan saya saat menghirup aroma parfum Sweet Paradise dari Morgan de Toi. Indah sekali rasanya. Parfum ini dapat dibeli di FragranceX.com's yang juga menawarkan free shipping ke seluruh dunia!

Saturday, July 11, 2009

Ulasan Parfum : Etienne Aigner - Starlight

Sejak pertama kali aku melihat Starlight, perasaan saya terbagi antara cinta dan benci. Botolnya terlihat jelek tapi warna cairan di dalamnya benar-benar cantik, terutama karena warnanya ungu berkilau.

Mari kita lihat baunya. Semprotan pertama terasa lezat. Jangan salah, meskipun, saya tidak menyukai jintan namun dalam Starlight, wangi ini menambahkan sejumput aroma pedas nan eksotis. Dan, di tengah-tengah kesegaran wangi jeruk, ada nanas yang keluar.

Lalu, alih-alih tenggelam dalam hutan wangi-wangian bunga dan buah lain, Starlight diwarnai dengan aroma nilam yang agak kotor. Berkilau dan sedikit terasa lembab. Itu sebabnya saya merasa lengket dan kotor.

Namun, saya cinta nilam. Aromanya bersahaja namun begitu sensual dan alami serta sangat menggairahkan. Untungnya, aroma ini masih dilunakkan oleh melati yang tinggal cukup lama.

Lama setelahnya, lembut vanili merangkak di aroma terakhir. Starlight berubah menjadi sisi lain dari sensualitas: sebuah revolusi dari kelembaban yang kotor namun berkelas.

Secara keseluruhan, Starlight mampu memenuhi kebutuhan modern saat ini di pasar parfum yang terus menuju ke arah wewangian yang segar, ringan dengan sedikit ramuan rempah yang pedas.

-------------------------------------------------- ------------
Top Notes: bergamot, jus nanas, aroma tumbuhan
Heart Notes: jintan, melati, strawberry
Base Notes: nilam, cendana, vanili, white musk
Tahun Pembuatan: 2008

Saturday, July 04, 2009

Perfume Review: Paco Rabanne - Ultraviolet

Setiap kali nama Paco Rabanne muncul di benak saya, berkelebat suatu deskripsi tentang kemewahan dan barang futuristik. Oleh karena itu, saya mengharapkan sesuatu yang agak canggih. Mengapa? Jujur saja, segala sesuatu yang berkaitan dengan masa depan selalu mengingatkan saya pada film saga Star Wars. Atau mungkin juga karena pengaruh besar dari film lain berjudul Ultraviolet yang dibintangi Milla Jovovich pada tahun 2006.

Jadi, wangi violet yang kental dan memabukkan mendominasi nada atas Ultraviolet, saya agak kecewa. Maksud saya, lho kok tidak ada unsur metalik sama sekali. Dan, kenapa wangi bunga violet? Wah, hati saya penuh pikiran negatif.

Datanglah tajamnya merica namun dengan kelembutan tersamar menggapai hidung saya. Ah, keduanya tetap terasa tidak cocok. Tiba-tiba saya tersadar, ketidakcocokan itu hanya adal dalam pikiran saya secara saya selalu mengaitkan violet dengan sesuatu yang tradisional sementara lada juga mencerminkan aroma neo-klasik. Habis, botol dan nama parfum ini futuristik sekali, sih.

Kemudian, sensasi mawar kayu mengintip diikuti oleh kilauan mawar bening. Keseluruhan mawar menghangat sampai-sampai hampir mirip dengan wangi mawar dari YSL Paris atau Lancome Tresor. Mawar ini menguat dari waktu ke waktu. Beberapa menit setelah itu, wangi vanila dan manisnya kayu hutan dari nada bawah parfum ini melembutkan wangi mawar tersebut. Wah, pengaruh cedar dan vanila yang sangat baik.

Menurut pendapat saya, Ultraviolet bukanlah ultra-futuristik namun ultra-tradisional. Saya tidak kagum.

-------------------------------------------------- ---
Top Notes: aprikot, ketumbar, lada oranye, cengkih, kayu
Middle Notes: osmanthus, violet, melati, mawar
Base Notes: amber, nilam, vanili, cedar

Ulasan Parfum : Kenzo - Les Eaux de Fleur Collection

Parfum ini merupakan edisi terbatas dari Kenzo dan diluncurkan pada tahun 2008. Iseng untuk mencoba, saya pergi ke toko Sarinah sore ini dan menemukan ketiga botol dari seri ini. Si penjual sibuk menyemprotkan bagi para pejalan kaki. Akhirnya memang, saya tidak membeli satu pun walau harganya cukup masuk akal yaitu sebesar USD 50 untuk 100ml botol.

Tapi, saya berhasil mencoba dua macam dari seri ini.

Yang pertama adalah Eau de Fleur de Magnolia yang diciptakan oleh Francis Kurkdjian. Parfum ini indah, menyegarkan. Komposisi parfum ini terbuat dari campuran bunga magnolia dan jeruk. Menurut saya, baunya agak mirip dengan L'eau par Kenzo namun yang satu ini mempertahankan keasliannya dengan penambahan wangi bunga magnolia yang..lezat. Saya sangat terkesan karena wewangian ini mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari saya yang berkisar antara bunyi klakson bus umum dan pencemaran udara.


Saya mencoba koleksi kedua, Eau de Fleur de The yang diciptakan oleh Aurelien Guichard. Parfum ini beraroma teh hijau lembut. Bahkan, karena pengaruh penambahan musk yang agak overdosis, terjadilah suat wangi teh hijau yang manis. Maaf, saya tidak suka. Bagi saya, teh hijau asli haruslah yang berbau tajam seperti Elizabeth Arden Green Tea atau Bvlgari au The Vert. Sedangkan, Eau de Fleur de The ini rasanya manis, terlalu musky, terlalu murahan. Wanginya terlalu pasaran dan dapat dibeli dari merek mana saja dengan harga cukup rendah.

Yang ketiga adalah Eau de Fleur de soie yang diciptakan oleh Jean Jacques. Dari ketiga seri tersebut, kotak parfum ini adalah yang paling saya suka terutama karena gambarnya mengandung warna merah muda. Sayangnya, satu ini yang tidak berhasil saya semprot. Sebabnya karena saya sudah terlanjur patah arang dengan kedua temannya yang lain. Eau de Fleur de Soie terdiri dari aroma buah dan bunga. Mungkin, suatu hari nanti aku akan kembali dan menyelidiki wanginya.

Bagaimana dengan kamu? Sudah pernah mencoba belum? Boleh bagi komentar, ya, terima kasih.

-------------------------------------------------- ------
semua gambar diambil dari Fragrantica

Wednesday, July 01, 2009

Perfume Review Emporio City Glam for Men by Giorgio Armani

Saya penggemar berat parfum Armani, terutama Acqua di Gio (baik untuk laki-laki dan perempuan). Oleh karena itu, ketika pacar memberikan sebotol Emporio City Glam yang hampir kosong bagi saya untuk ditinjau, saya bersemangat sekali. Saya percaya line parfum ini akan berkelas.

Tapi, reaksi pertama saya ketika menyemprot untuk pertama kalinya adalah, "Hei, ini wangi yang biasa. Lalu, mengapa kamu sangat mencintai parfum ini?" Tentu saja, pacar saya langsung mengangkat alis. Dan, matanya menunjukkan beberapa alarm berbahaya. Duh, sepertinya mulut besar saya telah berhasil membuat saya dalam kesulitan sekali lagi.

Akhirnya, saya melanjutkan 'perjalanan' saya dalam menyelidiki City Glam ini. Selama beberapa menit, saya menangkap aroma jahe yang berubah seketika menjadi aroma jeruk. Ada aroma lada juga. Itu pun setelah meneliti komposisi parfum ini dengan seksama dan hati-hati. Entah bagaimana, aroma ini terasa menghibur dan menggoda.

Setengah jam kemudian, saya menemukan aroma dasar dari City Glam yaitu musk dan vetiver. Agak..luar biasa, seperti bukan Armani. Harapan saya adalah sesuatu yang glamor dan liar sehingga sempurna untuk menghabiskan malam di tempat-tempat yang berkelas. Sebaliknya, apa yang saya terima adalah aroma yang sangat biasa dan sedikit mengecewakan! Lucunya, di kulit pacar saya, aroma tersebut masuk menyelimuti kulitnya seperti lapisan kulit kedua. Bercampur dengan bau tembakau, wangi ini membuatnya menjadi pria yang canggih dan trendy serta elegan.

Tetapi, yah, pujian di atas sebenarnya tidak terlalu objektif ya, hihihihi.

Jadi, apa yang saya bisa katakan adalah bahwa City Glam memberikan kesan muda, segar dan sangat wearable dipakai di negara tropis, bahkan bila di siang hari yang terik. Dan, bila memiliki wangi asli tubuh yang sesuai, City Glam akan menambah sensualitas pria, sumprit.

PS: Looking for City Glam as that perfect gift for valentine? Browse FragranceX.com's perfume gift sets and receive free shipping on all orders to the whole world!

--------------------------------------------------
Top Notes: jahe, lengkuas, wangi permen
Heart Notes: jeruk pahit, merica
Base Notes: vetiver, musk, kristal lumut
Tanggal Pembuatan: 2005

Tuesday, June 30, 2009

Revlon - Mystic Rose :: fragrance review

Ah, Revlon! Salah satu merek terkenal di Indonesia!

Dikenal sebagai salah satu kosmetik murah terbaik dan selalu menjadi pemenang dalam kategori lipstik, saya penggemar berat mereka untuk kategori blush-on dan celak mata. Setiap kali seri baru diluncurkan di Indonesia, saya siap mengantri.

Dan, siapa yang tidak tahu Charlie? Ini dia wewangian terkenal dari Revlon, meskipun saya akui saya selalu sakit kepala bila berada di dekat seseorang yang tenggelam dalam wewangian memabukkan si Charlie. Jadi, saya mendapat kesimpulan bahwa Revlon adalah keharuman yang sangat mematikan bagi saya. Namun, saya sangat kecanduan merek kosmetik ini sehingga hari ini saya pergi ke mal untuk melihat-lihat. Tentu saja, berakhir dengan menyemprotkan sejumlah kecil Mystic Rose.

Diluncurkan pada tahun 2005, Mystic Rose beraroma agak sederhana yaitu apalagi kalau bukan mawar!

Kelemahannya adalah bahwa mawar di sini bukanlah jenis yang baik nan mengalun lembut tetapi lebih ke arah ledakan memualkan. Satu semprot di pergelangan tangan saya dan saya benar-benar terlindas oleh aroma buket mawar palsu tanpa ada pelengkap wangi bunga lainnya. Tidak ada melati, tidak ada tuberose, tidak ada jeruk mekar, tidak ada amber. Hanya mawar!

