Monday, December 29, 2008

Perfume Review: Midsummer by Oriflame


Sebenarnya, ini wewangian signature dari Oriflame. Tapi kok menurut saya biasa saja ya. Biasa bangeds malah iya. Opening-nya beraroma jeruk (sepertinya ada sedikit campuran buah beri). Wangi tengahnya bunga dan diakhiri aroma kayu. Seperti aroma Oriflame yang lain, terdapat wangi musk yang lembut.

Saya rasa, parfum ini cocok dipakai sehari-hari di rumah sehabis mandi. Atau, jika ingin pergi ke tempat-tempat yang membutuhkan aroma yang sederhana dan tidak intrusif. Lain dari itu, well, saya mesti membawa botolnya kemana-mana agar bisa touch-up sesering saya suka.

Top Notes : campuran jeruk
Middle Notes : bebungaan manis
Base Notes : musk, cendana

Date of Creation : yang pasti ‘dah lama bangeds – Fruity Floral

Friday, December 26, 2008

Perfume Review: Belong by Celine Dion

“Hore, parfumnya datang! Terima kasih, Female Magazine atas hadiahnya,” sorak-sorak hati saya bergembira; berharap banyak semoga wanginya mengagumkan dan berbeda. Ternyata, lagi-lagi harapan saya salah. Bahkan, dari aroma awalnya pun, saya sudah tidak suka, lagi-lagi ‘red berry’. Haduh, saya selalu ‘ciong’ nih kalau bertemu wangi ini. Manalagi, ditambah dengan asamnya bergamot :-( Nasib!
Agak lama, muncul wangi ‘cotton flower’ yang manis dan hangat. Terus terang, hmmm, memangnya cotton flower ada wanginya, ya? Menurut saya, ini lebih ke arah wangi musk yang sangat lembut, bercampur wangi kayu. Dan, wangi berry itu masih saja bertahan hingga wangi kayunya muncul. Desain botol berbentuk segi lima yang ‘handy’. Terkena angin AC, wanginya hilang. Sebaliknya, di udara panas, saat tubuh menghangat, wangi musky-wood-nya ‘keluar’.

Fresh, warm, but rather bland, truly boring. Another Oriflame perfume kind of stuff.
Jika Celine Dion menciptakan wewangian ini untuk wanita pecinta hidup, menikmati setiap detik dengan kegembiraan dan intensitas tak terkalahkan, hey, saya rasa M’selle Dion salah. Parfum ini terlalu pemalu, terlalu ‘subtle’.

Kakak saya senang sekali. Menurutnya, parfum ini sesuai dengan udara panas, karena keharuman buahnya meningkatkan mood sedangkan wangi musky wood-nya sangat lembut dan tidak intrusif mengganggu orang sekitar. Terlebih lagi, wanginya menenangkan (kalau ini, somehow, benar juga siy).

Well, looks like my sis loves it! Thus, this Belong belongs to her...

Top Notes : Berry merah, Bergamot, Nenas
Middle Notes : Peony putih, bunga Cotton
Base Notes : Kayu Hinoki
Date of Creation : 2005 – Floral Oriental
Image : taken from www.osmoz.com

Wednesday, December 24, 2008

Perfume Review; S8 for Men by Oriflame

Kakak perempuan saya pulang dengan wajah sumringah,”Mon, aku bawa 2 botol Oriflame, diskon lho. Satu untuk cewek, satu untuk cowok.” Yang untuk pria bernama S8. Sayang, botolnya biasa saja, membosankan dan tak membangkitkan inspirasi (tapi apa pernah siy botol parfum cowok berbentuk fancy). Berlainan sekali dengan aroma yang menguar dari semprotan pertama. Sangat segar, dengan kombinasi jeruk yang manis asam dan creamy ! Terus terang, kaget juga. Ga nyangka, parfum murah begini bisa meracik aroma awal yang elegan.

S8 Eau de ToiletteWah, tapi 2 menit kemudian, keluar aroma tengah yang biasa bangeds, sampai sempat berpikir bahwa lebih baik membeli Gatsby rasa Black Forest (atau Dark Forest? Lupa deh). Toh wanginya sama saja. Bukan berarti S8 kurang enak, malah sebaliknya wanginya menenangkan, ngggg persis wangi Bokap dulu waktu masih muda dan aku masih kecil imut, xixixixixi...