Seorang penggemar mawar seperti saya hampir tidak tahan penyiksaan seperti ini. Rasanya seperti dilemparkan ke dalam kolam air mendidih dengan uap asap tebal mawar naik memenuhi udara. Jadi, saya mencoba untuk menghilangkannya dengan mencuci tangan. Lho, masih ada saja wangi mawar di pergelangan tangan saya. Aarrghh! Padahal hanya satu semprotan saja!

Pokoknya, saya melihat dari segi positif saja deh, namanya juga kosmetik murah.

Mystic Rose tersedia di apotek terdekat. Harganya sekitar Rp 100,000-an untuk botol berisi 50 ml parfum.

Sunday, June 21, 2009

Perfume Review: Rêverie au Jardin by Tauer Perfumes

Meskipun tajam, aroma lavender selalu dikenal sebagai teman tidur yang sempurna. Digunakan sebagai penyemprot ranjang dan sarung bantal, wanginya digunakan sebagai penyegar pikiran seseorang.

Jangan salah, lho. Saya bukan penggemar lavender. Tajamnya wangi lavender murni membuat saya sakit kepala. Apalagi bila mencium wanginya pada malam hari, malah akan akan membangunkan saya dengan mata terbuka lebar.

Tapi, kali ini lavender memutuskan untuk berdamai dengan saya.

Dia datang, menawarkan diri perlahan-lahan dalam bentuk sebuah keharuman yang diciptakan oleh perfumer Andy Tauer, si anak jenius dari Swiss.

Dari semprotan awal Rêverie au Jardin, sayalangsung mengenali lavender yang saya benci. Lalu ia bersembunyi, digantikan oleh bergamot dan keharuman nyaman galbanum & cemara yang mengingatkan saya pada tiga pohon pinus yang pernah tumbuh di komplek perumahan masa kecilku. Lucu juga bagaimana semua aroma atas parfum ini membawaku kembali ke taman kompleks perumahan kami yang lengkap dengan pohon mawar & melati & akasia. Di sini juga tumbuh 3 pohon pinus yang menjaga dinding tinggi pemisah jalan. Saya bahkan ingat kicauan burung, bau tanah basah dan pohon yang tergores. Saya ingat pemandangan kompleks perumahan masa kecil kami pada malam hari yaitu ketika wangi gandum basah memenuhi udara dan bintang-bintang berkelap-kelip jauh di atas.

Kemudian, aroma tengah parfum ini muncul. Lavender datang tersenyum untuk dua detik dan melarikan diri sekali lagi sementara saya hanya dapat menatap tak percaya. Naughty girl! Untungnya, saya bertemu dengan aroma manis vanila dicampur dengan benih ambrette Tonka dan kedalaman orris.

Saya menjadi kagum atas parfum ini. Sebuah parfum yang begitu kental, seksi dan sensual serta lebih daripada apa yang saya harapkan dari parfum berbasis lavender. Sekarang, saya mendapat kesan bahwa saya berjalan di sepanjang kompleks perumahan taman di bawah pohon-pohon pinus, menangkap kupu-kupu, dengan segelas penuh susu krim di tangan kanan saya. Seringkali saya duduk di pagar bata rendah, terengah-engah setelah berhasil mengejar capung, sambil menyesap susu panas tersebut.

Rêverie au Jardin adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya uji. Ingat L'occitane salah satu iklan yang menampilkan sebuah taman penuh ungu lavender? Saya sering bergidik melihat itu karena membayangkan berada di taman lavender dengan wangi aneh dan saya benci. Itu dulu, sekarang tidak lagi. Saya suka iklan tersebut sambil membayangkan bahwa saya sedang duduk di tengah lapangan dengan angin lembut bertiup, dengan matahari tersenyum, dengan seember susu hangat dan pikiran yang kosong dan tenang. Saya siap untuk berlari bebas dari kesibukan dunia ini.

NB: Rêverie au Jardin dapat dibeli secara online di TauerPerfumes. Setiap 1.5-ml-sampel berharga CHF 4,00 dengan biaya kirim CHF 4,75. Saya sempat rakus pada saat itu dan membeli seluruh 6 sampel parfum yang berbeda :-) Jika kamu ingin membeli satu dan jika kamu berada di Jakarta, mungkin saya dapat memesan bersama-sama dengan kamu boleh, kan? Aku butuh aroma terbaru dari Mr Tauer: Vetiver Dance.

--------------------------------------------------------------------------
Top Notes : lavender from France, galbanum, fir balm, bergamot, Bulgarian rose absolute
Middle Notes: Indian frankincense, ambrette seeds, orris
Base Notes : vetiver, tonka beans, oakmoss, vanilla, ambergris, sandalwood, cedar wood
Flacon image: www.tauerperfumes.com (modelnya adalah pria berperut six-pack :-p).

Saturday, June 13, 2009

Fragrance Review Flower Princess by Vera Wang

Kata-kata sederhana untuk Flower Princess sudahlah cukup.

Sementara pendahulunya Princess menjadi sangat sukses dengan karakteristiknya yang girly, fun, muda serta aroma yang manis, saudaranya si Flower Princess terlalu biasa walau tetap mempertahankan aura kemudaannya.

Flower Princess membangun wanginya berdasarkan selapis samar melati sambac dengan latar belakan musk dan vanila. Aroma vanili tersebut tidak berat melainkan agak (terlalu) ringan dan samar-samar sehingga menghasilkan wangi yang terlalu biasa.

Singkatnya, Flower Princess tidak layak menyandang merek besar Vera Wang. Terlalu mahal, kurang canggih, biasa saja dan tidak elegan seperti parfum Vera Wang yang lain. Bila kamu tidak setuju, boleh lho memberikan komentar.

Saturday, June 06, 2009

Perfume Review: Delices de Cartier by Cartier

Saya seorang penggemar ceri: buah kalengan yang manis, permen Vicks rasa ceri & mint, sirup ceri, apa saja! Oleh karena itu, saya sangat gembira ketika Cartier merilis aroma ini pada tahun 2006. Selama 2 tahun, saya telah mengimpikan untuk membeli sebotol. Tetapi saya selalu menahan diri karean memiliki pikiran sederhana, "Saya tidak ingin berbau seperti buah-buahan yang biasanya jadi topping kue blackforest!" Faktanya, agak ngeri juga ya bila berbau seperti itu.

Ah, selalu ada saat pertama ketika seorang wanita harus menghadapi ketakutannya, menaklukkan ketakutan itu serta menendangnya ke samping. Hematnya, dalam kondisi saya, yaitu mencoba parfum Delices de Cartier.

Surprise! Hanya sedikit ceri manis yang terungkap dan malahan lebih banyak wangi bergamot yang kuat. Setelah itu, datanglah dominasi freesia segar dan melati. Aku menunggu dan menunggu dan menunggu kentalnya wangi tonka. Tidak ada yang terjadi ...

Baiklah, saya pikir saya berharap terlalu banyak. Maksudku, botol memang memberi kesan bahwa sesuatu yang juicy dan manis akan keluar. Tetapi sebaliknya yang terjadi, malah datang sebentuk kesegaran bunga yang baru saja dipetik setelah mekar di pohon. Tentunya, saya tidak ingin menggigit atau bahkan makan bunga melainkan saya ingin makan ceri. Selain itu, saya tidak ingin berbau seperti freesia / melati secara kok, agak membosankan ya. Apalagi harga Cartier tidak murah, tentunya saya ingin wangi yang sedikit unik dan lain daripada yang lain.

Untunglah, saya tetap hanya membeli koleksi botol mini.

Delices de Cartier dapat dibeli mulai dari harga $ 3,39 di FragranceX.com.Mereka juga menerapkan Free Shipping ke seluruh dunia. Jadi, tidak rugi kan.

===================================================
Top note: Pink Pepper, Frosted Cherry, bergamot
Middle note: freesia, Jasmine, Violet
Base note: Tonka Bean, Amber, Sana
Tanggal Pembuatan: 2006

Monday, June 01, 2009

Fragrance Review Euphoria by Calvin Klein

Gembira! Ya, itu persis apa yang kurasakan saat melihat botol parfum ini. Bentuknya yang oval-horisontal memercikkan keanggunan tersendiri. Keindahan tersebut merembes ke dalam keindahan sang parfum dan yang pada akhirnya mengangkat seluruh imaji saya juga. Paling tidak, itulah yang saya pikir akan.

Diluncurkan pada 2005 sebagai kreasi dari Carlos Benaim, Long Doc dan Dominique Ropion, parfum ini menarik perhatian banyak orang berkat komposisi indah aroma dasarnya.

Ketika saya menyemprotkan Euphoria pertama kali, saya merasakan sedikit sentuhan amber yang bersih serta segala kelembutan wangi buah-buahan. Akhirnya wangi ini perlahan menghilang. Kemudian, semerbak wangi buah delima menyebar, membubung ke atas dan pergi. Bergamot muncul dan tinggal lama sekali.

Setelah itu, aroma tengah parfum ini mengungkapkan keindahan bunga violet bercampur dengan bergamot. Sementara di belakang mereka, aroma mawar menyelimuti membujuk, seperti amplop merah yang berisi surat berkertas hijau lembut penuh kata-kata cinta. Gembira, membujuk dan menggoda, parfum ini wanginya mirip sekali dengan wangi kulit. Daya tahannya pun cukup baik.

The drydown lagi-lagi mengungkapkan keindahan amber, kayu manis beriringan dengan wangi kayu hutan. Vanili terasa sekali dan baunya sangat sensual meskipun sedikit memabukkan. Manis, tapi tidak terlalu manis karena ada percikan violet di dalamnya.

Saya menemukan bahwa parfum ini lebih cocok digunakan di tempat yang dingin dengan cuaca kering. Dalam cuaca seperti ini, semua notes rasanya membentuk diri sendiri dalam sebuah orkestra wewangian. Dalam kelembaban cuaca panas, memakai parfum ini rasanya seperti menuangkan air ke kulit saya: segar, sejuk, murni, tetapi tidak ada wangi apa-apa.

Euphoria dapat dibeli langsung di FragranceX.com. Bebas ongkir ke seluruh dunia lho, dengan kupon FREE pada saat checkout.

----------------------------------
Top Catatan: delima, hijau catatan, rose hip
Heart Catatan: teratai, anggrek, violet
Base Notes: amber, kayu manis, kayu-kayu lain
Tahun Pembuatan: 2005

Saturday, May 30, 2009

Salvatore Ferragamo - Subtil Pour Homme ::fragrance review

Seorang teman saya membelikan saya botol mini sebagai kenang-kenangan dari perjalanannya ke Hongkong. Dan, sebenarnya ini dia pertemuan kedua saya dengan wewangian pria. Saya terpesona dengan bentuk botol biru minimalis yang langsung menunjukkan kesan wewangian air. Dan, memang tepat seperti itu. Oh, betapa aku menyukai segarnya jeruk Mandarin di semprotan awal. Sangat segar, begitu indah. Dan, jahe bercampur dengan kapulaga! Pada musim hujan seperti sekarang, jahe & kapulaga adalah catatan kerinduan saya terhadap kehangatan yang menyelimuti sekitar hidup saya. Entah mengapa, saya merasa bergaya, keren, kosmopolitan serta berselimut kesegaran hangat tak tertandingi untuk setiap panas dengan esensi handuk beraroma lemon. Meledak, tertawa keras, itulah yang saya pikirkan.

Saat aroma tengah datang, wewangian mawar dan violet membuat penasaran indra saya, terutama ketika rasa manis amber masuk. Saya pikir saya akan menjadi gila menahan hasrat dan fantasi. Ah, parfum yang cantik namun tetap maskulin dengan aroma bunga yang menonjol.

Subtil pour Home berakhir ke dalam wangi kayu becampur kesturi. Tentu, masih dengan aura maskulinitas. Aroma bunga bercampur buah dan rempah sudah pergi digantikan oleh sensualitas yang tak terlukiskan dengan kata-kata.

Mungkin aku melebih-lebihkan, tapi itu yang bisa saya katakan tentang keindahan (dan daya tarik) dari Subtil Pour Homme. Benar-benar klasik!
-------------------------------------------------- --------
Top Notes: Cardamom, Ginger, Mandarin
Catatan Tengah: Bay Rose, Mace, Violets
Heart Notes: Amber, Patchouli, Musk
Tahun Pembuatan: 2003

Sunday, May 24, 2009

Perfume Review: Agua Fresca de Rosas by Adolfo Dominguez


Bukan, ini bukan another tea rose perfume! Walaupun, entah mengapa, nama tea rose sepertinya menjamin bahwa wangi mawarnya alami. Lho, kok malah mendiskusikan parfum lain.

Kali ini saya mau share tentang salah satu parfum dari Adolfo Dominguez. Agua Fresca de Rosas persis seperti namanya yang menggambarkan: kilauan bening air mawar yang surut perlahan-lahan menjadi tiada. Nah, sebenarnya kata "perlahan-lahan" terlalu melebih-lebihkan karena wangi mawar ini pergi dalam hitungan menit.

Agua Fresca de Rosas diluncurkan pada tahun 1995 bersama dengan parfum terkenal lain yaitu parfum Acqua di Gio dari Armani (dengan kesegarannya berani.

Kesegaran Agua Fresca de Rosas berasal dari campuran buah-buahan yang sangat pahit dan asam. Saya duga itu adalah sejenis jeruk. Dan, mengintai di belakang, terdapat kesegaran air mawar berwarna merah jambu lembut. Satu hal yang saya benci adalah wangi jeruk pahit terlalu mendominasi keseluruhan komposisi. Agak membingungkan juga karena seharusnya air mawar menjadi ratu utama bau ini. Tetapi, sebaliknya yang terjadi, wangi buah melulu sepanjang jalan. Pada titik tertentu, saya bahkan berpikir bahwa sebenarnya lebih tepat bahwa ini adalah wangi mawar busuk. Atau, apakah itu?

Nah, walaupun hidung saya terblokir dengan aroma buah, ayah saya mengatakan bahwa saya wangi sekali dan baunya enak. Yah, setidaknya, itu bukan komentar yang buruk. Minimal ada orang yang suka. Bagaimana dengan kamu?

Sunday, May 17, 2009

Fragrance Review Curious by Britney Spears


Ketika saya masih mahasiswa, menjadi penggemar berat Britney Spears menjadi sangat wajar. Dia cantik, berbakat, seksi dan kaya! Semua kualitas yang diharapkan dari seorang wanita. Tapi, kemudian, datang ketenaran, datang godaan, dan lain-lain. Yah, sisanya bisa kita lihat di tabloid dan internet.

Namun pada tahun 2004, parfum pertama dari Britney datang dan langsung menjadi hit besar. Namanya Curious. Dan, saya yakin semua penggemar Ms Spears langsung mengambil parfum ini dari rak. Tidak, saya tidak ikutan. Alasannya sederhana: pertama, saya tidak memiliki anggaran untuk membeli; kedua, saya masih jatuh cinta dengan parfum berharga lebih rendah yaitu Avon. Tetapi, saya meneteskan air liur sepanjang waktu sambil berpikir bahwa ada yang terasa kosong di dada saya. Saya merindukan parfum yang indah ini.

Hari ini adalah hari libur. Saya berjalan mengelilingi toko obat terkenal Guardian dan terkejut mengetahui bahwa Curious tersedia di salah satu rak. Rasanya ia memanggil saya untuk mencoba. Jadilah, saya semprot. Di sebelah saya, si gadis penjual sibuk promosi dan terus mengganggu saya dengan menjelaskan tentang barang-barang bagus, parfum ini itu, 20% diskon, dll.

Saya berkonsentrasi penuh pada Curious. Aromanya terasa akrab. Ya, magnolia dan pir renyah. Hanya sekejap, aroma ini digantikan oleh melati sambac nan sejuk dan ringan. Jujur saja, saya suka melati sambac. Wanginya indah dan aromanya memberikan semangat. Lengkap dengan tuberose berkualitas, saya hanya punya satu kata atas parfum ini: sensual.

Dengan sedikit penasaran, saya menunggu aroma dasar yang akan datang. Eh, ternyata cukup membosankan. Kuat memabukkan tetapi terasa palsu, wangi musk dikelilingi oleh manisnya bunga vanili. Hal ini mengingatkan saya waktu SMA ketika saya menggunakan Avon Jazz kemana saja. Memang parfum itu cocok bagi saya saat itu. Tetapi, tentu tidak cocok bagi saya sekarang. Oh, baiklah, saya jadi menyadari bahwa saya bukan target pasar Britney. Mungkin dulu saat masih remaja, parfum ini sesuai bagi konsumen seperti saya. Tetapi, sekarang saya adalah seorang wanita yang tua, ups, maksudnya dewasa! Hmm, sepertinya parfum ini memunculkan perasaan yang tidak menguntungkan bagi citra diri saya.

Mari kita beralih ke botolnya yang berwarna biru! Pasti, yang satu ini adalah salah satu usaha Ms Spears untuk mempertahankan keanggunan parfum ini. Lebih tepatnya, bukan Ms Spears, tetapi perusahaan pemroduksi parfum ini yaitu Elizabeth Arden. Oh ya, Curious memenangkan 2007 Cosmo Girl Award untuk kategori kosmetik. Hebat, ya?!

Oh ya, Curious dapat dibeli dengan harga yang OK dan free shipping dengan meng-klik link ini Cobalah sekarang! Toko ini sangat terpercaya, lho
--------------------------------------------------------------------------
Top Notes: Louisiana Magnolia, Golden Anjou Pear, Water Lotus
Middle Notes: Early Morning Tuberose, Star Jasmine, Pink Cyclamen
Base Notes: Vanilla-Infused Musk, Blonde woods, Sandalwood

Sunday, May 10, 2009

Fragrance Review Fantasy by Britney Spears


Ketika saya masih kecil, ibu saya dan ibu sahabat saya selalu membelikan kami baju yang sama. Tali, model, potongan baju, semua sama. Satu-satunya perbedaan adalah warna. Dia mendapat warna-warna netral seperti baby pink dan putih, sementara saya yang cerah seperti kuning dan hijau. Kami selalu berpura-pura bahwa kami adalah putri dari negeri seberang dan bahwa suatu hari, seorang ksatria berbaju zirah akan menyelamatkan kami dari naga ganas. Kami menghabiskan hari mengejar kupu-kupu kuning kecil atau memetik buah liar yang aneh berwarna merah dan makan langsung dari pohonnya. Kami punya rambut bob yang sama (milik saya tidak begitu berhasil bentuknya seperti miliknya) dan bibir kami merah terpoles. Kami menyanyikan lagu anak-anak terkenal di bawah pohon-pohon pinus yang hingga sekarang tetap tegak menjaga dinding komplek perumahan kami.

Kami putri dengan gaun berenda merah muda dan kuning dan impian akan hidup bahagia selamanya.

Nah, hidup kami tidak begitu mudah sebenarnya. Persahabatan kami agak berakhir pada saat kami memasuki SMA. Ia tumbuh jauh lebih cantik (dan lebih populer) daripada saya. Dia punya suami setelah menyelesaikan kuliah dan bercerai 3 tahun kemudian. Peristiwa ini menarik kita berdua bahkan lebih jauh lagi.Hingga di sinilah saya: lajang, berjuang untuk menemukan belahan jiwaku.

Bukan kesatria berbaju zirah tentunya.

Tapi, saya membeli Britney Spears Fantasy bulan lalu. Wanginya mempesona indera saya. Suatu wangi pembukaan beraroma asam buah-buahan dan cupcake vanili membawa kembali kenangan masa kecil ketika kami membuat kotor tangan kami saat menggigit buah beri mungil dan airnya muncrat membasahi pakaian. Saat kami sudah lelah, ibu kami sudah siap dengan kue-kue segar dari oven. Betapa hidup yang sungguh bebas dari kekhawatiran!

Semenit kemudian, kelopak bunga melati hijau mulai menyapa dan menempatkan dirinya di sebelah saya. Segar dan ringan, membawaku ke kebun bunga masa kecil kami. Saya merasa seperti waktu berada di SMP: pemalu tapi ingin cantik. Kelembutan cupcake dan vanili masih terasa ragu-ragu.

Perlahan, keluguan anak-anak menghilang saat kita tumbuh dewasa. Dan begitu juga Fantasy. Aroma vanili terasa lebih menggiurkan dengan penampilan seksi kesturi dan orris. Astaga! Rasanya seperti seorang wanita yang masih dalam gaun pesta kuning terang dan siap untuk bermain-main dengan pria-pria tampan.

Jika setiap orang dapat memiliki fantasi, parfum ini cukup dapat mengambil bagian dalam impianku: untuk menjadi diriku sendiri yaitu seorang gadis muda penuh tawa yang tumbuh menjadi wanita dewasa - masih penuh tawa. Rambut ikal saya masih tertata. Gaun renda saya juga trendi. Dan, impian saya akan ksatria berbaju zirah indah merona.

Fantasy dari Britney Spears dapat dibeli dengan mengklik tautan ini now!