Berjam-jam kemudian, untungnya keluar lagi wangi dasar yang maskulin tapi hangat dan (anehnya!) mengundang saya untuk bobo siang tiba-tiba (loh? haduh, gemana seh menerangkannya, tapi kayak geto deh): campuran musk dan cendana. Ini wangi yang fatal buat saya, secara keduanya saya cinta! Menurut saya, pangeran tampan berbaju zirah mengkilat, pasti pakai parfum beraroma cendana dan musk. Juga, para banker lajang di kantor saya, yang sepulang kerja menyempatkan diri pergi ke kantor untuk berolah raga di fitness center.

Well, saya perhatikan, memang Oriflame lebih jago meracik wewangian untuk pria (daripada untuk perempuan) dengan pemakai parfum tersebut tetap... perempuan, donk Eh terus terang, saya belum pernah siy menghirup dan memperhatikan apakah para pria di dekat saya memakai S8. Kalaupun ya, kan ga mungkin saya bertanya,”Mas, ngggg, Mas pakai Oriflame, kan? Yang S8, ya? Mau coba yang lain ga, Mas, saya direct agent, niy. Kalo beli dari saya, dapet diskon gede loh.” Wait a second, atau mungkin bisa juga ya?


Top Notes : grapefruit, jeruk keprok, kapulaga
Middle Notes : merica hitam, bunga violet
Base Notes : cendana, musk, nilam, biji tonka
Date of Creation : 2007 – Oriental Fougere

Sunday, December 21, 2008

Perfume Review: Genviève by Michael Storer

Dua tetes Genvieve saya oleskan di kedua urat nadi. Tertarik dengan wanginya yang kompleks – campuran dari mawar yang halus dan bening serta yang seperti wangi bedak – akhirnya saya memutuskan mengoleskan lebih banyak. Selanjutnya, terjadi bencana! Tangan saya gemetaran dan vial mungil itu lepas. Sebagian isinya tumpah di tubuh di sebelah kanan. Bukannya mandi atau membasuh tubuh, saya mengambil jalan pintas yaitu menumpahkan sisanya di tubuh sebelah kiri.

Akhirnya, pada saat tengah hari, tubuh saya berbau aneh. Di sebelah kiri, wangi mawar berubah cepat menjadi wangi dupa cendana yang berat, yang biasa digunakan di kuil untuk berdoa. Di tubuh sebelah kanan, wangi mawar didampingi aroma kehijauan – sayangnya saya lupa dari asalnya dari bunga apa. Di sini, wangi dupa cendana samar saja. Malahan muncul wangi musk yang seksi sekali.

Akhirnya, setelah mengalami hari yang panjang dan dalam kebingungan akan wangi aneh tersebut, hidung saya menyerah. Kita berdua mandi lulur kopi. Duh, hidung saya akhirnya bebas dari siksaan, lega sekali.

Iseng, saya lihat masih ada sisa 1-2 tetes di vial tersebut. Ah, coba lagi, ah. Pertama, saya memakai pelembab tubuh beraroma mawar di tangan sebelah kanan serta yang beraroma melati di tangan sebelah kiri. Lalu, masing-masing tangan saya oleskan 1 tetes. Hasilnya sangat berbeda, saya sampai kaget sendiri. Jika di pengalaman menggunakan Genvieve pertama kali, hidung saya sampai stres. Di pengalaman kedua ini, Genvieve membingkai wangi lotion tersebut dengan wangi kayu dan rempah yang indah. Baru di saat itulah, saya mengerti bagaimana cara menggunakan Genvieve bagi udara tropis seperti Indonesia. Sayang, vialnya sudah kosong.

Genvieve dapat dibeli langsung dari pembuatnya Mr Michael Storer di www.michaelstorer.com dengan harga USD 82 untuk botol 59 ml dalam konsentrat EDP. Jangan takut, walau tokonya jauh di US, parfumnya sampai dengan selamat kok.