Tuesday, May 05, 2009

Fragrance Review Lolita Lempicka by Lolita Lempicka

"Keinginan untuk membawa kembali kenangan masa kecil, di mana fairy-godmother masih hidup dan dapat membuat setiap hal mudah"

Tanggal Kreasi: 1997 - Oriental Vanilla
Top Notes: Pineapple, Lemon, Anise, Rosewood
Heart Notes: Lily of the valley, Rose, Jasmine, licorice
Base Notes: Almond, Tonka, Vanilla, bebungaan lain

Mimpi saya adala kembali ke masa kecil dan menonton ibu memanggang kue. Aroma vanili memenuhi udara. Rasanya bahagia karena dapat beristirahan yang nyaman di hari yang cerah panas setelah seharian menangkap ikan Guppy di got dekat kompleks rumah. Lollita Lempicka berhasil membawa saya ke dalam dunia dongeng di mana tidak ada masalah apa pun dan bahwa saya berada dalam mimpi seorang Cinderella yang sibuk mencari (dan menemukan) seorang ksatria berbaju zirah. Ah, dunia masa lalu saya muda yang cemerlang!

Dibuka dengan wangi adas manis, parfum ini berlanjut dengan aroma manis licorice dan bunga lili. Secara perlahan, ia mengering menjadi campuran almond pahit, Tonka dan vanili.Seorang wanita teman berkata aku berbau seperti kue vanila sementara yang lain bilang aku mirip wangi susu coklat. Seorang teman laki-laki berkata wangi saya enak sekali. Dan, ia mengatakan hal itu di akhir piknik kami hari itu, di hari yang berkeringat dalam Metro Mini yang sangat penuh penumpang lengkap dengan polusi udara dari mana saja.

Parfum ini sangat menggoda. Oleh karena itu, merekomendasikan pembaca untuk membelinya. Bila susah dicari, ini situs yang bagus dan dapat mengirim ke Indonesia dengan selamat yaitu FragranceX.

Friday, May 01, 2009

Perfume Review Bvlgari Blue


Bvlgari perfume? Siapa yang tidak tahu! Apalagi kalau parfum tersebut adalah Bvlgari Blue, salah satu parfum paling ngetop (dan pasaran) yang pernah saya tahu. Dan, tentu saja paling banyak direkomendasikan oleh para salesperson di mal. Akibatnya, halah, jadi banyak sekali yang memakainya. Duh!

Tetapi, tentu tetap akan saya review di sini.

Bvlgari Blue adalah parfum untuk perempuan dewasa (catat kata dewasa di sini!) yang ingin merasa spesial. Aroma atasnya adalah segarnya bergamot diikuti dengan jahe. Bagi sebagian orang, jahe ini terus bertahan hingga akhir. Jadi agak aneh juga ya. Tetapi bagi saya, setelah itu yang tercium adalah wangi bunga. Bagaimana dengan kamu? Apakah pernah memakai parfum ini? Bila ya, boleh cerita juga di kolom komentar di bawah, misalnya apakah wangi Blue di tubuh kamu adalah jahe melulu.

Nah, wangi terakhir dari parfum ini adalah: vanila bercampur wangi kayu. Jadi secara keseluruhan, parfum ini adalah parfum yang seksi (walaupun pasaran) dan tentu sangat dapat digunakan untuk udara tropis seperti Jakarta.

-----------------------------------------------------------------------
Date of Creation: 2000 – Floral Woody Musky
Top Note: Bergamot, Ginger
Heart Note: Wisteria, Flax flowers
Base Note: Acacia, Vanilla, Musk, Sandalwood

Perfume Review: Byblos by Byblos

Aku membeli botol besar dengan harga hanya $ 10,5 dari teman kost yang biasanya mencoba untuk menjual parfum palsu. Terus terang, ini adalah keputusan yang buruk! Aroma pertama yang keluar: ya, jelas buah-buahan seperti bergamot / mandarin. Aku menunggu wangi persik keluar tetapi tunggu punya tunggu, halah tidak ada wangi persik sama sekali. Aroma atas ini hanya berlangsung selama beberapa detik. Aroma tengahnya seharusnya adalah mimosa atau lily. Yah, mungkin aku saja yang berharap terlalu banyak karena kenyataannya, tidak ada wangi bunga sama sekali. Byblos langsung ke wangi dasarnya yaitu kayu.

Byblos cukup segar tetapi terlalu berat (dan maskulin) untuk dikenakan seorang wanita ke kantor. Rekan kerja aku malah terus berkata, "Kamu pakai parfum pacarmu ya?" Atau lebih buruk lagi, "Kamu memakai Gatsby cologne?" Dan, yang terburuk, "Bisakah seseorang mengambilkan minyak kayu putih? Aku tak tahan wangi perempuan ini. Bikin pusing, niy. Saya hampir pingsan."

Aku pikir dia bercanda. Ternyata tidak.

Jelas tidak seksi.

Aku masih mengambil risiko memakainya sampai tetes terakhir. Tentu untuk dinikmati sendiri.

"Byblos is time to be a man!"
----------------------------------------------------------
Tanggal Pembuatan: 1990 - Fruity Floral
Top Notes: bergamot, jeruk mandarin, Blackcurrant, persik
Heart Notes: Mimosa, Lily of The Valley, Orris, Lily
Base Notes: Vetiver, kesturi, Raspberry, bunga-bunga

Wednesday, April 29, 2009

Perfume Review: The Spirit of Moon Flower from The Body Shop

"Sebuah kelembutan dan keharuman bunga yang mencerminkan aroma magis dari moonflower yang berharga serta sangat cocok untuk wanita penikmat aroma romantis dan cantik."

Seorang teman menyatakan penuh semangat bahwa pacarnya tiba-tiba memiliki dorongan kuat untuk mendekatkan dirinya setiap kali ia memakai parfum ini. Terinspirasi oleh kata-katanya, saya membeli satu botol perfumed oil dan langsung bersin bin tersedak begitu keras saat memakainya. Air mata saya langsung mengalir turun. Saya juga bingung, apakah reaksi ini terjadi karena ekstrak moonflower ataukah ekstrak ketumbar atau karena aroma lain yang rahasia. Apa pun itu, hal itu menyebabkan reaksi alergi bagi saya. Namun, setelah beberapa detik, Moonflower berubah menjadi segar seperti campuran aroma mentimun dan melon nan diikuti oleh campuran kesegaran bunga.

Tetapi saya selalu bersin bila memakai parfum ini hingga akhirnya, saya menguasai taktiknya.

Caranya adalah dengan mencubit hidung perlahan sehingga partikel tidak memasuki sistem respirasi tubuh saya. Langsung, semprotkan cepat. Kemudian, kabur ke tempat yang aman alias tanpa wangi parfum ini sehingga saya dapat bernapas dengan tenang.

Sayangnya, walaupun saya selalu bersin sampai tetes terakhir, tidak ada satu pun pujian yang diterima dari teman-teman, bahkan pacar. Hal ini memperkuat kesimpulan bahwa parfum ini tidak cocok dengan susunan kimia tubuh saya.

Kekurangan: parfum ini tidak berlangsung lama dan saya harus mengulang seluruh rutinitas 'semprot dan kabur' tersebut.

-------------------------------------------------------------
Date of Creation: 2000 – Floral Green
Top Note: Melon, Cucumber, Green Notes, Coriander, Gardenia
Heart Note: Moonflower, Cyclamen, Lily of the Valley, Lime Blossom
Base Note: Jasmine, Rose
Image : from thebodyshop.com

Monday, April 27, 2009

Perfume Review : Nina Ricci - Love in Paris

Suatu konsep cinta sulit untuk digambarkan. Apakah ini suatu kegilaan semata ataukah suatu obsesi ataukah suatu keinginan untuk memeluk seseorang / sesuatu dengan erat supaya tidak hilang? Atau, apakah itu emosi platonis kepada orang tertentu? Atau, apakah perasaan itu adalah mengenai hal yang terasa begitu murni sehingga kamu mau menukar segala sesuatu di dunia ini hanya untuk mendapatkannya sesaat?

Ada banyak definisi cinta bersama dengan banyak studi tentangnya. Namun, selama berabad-abad manusia mengalami kerinduan atas perasaan paling misterius di planet ini. Oleh karena itu, cinta adalah sesuatu yang paling berharga dan seperti kata pepatah, mampu membuat dunia berputar. Serius, saya yakin deh.

Bau dan aroma dapat membangkitkan emosi manusia. Apakah itu bau krim susu panas, atau uap beras, seikat bunga, rumput yang baru dipotong, daun sobek, kayu yang terbakar, masing-masing hal yang akan berhubungan dengan batin manusia yang paling perasaan bahagia dan kadang sedih juga.

Nah, inilah dia 'Love in Paris'. Bagi saya, inilah salah satu love potion terbaik yang pernah saya hirup.

Semburat kebahagiaan bertambah besar dalam hatiku saat pertama kali mengendus semprotan pertama. Kata-kata penuh bunga, kerlap malam berhias bintang-bintang. Aroma amber dan kesturi menguar di udara. Jembatan penuh orang bergandengan tangan termasuk saya dan pasangan saya juga sementara suara kembang api dan desir cahaya terang terlihat di langit. Love in Paris benar-benar membawa perasaan bahagia seperti jatuh cinta di kota paling romantis di dunia, jatuh cinta kepada kesatria berbaju zirah.

Ledakan bergamot, aprikot dan melati langsung menyerang hidungku diikuti oleh mawar. Oh, komposisi yang sempurna, parfum sempurna untuk berjalan-jalan di bawah langit malam musim semi. Atau, mungkin itulah wangi favorit saya. Ah, mendadak saya ingin memegang tangan kekasih saya lebih erat sambil merasa bahwa cinta kami adalah hal yang keren di dunia ini.

Setelah beberapa saat, seperti cinta itu sendiri, Love in Paris berubah menjadi wewangian bebungaan diimbuh sedikit aroma kayu hutan. Dengan kata lain, masih sensual tapi sedikit membosankan. Love in Paris halus namun agak datar. Menurut saya, ia membutuhkan sedikit booster yaitu nada atasnya yang menyegarkan. Bila saja, nada atas itu dapat terbawa hingga terakhir, tentunya lebih menyenangkan.

Yah, aku mungkin berusaha lagi untuk mendapatkan kembali tahap pertama jatuh cinta yang penuh hasrat memabukkan. Semoga Love in Paris dapat membantu membawa perasaan itu kembali.

-----------------------------------------------------------------
Top Notes: bergamot, angkak, mawar, persik, peony
Catatan Tengah: violet, melati, adas manis, aprikot
Base Notes: musk, kayu hutan
Tahun Pembuatan: 2004

Saturday, April 25, 2009

Perfume Review: Oceanus from The Body Shop

Bayangkan rasanya berbaring di pasir pantai di mana angin panas dari laut membawa udara segar dan matahari bersinar cerah. Sebuah keranjang buah matang tertata rapi di samping seikat karangan bunga dan terlihat sangat indah dipandang. Waktu berdiri diam.

Dibuka oleh aroma ozon dan lily air, Oceanus dengan cepat berpindah bunga lili dari jenis lain serta campuran bunga segar yang terus terang, susah saya bedakan satu sama lain. Rasanya saya telah dibawa ke tempat lain di mana burung camar berkuak dan berang-berang melompat-lompat di sekitar saya. Bahkan, bagi pecinta lautan seperti saya, hal ini rasanya terlalu indah. Nah, ketika wangi dasarnya muncul, wangi kesturi memperkuat wangi buah beri sementara wangi cendana penuh mengembang.

Saya jatuh cinta pada parfum ini. Lucunya, hal yang terbaik selalu terjadi saat kamu mengharapkan dengan sungguh-sungguh. Atau, paling tidak, saya yang berharap begitu besar. Seorang teman wanita memberi saya krim tubuh beraroma Oceanus yang pernah diberikan oleh ibu mertuanya. Dia tidak suka wanginya tetapi masih mendapatkan krim itu sebagai hadiah ulang tahun. Mulai sekarang, saya pikir saya harus memasukkan tanggal lahirnya ke dalam agenda saya sebagai pengingat pribadi. Siapa tahu, ibu mertuanya memberi barang-barang lain yang tidak dia suka tetapi saya cinta.

Kekurangan parfum ini adalah wanginya tidak bertahan lama.

---------------------------------------------------------------
Top Notes: Water lily, ozonic
Heart Notes: Violet, Rose, Geranium, Jasmine, Lily of the Valley
Base Notes: Musk, Berries, Sandalwood
Image : from The Body Shop website

Sunday, April 19, 2009

Perfume Review Bvlgari Omnia


Apa siy definisi dari kesuksesan di kota-kota kosmopolitan?

Sebagian orang akan mengatakan banyak uang, rumah, mobil, karir bagus dan relasi yang sejibun. Tetapi, tentu saja ada waktu yang dikorbankan.

Cukuplah dengan curhat saya. Ini lho, ada parfum yang sangat saya suka. Namanya Omnia dari Bvlgari. Seperti biasa, Bvlgari perfume adalah wewangian yang dapat dikategorikan elegan dan seksi. Beberapa di antaranya unik dan susah dicari bandingnya di pasaran parfum. Salah satunya yang ini.

Tertarik dengan bentuk botolnya yang lucu, saya langsung mencari ke toko sewaktu parfum ini pertama kali keluar di tahun 2003. Halah, mahal sekali! Putar otak dulu, bagaimana caranya melakukan review terhadap parfum ini kalau begitu ya.

Ada akal! Bilang saja ke pacar! Dan, ternyata benar, saya dibelikan parfum ini sebagai hadiah! Oh, saya senang sekali. Ternyata, semprotan pertama sangat mengecewakan. Aroma jahe yang sangat kental langsung menyabet hidung saya. Duh! Saya pikir, mungkin aroma tengahnya agak menyenangkan. Wah, ternyata tidak juga! Amit-amit malah iya (saat itu, sih). Soalnya, wangi kayu manis, sih. Siapa yang suka berbau kayu manis sepanjang hari. Tetapi tidak apa, pikir saya. Tunggu punya tunggu, wangi akhir yang cantik dan sensual muncul yaitu wangi coklat dan cendana.

Jangan salah, butuh waktu 3 tahun buat saya agar mulai menyukai parfum ini. Selama itu, saya simpan saja parfum ini baik-baik di lemari dan sibuk mengejar karir saya dengan memakai parfum lain. Ah, akhirnya datang juga saat itu, saat saya sudah mampu memakai blazer mahal dan melakukan presentasi di hadapan bos besar, lengkap dengan sepatu but lancip mengkilap. Dan, tebak, parfum inilah satu-satunya aksesori saya yang paling pantas dan understated untuk di kantor.

Selamat datang di kehidupan - karir - kosmopolitan.

-----------------------------------------------------------------
Date of Creation: 2003 – Oriental Spicy
Top Note: Mandarin orange, saffron, ginger, cardamom
Heart Note: Masala spiced tea, lotus flower, clove, cinnamon
Base Note: White chocolate, Indian wood, sandalwood

Sunday, April 12, 2009

Perfume Review: CH by Carolina Herrera


Merah adalah warna favorit saya. Itu sebabnya saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap wewangian ini. Lebih tepatnya, terobsesi. Bolak-balik saya berkada pada diri sendiri,”Masakan beli parfum lagi? Bukankah sudah banyak sekali di lemari kamu.” Tetapi bagaimana caranya mencegah godaan ‘sesat’ atas iri hati dan dengki yang tiba-tiba muncul dalam pikiran saya bilaman ada orang lain yang mengenakan parfum ini jauh sebelum saya. Akhirnya, kartu saya merayu mesin ATM untuk mengeluarkan sejumlah kertas berharga. Saya langsung lari ke toko langganan dan membeli sebotol kecil miniatur CH. Sumprit, saya belum mampu (dan tidak mau) membeli botol yang besar. Susah menghabiskannya.

Seperti yang saya bayangkan, CH adalah parfum yang cantik, secantik botolnya. Saya tidak terlalu peduli apakah parfum ini adalah gambaran yang tepat mengenai New York. Dan, tidak mau tahu juga apakah – sesuai iklannya di majalah wanita – parfum ini adalah imaji Carolina Herrera, Jr mengenai pengejawantahan masa kecilnya. Yang saya tahu dan pikir adalah bahwa surga sangat dekat! Dan, itu terjadi saat saya menghirup parfum ini. Ledakan aroma buah, yang terdiri atas komposisi grapefruit dan melon, menemani perjalanan fantasi saya ke masa kecil yang indah. Apalagi setelah wangi lainnya keluar: duh, seperti makan biskuit Monde dengan krim lemon di tengahnya. Senyum saya tidak pernah berhenti menghias bibir: oh, masa kecilku yang bahagia, dimana susu dan kue sudah cukup untuk hidup kaya raya. Setelahnya, komposisi praline dan bergamot menyusul, sama indahnya juga.

Setengah jam berlalu. Lho, kok wanginya jadi biasa saja, hanya sedikit melati dan mawar. Tunggu punya tunggu, tiba-tiba muncul wangi kayu manis dan kasmir menyelimuti wewangian bunga tadi. Saya terkejut. Sangat sempurna, pikir saya. Rasanya seperti mengelus kehalusan beludru: elegan nan lembut. Saya cinta beludru dan kasmir, apalagi bila suatu parfum mampu menggambarkannya dengan sangat tepat.

Setelahnya, muncul wangi kayu yang sangat anggun.
CH benar-benar sesuai dengan imaji yang hendak ia bangun: indah, elegant, bebas, carefree dan sensual.
------------------------------------------------------------------
Top Notes: bergamot, grapefruit, sicilian lemon, melon
Middle Notes: praline, bulgarian rose, jasmine sambac, orange blossom, cinnamon
Heart Notes: leather, cashmere, sandalwood, cedar wood, patchouli, amber, musk
Year of Launching: 2007

Friday, April 03, 2009

Perfume Review: 212 Sexy by Carolina Herrera


Seorang teman misuh-misuh memaksa saya untuk mencarikan parfum 212 Sexy dari Carolina Herrera. Glek! Mana saya tahu dimana membelinya secara mencari parfum diskon di Jakarta semakin sulit, euy. Lagipula, masakan memiliki 212 yang pertama kali keluar saja sudah cukup, bukan? Tapi, bukan perfumista sejati namanya kalau rasa ingin tahu tersebut dipendam saja. Jadi, saya bergerilya kesana kemari mencari parfum ini. Lho, kok ketemu!

Botol 212 Sexy masih persis bentuknya dengan emaknya (btw, mengapa saya panggil emak-nya, bukan nenek-nya, kakek-nya, penting ga siy) yaitu 212. Hanya, warnanya sekarang merah jambu malu-malu. Dan, tetap saja botolnya terbagi dua, yang disatukan oleh semacam silinder metal dengan tulisan merek Carolina Herrera.

Wangi pertama yang saya hirup adalah kesegaran citrus dengan sedikit sentuhan pink pepper. Unik juga, pikir saya, dan sangat elegan. Sayangnya, kekaguman tersebut segera memudar dengan sangat cepat begitu aroma tengah parfum ini nongol secara yang terhirup lagi-lagi (!) adalah wangi permen cotton-candy dan vanilla. Banyak bgds deh parfum model begitu. Saya akui siy, saya suka! Hihihihi…

Pada saat yang sama, saya juga menemukan wangi bunga, campuran antara mawar dan gardenia. Wanginya mirip sabun yang feminin dan lembut sekali. Bercampur dengan wangi vanilla tadi, terciptalah suatu keharmonisan yang sensual, seperti undangan menghabiskan malam bercakap-cakap penuh arti di bawah rembulan penuh.

Ah, saya cinta parfum ini. Apalagi, karena parfum ini tidak berat dan sangat mungkin dipakai di udara musim panas Jakarta.
Menurut kamu bagaimana?
-------------------------------------------------------------
Top Notes: pink pepper, jeruk mandarin, bergamot
Middle Notes: cotton candy like notes, geranium, gardenia
Base Notes: musk, vanila
Year of Creation: 2005


Sunday, March 29, 2009

Perfume Review: White Musk from The Body Shop

"Sepotong kelembutan beludru yang cocok bagi setiap wanita dan untuk setiap momen berharga. Sensual selamanya.. "

Atau, minimal itulah yang saya harapkan dari parfum ini bila mendengarkan dengung dan bisikan orang-orang pecinta White Musk.

Top Notes: Velvety musk, Floral lily, Kenanga, galbanum dan basil
Heart Notes: Velvety musk, melati oriental, Floral lily, Rose
Base Notes: Vanili, Amber, Nilam, Oakmoss, Vetiver, sedikit wangi persik
Gambar: dari situs The Body Shop

Saya setuju dengan Anita Roddick, White Musk ini klasik, sensual, love-and-hate-perfume. Semua aroma lain tersembunyi di balik wangi kesturi sintetik yang murni bagai beludru membelai kulit. Tercantum sebagai salah satu wewangian terbaik bagi konsumen banyak oleh BaseNotes, parfum yang satu ini memang benar-benar suatu keharusan untuk tersedia di setiap lemari wanita. Atau, minimal patut dicoba deh. Bila kamu menggunakannya selama masa subur maka orang-orang akan tergila-gila. Tetapi, bila kamu menggunakan selama periode datang bulan, percayalah, mereka akan membenci Anda.
Sebuah saran dari saya, jangan pernah menggunakan yang satu ini, kecuali kamu bisa tahan atas komentar dan reaksi seperti di bawah ini.


Pertama, saya pernah memilih aksesoris di kios pinggir jalan, si wanita penjualnya ingin bertukar aksesoris sebanyak yang saya inginkan dengan parfum sensual ini. Ia bilang ia ingin mekainya untuk membuat suaminya 'bahagia' pada pertemuan malam ini. Glek...