Wednesday, December 17, 2008

Perfume Review: Ypsos by Jeanne Arthes

Ypsos berasal dari mitos Yunani tentang permata bertuah. Legenda tersebut mengatakan bahwa Calice, anak keeman Raja Eole, jatuh cinta kepada seorang pelaut. Ketika sang pelaut menyadari bahwa dia akan selamanya menjadi tawanan di Kerajaan Eole, dia memohon Calice membantunya bebas. Penuh rasa cinta, Calice menjawab dengan memberikan permata Ypsos. Sang pelaut pun bebas dengan selamat.

Terlepas dari legenda itu, sang parfum Ypsos sungguh permata. Memang, parfum ini bukan parfum dengan komposisi bahan yang luar biasa. Bukan juga parfum mahal yang menggunakan bahan-bahan alami yang sudah langka. Ini cuma parfum untuk konsumsi umum, harganya sangat terjangkau, tetapi wanginya sangat indah.

Diluncurkan tahun 2004, ketika mawar mendadak populer di kancah minyak wangi, Ypsos dibangun di atas fondasi Mawar, Kesturi, Kayu. Semprotan pertama menguarkan wangi rose-centifolia bercampur kesturi sintetis dan wangi kayu, yang membuat saya seketika teringat pada parfum lain Stella McCartney dari Stella McCartney atau Very Irresistible dari Givenchy. Hanya, dalam Ypsos wangi mawar tersebut bercampur dengan kesturi dan kayu yang membuat parfum ini lebih sederhana dan sesuai dengan target pasar yang dituju.

Dengan harga sekitar Rp 100-ribuan, Ypsos benar-benar seperti menemukan permata, murah tapi tak murahan. Wanginya yang tidak mencolok dan lebih dekat ke kulit, membuat orang harus benar-benar dekat dengan si pemakai agar dapat menghirup keindahan Ypsos.

Terima kasih kepada RumahParfum.com yang telah memberikan contoh produk Ypsos kepada saya sehingga keindahan ini terpapar depan mata (atau hidung, tepatnya). Mungkin Ypsos dapat juga dibeli disitu.

Notes : Mawar, Kesturi, Kayu
Tahun peluncuran: 2004
Gambar diambil dari: www.dermal-group.com/posters_eng

Sunday, December 14, 2008

Perfume Review: White Musk Blush by The Body Shop


Mengikuti kesuksesan White Musk, akhirnya The Body Shop mengeluarkan varian baru yang diharapkan sesuai dengan tren 2008 yaitu dari kategori Fruity Floral, dengan harapan bahwa wangi ‘ringan’ parfum ini akan sesuai dengan musim panas yang akan datang. Sebagai edisi terbatas, The Body Shop bahkan menerapkan sistem inden bagi para pembeli (di Centro-Plaza Semanggi, di pertengahan Januari 2008 lalu). Sayang, harapan pribadi saya bahwa edisi terbatas ini dapat menyamai ‘saudara tua-nya’, sirna.

Aroma pertama yang tercium memang wangi buah, tapi kurang kompleks, dan agak pasaran. Setelah dipikir-pikir, ih ada aroma yang mirip wangi awal Oriflame Divine Sensual. Asal muasal dari wangi buah yang tidak mouthwatering sama sekali ini, mungkin karena The Body Shop menggunakan ‘drenched fruits’ dalam top notes-nya.

Bahkan, wangi dasar White Musk Blush sangat pasaran, yaitu campuran vanilla dan musk. Tadinya saya mengharapkan vanilla hanya samar-samar di belakang, biarkan saja aroma white musk yang legendaris itu mendominasi seluruh struktur parfum ini. Tapi kebalikannya yang terjadi! Malah kalau diingat, lho kok mirip dengan Kenzo Amour ya wangi dasarnya? Apakah pembuat parfum-nya janjian?

Terlepas dari itu semua, terus terang parfum ini mengecewakan dan tidak pantas menyandang nama besar Original White Musk. Seharusnya, malah dinamai yang lain, secara jelas-jelas menodai legenda Original White Musk Terbujuk inden, dengan harapan besar bahwa yang keluar adalah wangi musk yang mewah dan lembut bagai kulit kedua, ndilalah saya malah dapat wangi vanila lagi, vanila lagi. Huh!