Kedua, seorang teman ingin menukar baju butik barunya dengan parfum ini atau boleh juga dengan traktiran makan 'ayam penyet' lezat untuk petunjuk dari nama parfum ini.

Ketiga, seorang rekan kerja cepat menutup lubang hidungnya ketika saya duduk di sampingnya dan memberikan komentar buruk, "Kamu tidak mandi selama seminggu? Kamu bau ketiak." Halah, saya memakai seri lengkap dari White Musk, mulai EDT hingga pelembab tubuh.

Keempat, bos saya dari kantor meiliki selera atas wanita cantik berkulit putih bening. Dia kaya, lho, walau agak flamboyan. Dan, selalu memandang saya sebelah mata. Nah, suatu hari dia berkomentar ketika saya berjalan melewatinya, "Kamu wangi sekali seperti baru saja melangkah keluar dari pancuran air panas. Kamu tidak pernah sewangi ini sebelumnya." Gairah terlihat di matanya. Dia bahkan mengikuti saya turun ke ruang fotokopi dan terus mengajak saya mengobrol. Duh, saya terkejut dan bukannya tersanjung malahan menjadi ketakutan.

Keputusan diambil: cukuplah sudah! Saya tidak akan menggunakan White Musk pernah lagi.

Friday, March 27, 2009

Perfume Review: Spirit Night Fever by Antonio Banderas

Banderas adalah nama yang maskulin. Ehm, sebenarnya sih, orangnya yang maskulin. Bila Antonio Banderas dinamai Antonio Bejo atau Antonio Tukijan, tetap saja orangnya maskulin dan …yummy… Dan, karena dia (menurut saya, loh) termasuk anggota perkumpulan sexiest man alive, saya tentu saja langsung setuju dengan line parfum dari Mr. Banderas, terutama karena dia memilihkan Spirit Night Fever untuk saya pribadi. Ya minimal rasanya seperti itu.

Parfum ini termasuk dalam kategori floral-oriental. Artinya: wanginya (seharusnya) sensual. Sayangnya, kebalikannya yang terjadi. Oke, memang parfum ini sensual bila orang lain mampu mencium wanginya. Ndilalah, mau disemprotkan berapa banyak sekali pun, yang mampu menghirup wanginya hanya saya, orang lain tidak. Sudah saya tes, dengan menyemprot 5x, tetapi setiap kali melewati teman saya yang sangat alergi dengan parfum, dia menoleh pun tidak.

Jadi, bila kamu membutuhkan parfum yang sangat lembut, misalnya dalam bila mau bertemu mertua galak, boleh deh memakai parfum ini secara wangi akhirnya cukup lembut nan seksi yaitu campuran vanilla dan cendana. Tetapi, bila ingin membuat kesan sensual terhadap orang lain, wah sebaiknya mencari parfum lain.
PS: atau mungkin karena harganya terlampau murah ya untuk ukuran Mr. Banderas.

Tuesday, March 17, 2009

Perfume Review: Benetton - Sport for Men

Ulasan lain untuk Benetton? Lagi?
Maaf, saya tidak tahan! Saya selalu senang mendapatkan barang murah: Rp 120.000 di salah satu toko online.

Kisaran parfum Benetton selalu lengkap mulai dari bunga-bunga halus ke wangi yang sporty. Belum pernah saya menemukan yang anggun, sayangnya. Namun, melihat tipe penggemar Benetton yang selalu aktif, ya tentu membutuhkan parfum eksklusif tetapi tetap menyenangkan untuk digunakan di cuaca panas.

Jadi, saya memutuskan untuk mencoba Sport for Men. Mengapa? Karena aku mencuri parfum pacar saya, hehehehe.

Diluncurkan pada tahun 1999 (menurut Basenotes), Sport for Men adalah wangi yang dapat dikategorikan sebagai wangi citrus.

Semprotan pertama menghentak saya dengan aroma jeruk nipis dan lemon yang sangat cocok digunakan untuk aktivitas luar ruang dan sama sekali tidak ofensif ketika digunakan dalam ruangan, misalnya bila berada di sebuah pusat kebugaran. Setelah setengah jam, aroma bunga keluar, sangat mirip dengan kembang sepatu di kebun saya. Saya agak bingung juga mengapa pria perlu wangi kembang sepatu di cologne mereka walaupun bau parfum ini tetap cocok juga. Apalagi bila pria kamu terbiasa berbau cengkeh atau tembakau seperti pacar saya.

Nah, setelah itu, here comes the tricky part:
a. Bila aku pakai selama masa menstruasi: nada dasar vetiver memancar, membuatku berbau maskulin.
b. Bila aku pakai di luar waktu menstruasi: wangi kembang sepatu tersebut bertahan lama.

Oleh karena itu, saya mengklasifikasikan Sport for Men ke dalam salah satu parfum yang menarik. Dan, oh, aku juga suka botolnya yang berselimutkan karet abu-abu tersebut. Rasanya begitu rapi namun aman terutama ketika tidak sengaja tanganku selip dan botolnya hampir jatuh ke lantai.

Tuesday, March 10, 2009

Perfume Review: Green Tea Scent Spray by Elizabeth Arden

Tadinya saya kira, yang namanya Scent Spray itu seperti EDP. Maksudnya, berdaya tahan lama. Ternyata, boro-boro. Baru saja disemprot, wanginya terbang. Persis seperti memakai body splash. Tidak ada aroma wewangian yang kompleks yang biasanya terbangun setelah beberapa menit disemprotkan. Tetapi, Green Tea ini memang sangat menenangkan. Wangi atasnya menstimulasi syaraf karena terdiri dari lemon/bergamot beku serta peppermint yang ringan jernih. Setelah itu, seledri bercampur melati kerap menyusul mendinginkan parasaan. Penuh energi, wangi oakmoss bercampur kesturi tinggal sebentar dan secara perlahan menghilang, apalagi di cuaca panas.

Karena tidak tahan lama, saya selalu menyelipkan botol besar kemana-mana untuk mengaplikasikan ulang setiap tiga jam sekali. Capai juga tapi cukup layak dikerjakan. Hmm, minimal hingga suatu hari, teman saya berkata,”Hey, kamu pakai juga. Aku membelikan Green Tea, lho, untuk ibu mertuaku yang super bawel!”

Duh!

---------------------------------------------------------------------
Date of Creation: 2000; dalam kategori Citrus Aromatic
Top Note: Bergamot, Lemon, Orange, Peppermint
Heart Note: Rhubarb, Jasmine, Celery Seeds, Carnation
Base Note: Oakmoss, Amber, Musk

Saturday, March 07, 2009

Perfume Review: Green Tea Summer by Elizabeth Arden

Karena dihadiahkan oleh Female Magazine, saya agak meremehkan hirupan pertama yang langsung dari botolnya. Memang, wanginya agak sedikit aneh pertama kali seperti rambut 'gosong' terbakar matahari setelah main berpanas-panas di lapangan. Ternyata, setelah disemprotkan, wanginya seindah surga (duh, kayak saya tahu saja indahnya surga!). Dengan lega, saya mengikuti keindahan buah-buahan yang tersaji di depan hidung saya sambil bermimpi sedang berjemur di pantai, di bawah payung besar. Segelas pina colada di tangan kanan plus shade D & G.

Lalu, bagaimana dengan bau rambut gosong tadi?

Ah, itu hanya bukti bahwa kulit saya sudah berwarna tan tercium matahari, terjilat angin laut sedemikian rupa hingga bekasnya masih terasa menggarami kulit saya.

---------------------------------------------------------------------
Top Note: Black Currant, Lemon, Tangerine
Heart Note: Cyclamen, Water Lily, Watermelon, Passion Fruit
Base Note: Musk, White Amber, Solar Note

Tuesday, March 03, 2009

Perfume Review: Too Feminine by Etienne Aigner

Semasa kecil, saya mengoleksi kertas surat. Maklum, zaman itu internet belum memasyarakat sehingga yang musim adalah berkiriman surat dengan sahabat pena. Dalam tumpukan koleksi kertas surat itu, ada satu set yang sangat saya suka. Warnanya biru. dengan gambar seorang gadis cilik duduk di atas daun besar di atas kolam. Dan, wanginya..sangat tak terlupakan. Lembut, manis, seperti permen.

Hingga saat ini, saya masih saja mencari memori tersebut di seantero jagat perwangian. Seorang penjual di toko SAGAS menyarankan untuk membeli Gift Set terbaru dari Aigner berisi botol 60ml EDP Too Feminine dan pelembab tubuh 50 ml.

Dia bilang,”Wanginya seperti melati segar! Harganya juga murah, hanya Rp 280,000,-”

Saya senang sekali. Wangi masa kecil saya kembali! Aroma atas dari parfum ini seperti sirup, manis dengan topping buah-buahan. Sayangnya tidak bertahan lama. Dan, tanpa peringatan apa-apa, aroma tersebut berubah menjadi campuran melati dan sweet pea yang lembut, melankolis walau sedikit terlalu manis. Dan, di saat akhir, ndilalah tidak disangka-sangka, wangi amber samar-samar keluar, begitu lembut dan indah.

Menurut saya, parfum ini sebenarnya dirancang dengan sangat hati-hati dan penuh dengan komposisi bahan yang cukup kompleks. Setiap aroma sangat dominan dan sebenarnya dapat berdiri sendiri sehingga agak sulit juga menentukan karakteristik parfum ini. Menyesal, saya tidak dapat menemukan secara teliti kesemuanya, termasuk favorit saya bunga magnolia. Tetapi, saya tetap cinta Too Feminine! Dan, saya akan menjadikannya sebagai pengganti parfum lama saya yang beraroma Vanilla-Amber. Walaupun, setelah dipikir ulang, lho kok saya sekarang seperti sirup Marjan berjalan ya.

----------------------------------------------------------------------
Top Note: Passion Fruit, Watermelon, Raspberry, Grapefruit
Heart Note: Indian Tuberose, Tunisian Orange Blossom, Egyptian Jasmine, Chinese Magnolia, Parma Violet
Base Note: Oak Moss, Vetiver, Iris, Sandalwood, Amber, Musk
Year of Launching: 2006

Sunday, March 01, 2009

Perfume Review: Benetton - Energy

Yah, aku memang membutuhkan banyak energi akhir-akhir ini sehingga aku pergi untuk mencoba beberapa tetes wewangian terbaru dari Benetton, Energi baik untuk yang pria maupun wanita. Botolnya kelihatan bagus untuk musim panas, berwarna putih dan oranye untuk wanita serta putih dan biru untuk pria. Di bawah ini adalah apa yang saya pikirkan.