-cemberut

PS: bukan berarti wangi-nya ga enak siy, tapi membosankan. Sementara Original White Musk mampu menyetir reaksi orang sedemikian rupa, dari benci hingga nepsong, White Musk Blush hanya akan tinggal sebagai parfum yang..yah...”yang penting wangi deh”. Untunglah, edisi terbatas.

Top Notes : bergamot, apel, cinnamon bark (ini apa siy, ga tau artinya), jeruk
mandarin, drenched fruit,
Middle Notes : mawar liar, freesia, persik, white violet, lily
Base Notes : musk, cendana, amber, vanila
Date of Creation : 2008

image : from bodyshop site & fragrantica.com

Monday, December 08, 2008

Perfume Review: Divine Sensual by Oriflame


Sebagai wewangian baru dari Oriflame, kenyataannya sulit bagi saya untuk menerima wangi awal parfum Divine Sensual ini. Wangi buah beri, yang secara otomatis mengingatkan saya akan sirup obat batuk yang dibotolkan menjadi wewangian. Habisnya, ada sedikit wangi obat disitu.

Setelah top notes yang kurang sesuai di kulit, keluar wangi bunga yang sangat Oriflame (familiar dan sangat menyenangkan). Sepertinya ini signature notes dari parfum Oriflame lain, seperti Volare misalnya. Persis sama. Untunglah, wangi dasar parfum ini adalah vanilla, salah satu wangi favorit saya. Lebih untung lagi, wangi vanilla ini tahan lama. Duh, senangnya, saya harum seperti kue bolu buatan Mama.

Saran saya, parfum ini adalah jenis parfum yang love or hate perfume. Jadi sebaiknya dicoba dulu atau kalau ingin play safe, belillah Divine orisinal. 

PS: parfum ini salah satu parfum yang paling laris di Oriflame. 

Top Notes : buah-buahan beri
Middle Notes : violet, melati, mawar, freesia
Base Notes : vanilla, amber, cendana (dengan sedikit campuran beri dan plum)

Date of Creation : 2008 – Floral Oriental

Friday, December 05, 2008

Perfume Review: Cotton Club by Jeanne Arthes

Iseng, blanja di Sarinah. Lho, lagi ada sale, termasuk paket hadiah Cotton Club ini, terdiri dari parfum 100 ml dan pelembab tubuh 200 ml, dengan harga Rp 150,000. Coba semprot dua kali, eh wangi juga ya. Campuran wangi bedak yang perlahan berubah menjadi wangi white musk lembut bercampur vanili. 100% saya jadi ingat wangi bedak buatan Indonesia, mereknya Alyssa Ashley White Musk, harganya sekitar Rp 4,000 klo ga salah. Sumprit, buatan Indonesia asli (merek ini sekarang jadi sengketa dengan si pemegang merek luar negeri karena pemegang merek luar negeri dianggap melanggar UU paten, ato apa geto).

Salah satu wangi favorit saya dan cukup menenangkan untuk sehari-hari. Sayang, hanya tahan 1 jam.

Pencarian saya akan wangi white musk yang tahan lama, bersih, segar tetapi tidak menggoda masih terus berlanjut...

Aroma : rosewood, musky vanilla
Image : from www.sirindia.com

Thursday, December 04, 2008

Perfume Review: lulu © by Lulu Castagnette

Coba lihat, deh, botol parfum ini: ungu, imut, menggoda...

Aku lihat di Sarinah dan dengan genit minta si penjual-nya menyemprotkan. Mulanya, tercium wangi buah yang imut, yang ternyata baru disadari kalau itu hanya campuran cherry dan citrus. Atau, jangan-jangan cuma obat batuk yang dikasih alkohol, ya. Hmm...

Setelahnya, wangi bunga keluar. Biasaaaa bgds, melati yang lembut hingga hampir tak terdeteksi. Juga, ada mawar yang malu-malu.