Benetton Energy Women
Satu semprot saja dan aku terbawa pergi ke tempat di mana matahari selalu bersinar cerah, burung berkicau, dan angin membelai lembut. Dan di sana saya dapat mengambil keranjang yang penuh dengan jeruk dan persik dan piring berisi satu sekop es krim vanilla. Aku duduk di dekat sungai, membaca komik, menggapai buah dan mencelupkannya ke dalam es krim. Singkatnya, parfum ini adalah menyenangkan bagi jiwa-jiwa muda nan bebas.

Sekarang datang versi pria ...

Yikes!
Double Yikes!
Triple Yikes!

Aku tidak pernah mengerti mengapa orang menciptakan parfum ini yang merupakan versi murahan campuran antara kesegaran Dunhill Pursuit dan gelapnya Salvador Dali. Sesungguhnya, campuran tersebut cukup aneh. Dan, kalau dilihat dari iklan Benetton, saya mendapat kesan bahwa parfum ini seharusnya diperuntukkan bagi remaja pria berjiwa hidup, yang selalu berpikir ia akan hidup selamanya.

Singkatnya, aku mual sekali sewaktu mengendus Benetton Energy for Men. Aku hampir pingsan dan harus minum secangkir besar teh panas dan bahkan hingga nekat menyelipkan biji kopi di salah satu lubang hidung aku! Kacau bgds ga, siy. Aku bergidik bila memikirkan berada di dekat orang yang memakai parfum ini. Duh, mengapa Benetton jadi begini. Biasanya parfum mereka cantik, lho, dengan harga yang terjangkau lagi. Ah, tapi ya sudahlah, parfum kan sangat personal, siapa yang tahu ternyata ada yang cocok memakai parfum ini.

-------------------------------------------------- -------------
Tanggal Pembuatan: 2008
Gambar: diambil dari Benetton.com

Versi Wanita:
Top Notes: jeruk, kismis merah, putih persik
Heart Notes: nilam, rose, lily of the valley, peoni
Base Notes: vanili, cendana, amber

Manusia Versi:
Top Notes: kemangi, nanas, adas manis, lemon
Heart Notes: ketumbar, lavender, Tonka bean, lada hitam
Base Catatan: cedarwood, nilam, vanili

Friday, February 27, 2009

Perfume Review: Acqua di Gio for Women by Giorgio Armani

Acqua di Gio diluncurkan sebagai pelengkap dari Acqua di Gio for Men yang lebih dulu diluncurkan dan menuang kesuksesan besar hingga sekarang. Sebaliknya, parfum untuk wanita ini biasa saja dengan wangi melati dan sweet pea yang mengingatkan saya pada bedak murahan yang pernah saya beli di Ramayana.

Sebenarnya, semprotan pertama sangat indah. Terhirup manisnya persik, kecutnya lemon serta tajamnya nanas. Menurut Osmoz.com, Armani memasukkan anggur muscat dari kepulauan Pantalleria. Juga ada wangi melon kuning dan semangka (red: wangi semangka ini jelas sintetis karena sulit sekali mendapatkan esens semangka alami). Aroma tengah menampilkan wangi melati berpadu bunga sweet pea yang kuat dan agak mengerikan. Serius, mengerikan, karena saya pernah mencium wangi pengharum ruangan yang hampir mirip seperti ini dan hidung saya langsung sakit saat itu. Apalagi sekarang saat saya mencoba Acqua di Gio, manalagi pas sedang menyetir di bawah sinar matahari Jakarta yang ganas. Saya hampir pingsan! Kepala sakit, perut mual. Tersiksa rasanya. Saya harap, suatu saat dapat terbiasa. Nah, aroma bawahnya ini yang cantik: campuran dari kesturi dan damar yang mampu menjinakkan wangi melati-sweet pea tadi.

Bagaimana pun, saya mengacungkan jempol untuk parfum ini. Tahan lama dan terbuat dari bahan berkualitas, sintetik atau alami saya tidak terlalu peduli. Terutama karena ada damar di situ. Tahu kan, bahwa pulau Sumatra adalah salah satu penghasil damar terbaik?

----------------------------------------------------------------------
Top Note: Violet, Peach, Pineapple, Lemon, watermelon, cantaloupe
Heart Note: Jasmine, Hyacinth, Lily of the Valley, Ylang-Ylang
Base Note: Musk, Sandal, Styrax, Amber

Wednesday, February 25, 2009

Perfume Review: Miss Dior Cherie by Christian Dior

Siapa bilang bos perempuan itu jutek? Boss saya mantan model, kalem, berkelas, dan kaya. Yang terakhir itu tentu saja sangat mempengaruhi selera dan penampilan beliau. Suatu hari, dia membawa sebotol J'adore dan memberikan sampel Miss Dior Cherie. Saya coba segera! Setetes di pergelangan tangan mendadak memberikan kesan berkelas, tepat seperti beliau.

Aroma atas dari parfum ini adalah campuran dari jeruk tangerine, daun stroberi dan kelopak bunga violet. Hasilnya sangat indah, kehijauan yang bening. Aroma tengah bersifat manis seperti gula walaupun saya tidak berhasil mendeteksi wangi melati. Tetapi, itu semua tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan wangi bawahnya yang indah, campuran dari nilam dan kristal kesturi.

Perasaan saya setelah menggunakan parfum ini, saya siap pergi ke suatu makan malam dalam acara pergelaran lukisan dengan Jimmy Choo di kaki sambil menyandang salah satu Balenciaga yang sederhana di bahu. Malam berlangsung panjang apalagi dengan segelas sampanye di tangan. Ah, indahnya.

Top Note: Green Tangerine, Strawberry Leaves, Violet
Heart Note: Pink Jasmine, Wild Strawberry, Pop Corn
Base Note: Patchouli, Crystalline Musk
Year of Launching: 2005

Monday, February 23, 2009

Perfume Review: Nina by Nina Ricci

Bentuk botol yang sungguh menggoda! Entah kenapa, saya selalu tergila-gila dengan botol berbentuk apel walaupun sedikit merepotkan saat membawanya di tas. Nah, botol Nina dari Nina Ricci ini salah satunya: bikin repot tapi menggemaskan. Desain botol ini sendiri merupakan interpretasi ulang dari botol lawas Fille d'Eve besutan tahun 1952.

Nina adalah parfum bernuansa muda, lezat, manis sekali seperti toffee sehingga saya hampir saja melahapnya. Jangan salah, Nina juga segar dan – apa ya, sulit juga melukiskannya – menggiurkan. Aroma atas Nina sangat renyah dan tepat melukiskan pengalaman kita saat memotong lemon dan jeruk nipis. Kesegaran ini segera bercampur dengan aroma tengah yang terdiri dari apel, peony, dan praline. Ah, saya cinta! Rasanya seperti makan biskuit beroleskan krim lemon. Garing nan enak. Apalagi ditambah susu coklat panas. Sayangnya, wangi kayu dalam komposisi aroma bawah Nina tidak pernah keluar. Atau, mungkin juga hidung saya mengunci hanya aroma atas dan tengah yang memabukkan itu.

Satu hal yang saya rasa, kekuatan parfum ini luar biasa. Jadi satu atau dua tetes saja rasanya sudah cukup. Masalahnya, saat saya pertama kali memakai, matahari bersinar sangat panas, udara terik dan berat karena tidak ada angin mengalir. Segera kakak perempuan saya menjauh dan mengeluh,”Aduh, wangi kamu membuat kepala saya pusing. Kental sekali. Awas, jangan berani dekat saya!” Salah saya juga sih. Pelembab tubuh beraroma Nina juga saya pakai padahal itu saja sudah wangi sekali. Kalau ditambah setetes parfum, jadinya: mematikan.

Untunglah, saya hanya memiliki botol mini dari parfum ini. Itupun didapat dari suatu acara bersama majalah Female. Ceritanya, Nina Ricci berniat meluncurkan parfum ini dan mengundang pembaca setia Female untuk menghadiri pembukaan konter di Department Store Sogo. Setelah memberikan kupon kepada deretan pramuniaga cantik, parfum tersebut diluncurkan. Bukan, bukan dengan acara yang keren melainkan hanya dengan sekedar membacakan kelebihan dari parfum ini. Itu pun dengan suara yang sayup-sayup sampai. Keruan saja, 50 orang hadirin agak malas mendengarnya. Setelah mendapat goodie bag, hadirin pun langsung pulang.
---------------------------------------------------------------

Top Note: Calabrian Lemon, Caipirinha Lime
Heart Note: Love Apple, Peony, Fleur de Lune, Praline
Base Note: Apple Tree, White Cedar, Musk

Sunday, February 22, 2009

Perfume Review: Anais Anais by Cacharel

Anais Nin, seorang penulis aliran feminis, pernah berkata,”Berdasarkan insting, saya hanya memilih pria yang setara dengan saya, yang menuntut banyak hal dari saya, yang tidak meragukan semangat dan ketangguhan saya, yang yakin bahwa saya tidak naif atau polos. Intinya, seorang pria yang memperlakukan saya seperti wanita sejati.”

Seorang teman kuliah saya tergila-gila dengan penyegar tubuh Lily of the Valley dari Marks and Spencer. Terinsipirasi oleh kegilaannya itu, saya pergi ke mal mencari penyegar tubuh tersebut. Lho, malah tertarik dengan yang lain, yaitu Anais Anais dari Cacharel. Bentuk botolnya sederhana dan saya akui, agak ketinggalan zaman.

Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menyemprotkannya di paper strip lalu menghirupnya. Aduh! Hidung saya langsung sakit dihantam wangi kesturi sintetis yang kuat. Bingung juga saya karena wangi kesturi tidak tercantum di daftar aroma pencampur parfum ini. Setelah agak lama, terhirup wangi kayu yang manis namun lembut. Seketika saya teringat pada ibu saya. Baiklah, bukan kesan yang saya inginkan kalau begitu. Saya tidak jadi membelinya.

Top Notes: bergamot, galbanum, hyacinth, honeysuckle
Middle Notes: lily, lily of the valley, rose, ylang-ylang, gardenia
Base Notes: cedarwood, sandalwood, amber, oakmoss
Year of Launching: 1978

Saturday, February 21, 2009

Perfume Review: True Rose by Woods of Windsor

Sekuntum mawar mekar adalah pemandangan indah bagi saya. Wanginya juga selalu sukses membawa kebahagiaan bagi saya. Bahkan, dalam penyembuhan holistik, bau mawar adalah salah satu sumber ketenangan dan biasanya digunakan dalam terapi aroma.

Hal inilah yang saya harapkan dari wewangian True Rose. Akhirnya memang jadi kenyataan. Wewangian ini hanya terasa mawar saja di hidung saya, tidak ada geranium atau freesia. Sayangnya, keharuman ini tidak tahan lama. Saya mesti menyemprotkan ulang setiap dua atau tiga jam. Akibatnya dapat ditebak, satu botol cepat sekali habis. Ya tidak apa, asalkan tujuan utama untuk mencari ketenangan dapat terlaksana.

Lucunya, bila saya pergi ke Plaza Indonesia, ada satu toko Lovely Lace yang sepertinya bermandikan parfum True Rose, hanya saja sedikit berbalur wangi bedak. Jadi, saat botol saya sudah tiris, tinggal pergi melewati toko ini saja. Rasanya sama seperti membaui wangi kesayangan saya.

Notes: aroma soliter dari mawar, freesia, geranium
Tahun Peluncuran: sekitar 1800-an

Thursday, February 19, 2009

Perfume Review: Virtuessence of Esther by Virtue and Valor

Queen Esther said when she must save her people and went to Great Persian King Ahasuerus, without his summons, which meant death for her, “….And so will I go in unto the king, which is not according to the law: and if I perish, I perish.”

To be frank, I almost cry smelling this perfume oil. Never in my life, I found a scent so beautiful, richly complex, deeply motivating. A fragrance that transform me into another dimension when women are praised high, not only for mere beauty nor sensuality - but for her good attitude, her courage to stand for the poor and her good deed.

Seperti simponi dari suatu orkestra andal, setiap aroma berbunyi selaras. Pertama, kesegaran kenanga merebak dan segera ditingkahi berkas-berkas jeruk yang berteriak di sana sini. Jarang sekali saya menemukan – ataupun suka - kenanga dijadikan wangi awal karena wanginya agak mencolok.
Tidak lama, wangi bubuk kayu manis bangkit mendominasi, diperindah dengan wangi cengkeh. Untuk sesaat, saya tersenyum, ingat kebiasaan saya yang membubuhkan bubuk kayu manis banyak-banyak di setiap cangkir kopi panas Starbucks.

Mengalun perlahan, lembutnya melati menyelimuti saya seperti awan memabukkan, seperti kabut mengelilingi puncak gunung. Segar, menenangkan, dan membangkitkan keanggunan perempuan sejati dari dalam diri. Talk about a lady’s inner beauty; I felt like a princess running in my English garden, wearing my stunning ball gown, full of spirit of life.
Di tengah menikmati keharuman melati, wangi kemenyan/dupa naik, bercampur dengan wangi cendana. Rasanya seperti dilempar ke suatu sore yang cerah, di gereja mungil dekat kos saya dulu. Kami terpaksa ikut Misa Paskah terakhir, dalam bahasa latin. Walau tidak mengerti apa pun, dan terpaksa lirik kanan kiri untuk melihat kapankah waktu berdiri/duduk/berlutut, misa terasa spesial dan khidmat. Wangi dupa saat imam memberkati pengunjung yang jumlahnya dapat dihitung jari, membekas di ingatan saya.

Secara keseluruhan, parfum ini sangat kompleks. Berjam-jam setelah semprotan pertama, setelah wangi tersebut bereaksi dengan susunan kimia tubuh, muncul wangi yang berbeda di setiap bagian tubuh. Yang menguar dari tubuh bagian tengah adalah manisnya amber bercampur dupa. Sedangkan di punggung tangan, wangi melati dan kayu manis masih bertahan, dengan vanilla mengintai diam-diam di belakang. Pergelangan tangan saya malah wanginya tercampur baur. Sinkronisasi terjadi lama setelah itu, ketika wangi musk dan vanilla lembut berpadu seperti kulit kedua.
Parfum ini bukan jenis yang sensual. Sudah 4 orang teman pria saya tanya, komentar mereka macam-macam,”Elegan,” atau,”Hmm, menarik, jadi ingat waktu keliling Eropa,” atau,”Wanginya lembut ya, kayak wangi baby oil-nya anak gue,” hingga,”Eh, kok kamu wangi cinnamon roll, mending kita ngupi-ngupi dulu yuks di Pain de France.” Hiyaaa !!!
Hemat saya, parfum ini lebih tepat digunakan untuk acara keagamaan, acara keluarga, ke kantor/sekolah, walau tetap cukup lembut untuk kegiatan luar ruangan seperti piknik dan outbound. Btw, kalau sedang stress dan ketakutan karena akan menghadapi rapat penting, atau pikiran buntu padahal harus membuat tulisan dan dokumen, berarti parfum ini juga cocok. Entah kenapa, herannya kok ya wanginya membangkitkan semangat dan inspirasi saya hari ini, untuk menjadi perempuan yang lebih kuat, seperti Joan of Arc, seperti Cut Nyak Dien, atau seperti Ratu Esther.

Catatan Montie :
o Ratu Esther yang menginspirasikan parfum ini bukanlah Ratu Esther yang sama dengan yang dilukiskan oleh film “One Night with the King”, terutama saat adegan Ratu Esther menghadap Raja Ahasyweros tanpa diundang. Keberaniannya mungkin sama, tapi pakaian yang digunakan ratu dalam film kok terlalu mengundang ya, dan sangat tidak mencerminkan cerita sebenarnya dalam alkitab.
o Parfum (USD 70) dapat dibeli secara online di Virtue & Valor, Inc, Port Orchard, US, a niche perfumery, www.virtueandvalor.com. Pembayaran menggunakan mekanisme Paypal. Pengiriman sampai dalam waktu seminggu.

Top notes : Lily, Jeruk, Kenanga
Middle notes : Kayu Manis, Jahe, Melati, Cengkeh
Base notes : Vanili, Amber, Musk, Nilam, Kemenyan/Dupa, Kayu Cendana
Image : diambil dari www.virtueandvalor.com

Wednesday, February 18, 2009

Perfume Review: Vetiver Hombre by Adolfo Dominguez

"Are you tired, Mom?" I asked.
"Nope. Don't worry about whether I am tired. You should be more worried of whether I am smelly," she smiled happily and wiped her back with a fresh Gatsby bronzed-orange wet tissue.

Kami sedang berada di kereta api kelas ekonomi jurusan Malang-Jakarta, dalam perjalanan pulang berdua sehabis Lebaran. Perjalanan memakan waktu 24 jam karena ada kereta yang mogok dan menghambat jadwal yang lain. Orang penuh berjubel hingga ke toilet, belum lagi penjual nasi rames dan dompet kulit bercorak batik yang keukeuh, walau kita sudah bilang ga mau (dan ga bakal!) beli. Bermacam-ragam bau (keringat, bedak bayi, kopi basi, debu) menguar di udara. Saya misuh-misuh atas ide Mama yang keukeuh menghemat uang dan naik kereta ekonomi begini (kalau tidak salah, harga tiketnya masih Rp 11,000). Katanya, untuk tabungan uang kuliah saya. Sempat saya melirik kondisi Mama yang awut-awutan (tapi tetap cengar-cengir), beda sekali dengan keseharian beliau yang selalu rapi dan bisa mandi 5 kali sehari. Lalu, beliau sibuk melap tengkuk dan punggung saya dengan tisu Gatsby. Kaki kami bengkak dan sakit, tapi perasaan kami senang.

Saat vial Vetiver Hombre sampai, isinya tinggal setengah. Saya skeptis. Ternyata, semprotan pertama - campuran kesegaran lavender dan kecutnya rasa jeruk nipis dari neroli/bergamot - langsung mengingatkan saya pada Mama dan tisu Gatsby-nya. Indah, seindah kasih Mama saya. Wangi itu terus bertahan, mengalahkan wangi tengah (cengkeh dan pala) yang seharusnya muncul. Syukurlah. Saya sedang tidak mood menghidu cengkeh.

Lama sekali, wangi Gatsby ini melapisi tubuh saya. Perlahan, wangi akar-wangi muncul berpadu sedikit kayu. Wanginya segar menenangkan persis seperti wangi tanah. Bukan wangi tanah kering melainkan wangi tanah yang meruap naik saat tetesan air hujan pertama membasahi tanah. Ah, wewangian yang indah. Segalanya tepat sesuai dengan keinginan saya.

Marisa from Mybutik.com, thanks for sharing me your half-used vial of this rare scent. It really means a lot.

Top Notes : minyak lavender, neroli, bergamot
Middle Notes : cengkeh, pala
Base Notes : aroma kayu, kesturi, vetiver (akar-wangi)
Picture : taken from ebay seller onsalesshoes
Date of Creation : 1998

- malam ini, Montie sudah menghabiskan 1/4 vial. entah kenapa, terlepas dari wanginya yang kecut dan tajam, Montie malah merasa rileks dan mengantuk. apa karena pengaruh lavender ya, atau karena pengaruh vetiver yang seperti wangi tikar? xixixixi-

Monday, February 16, 2009

Perfume Review: White Musk by Alyssa Ashley

Tadinya malas coba-coba ini, soalnya sudah banyak tiruannya. Kan ga lucu kalo pakai yang harganya ratusan ribu tapi disangka pakai yang seharga 4,000 :-) Eh, ndilalah ternyata Apotik Century juga jual parfum (model lama) sekarang. Sebegitu turun-kah 'kelas' parfum ini sehingga dikategorikan sebagai barang 'drug-store'? Memang, wangi White Musk sederhana sekali, minimal kesan itu yang muncul begitu tetesan pertama menyentuh kulit tangan saya. Hanya terdiri dari powdery-aldehydes di atas dan campuran aroma melati-mawar-violet yang secara keseluruhan membentuk wangi musk yang seksi, segar, rasanya sepanjang hari memakai bedak bayi. Tapi ya itu, biasa (karena sudah banyak tiruannya). Jadi, saya tidak jadi beli deh :-)

PS: saya benci wangi powdery-aldehydes. Di Original Musk (Alyssa Ashley juga), wangi aldehydes ini adalah salah satu komponen aroma-nya. Di White Musk, lha kok ada juga, walaupun Alyssa Ashley tidak memasukkannya dalam daftar. Efek dari powdery-aldehydes buat saya adalah: pusing dan mual, seperti disiksa menghirup alkohol cair beraroma segentong bubuk bedak bayi dan harus habis.

Oleh karena itu, saat pertama kali menghirup White Musk, saya benar-benar mual. Habis menghirupnya semangat bgds dan baru beberapa detik kemudian sadar kalau ada wangi aldehydes disitu. Huh,bilang-bilang donk!

Karena Chanel No 5 juga punya wangi aldehydes yang berlebihan bgds, sampai sekarang saya masih bingung menghabiskan botol besar di lemari saya. Menyentuh saja ga berani (malah botolnya saya bungkus pakai koran, dilapisi kain, dimasukkan kotak lagi terus ditaruh jauh di pojokan, di depannya saya kasih pakaian).


Top Notes : Bergamot, Kenanga, Piment-Baies
Middle Notes : Melati, Lily of the Valley, Mawar, Violet
Base Notes : Nilam, Amber, Vanili, Rumput Ilalang
Date of Creation : 2000 , image taken from AlyssaAshley.com