Habis itu, base notes-nya adalah....ga ada apa-apa. Wow. Dan, iklan-nya kok berani-berani-nya bilang bahwa parfum ini adalah spirit of Paris!

Tapi botolnya imut...

-----------------------------------------------------------------------------------
Top Notes : juicy cherry, zesty yuzu, bergamot
Middle Notes : jasmine, wild rose, nashi, pineapple
Base Notes : sandalwood, Lebanese cedarwood, white musks
Date of Creation : 2007
Image was courtesy of www.faces.com.my

Wednesday, December 03, 2008

Perfume Review: Miss Lomani by Lomani Paris

Jujur, sulit sekali membuat review atas Miss Lomani. Saya sudah berkutat dengan pena selama setengah jam sebelum akhirnya menyerah. Saat si penjual menyemprotkan beberapa tetes parfum ini di pergelangan tangan saya, yang terhirup rasanya seperti..air seni kucing. Akhirnya saya segera lari ke toilet dan mecuci tangan bersih. Tetapi, bau aneh itu bertahan.

Saya tidak tahu apa yang salah. Apakah karena harganya yang murah sehingga yang menguar jadi wangi aneh tersebut ataukah karena susunan kimia kulit saya yang memutuskan tidak menerima parfum ini. Lucunya, saat saya memilih-milih di konter tersebut, seorang perempuan datang dan membeli sekaligus 2 botol. Dia berkata,”Ini salah satu parfum terbaik dengan wangi bunga yang bening. Coba hirup, terasa sekali wangi melati di dalamnya, tidak?”

Maaf, sama sekali tidak.

Tuesday, December 02, 2008

Perfume Review: Chevignon Classic for Men by Chevignon

Seorang teman memberikan sampel Chevignon Classic kepada saya. Wow, bahkan tanpa membuka tutup vial itu pun, wanginya sudah merembes keluar. Tanpa dapat berkata apa-apa, saya mengucapkan terima kasih, tersenyum lemah dan...kabur!

Dua puluh tahun lalu, parfum ini pasti keren dan mungkin menguarkan kesegaran aroma bunga dan kayu.

Tapi sekarang? Ga bangeds deh. Baunya langsung memberikan impresi seorang mas-mas yang jorok, rambut berminyak, belum mandi tiga hari, dan langsung menyemprotkan parfum ini di tubuhnya.

Teman saya itu berkeras membela parfum andalannya dan berkata,”Inilah wangi koboy sejati!” Ya, terserah lah. Asal koboy itu jangan berani dekat saya saja.

(gambar diambil dari www.escentual.co.uk)

Monday, December 01, 2008

Perfume Review: White Musk Intrigue by The Body Shop

Cinta pertama saya akan The Body Shop adalah original White Musk. Oleh karena itu, saat salah satu varian-nya datang, saya agak malas mencobanya. Paling seperti White Musk Blush yang rasanya kok kurang 'greng' ya. Eh, tapi ternyata kali ini berbeda.

White Musk Intrigue adalah edisi terbatas yang ceritanya hanya beredar hingga 5 Oktober 2008. Jadi, pergilah saya ke konter The Body Shop terdekat dan menemukan promosi buy 2 get 3. Lumayan juga (walao ga beli siy, xixixixi)

Berlawanan dengan harganya yang jatuhnya jadi agak murah (setelah diskon tentunya), wanginya sama sekali tak murahan. Wangi kayu manis berpadu musk, kayu-kayuan, dengan sedikit sentuhan buah. Yah, bukan parfum yang kompleks dengan hirarki 'notes' yang bertingkat, tetapi wangi-nya begitu-begitu saja di kulit saya.

Sayangnya, setelah 2 jam, wangi yang menggoda ini perlahan-lahan menghilang. Tidak apa-apa, toh saya tidak mau berpisah dari parfum ini. Dia pasti jadi penghuni tetap tas saya.

--------------------------------------------------------
Top Notes :cinnamon, pepper, blackcurrant
Middle Notes : musk, rose, heliotrope
Base Notes : amber, patchouli, woodsy-notes
Date of Creation : 2008
Image taken from ; TheBodyShop.com