Saturday, June 13, 2015

Body Cream Review: Tiga tube dari Bodycology

Hi All,
Lama sekali aku tidak menulis blog :-). Sorry frens, ternyata marriage life itu lebih rempong daripada waktu pacaran dulu --> ya eya lha, kemana ajah.. 

Pada saat membeli bawang merah di supermarket Hero (khas emak-emak siy, belanjaannya ga jauh dari cabai bawang tomat), terlihat 1 rak yang khusus menjual body cream dari Bodycology. Tadinya siy ga mau beli secara dulu pernah punya dan pernah review juga yang wanginya brown sugar vanilla, cucumber melon, sweet petals dan vanilla amber musk

Namun karena aku perempuan berhati lemah :-), beli cabai dan bawang cuma beberapa ribu rupiah, malah beli body cream banyak bgds (sigh!). Sebagai justification kepada Hubby, aku cerita kalau barangnya sedang diskon 50% dan bisa untuk stok beberapa bulan ke depan, hihihihi... Harga per buah sekitar Rp 52.000.

Bodycology adalah merek dan buatan USA yang mengandalkan konsep back to nature
 Varian yang aku beli adalah: 
  • Blackberry Vanilla: tektur krim yang cepat meresap dengan expiry date Januari 2016. Wanginya seperti permen sugus rasa anggur (atau rasa blackcurrant kali yak) yang suku aku makan waktu masih kecil duluuuuu... Dari ketiga varian tersebut, ini yang paling aku suka dan wanginya pun awet seharian (kalau di dalam ruangan loh, kalau dipakai di luar ruangan apalagi sambil ngejar Kopaja, ga jamin masih seharian siy awetnya :-)). 
  • Wild Poppy: tekstur krim yang cair. Tube-nya aku buka dalam posisi berdiri, wah langsung mengalir tumpah. Dan kalau tube dikocok, kok bunyi seperti mengocok air padahal kedua temannya tidak bunyi sama sekali. Oh well, maybe I got one of the bad batches.. Pada botolnya tertulis sebagai campuran wangi melati dan mawar di padang bunga saat musim semi. Namun, aku ga mengerti wangi padang bunga saat musim semi itu seperti apa karena di dekat rumah aku engga ada padang bunga :'-(. Musimnya juga hanya ada musim kemarau kering dan musim hujan banjir :-). Hmm, jadi penasaran wanginya dan ternyata...tadaaa.. wanginya malah segar seperti parfum Clinique Happy Heart. Duh, beda amat yak... 

Friday, May 17, 2013

Ulasan Parfum: Flower by Kenzo

Bedak, musk, violet, vanila, mawar, sedikit sekali wangi rempah: secara singkat, kesemua aroma tersebut berbaur menjadi satu di kulit setelah saya menyemprotkan parfum Flower by Kenzo ini. What a very beautiful perfume. And, with a strange shape of bottle, too!  Serius deh, wanginya itu loh, benar-benar menghantui aku :-). Sudah bertahun-tahun, dan hingga sekarang saya masih terobsesi dengan parfum satu ini. Padahal parfum ini mulai diproduksi di tahun 2000 (wow, so classic). Gambar di sebelah ini adalah iklan Flower yang entah kenapa, pas sekali dengan perasaan saya saat menggunakan parfum ini: mendadak, hidup terasa indah, berwarna dan optimis. Persis seperti melihat macetnya jalan raya dari balik jendela Starbucks: segala sesuatu terasa indah dan lampu mobil macet terlihat seperti jutaan kunang :-). 

Flower by Kenzo adalah parfum yang kompleks. Sebagian pemakai (pemakai parfum loh, bukan pemakai drugs:-)) mungkin merasa parfum ini khusus untuk wanita mapan (PS: definisi mapan disini silakan diartikan sendiri :-)). Namun sebenarnya wangi Flower by Kenzo cukup menarik untuk digunakan perempuan 20-something (dan juga bagi perempuan yang 20-something-at-heart ;-)).. Ga percaya? Coba ajah :-). 

Friday, May 03, 2013

Ulasan: Parfum Cabotine dari Gres

Mau menulis apa nih, serba salah. Kenyataannya: i am not what i am saat menyemprot parfum ini. Botolnya sih saya suka (lebih tepatnya karena melihat tutupnya yg 'unik') namun wanginya... aarggh.. engga bangetzz.. Wangi bunga (melati?), citrus, campur daun plus alkohol yang membuat jadi bersin saking tajam wanginya. Ah, ga cocok lha buat saya.. 

PS: bukan berarti parfum ini tidak saya pakai. Sebaliknya, karena sudah terlanjur dibeli, dibuang saya, terpaksa dipakai juga. Lumayan untuk ke pasar atau pas lagi ngejar bus transjakarta. 

Thursday, April 25, 2013

Ulasan: Parfum Cabotine Rose dari Gres

Pagi ini memutuskan untuk melakukan ulasan tentang parfum Cabotine Rose, salah satu varian dari rumah parfum Gres. Hmm.. sebenarnya ini parfum yang dah lamaaaa sekali diproduksi dan tetap eksis hingga sekarang. 

Botolnya lucu, tutupnya berbentuk seperti mawar berwarna pink. Harganya cukup murah (saat ulasan ini ditulis, saya bisa beli dengan harga Rp 200.000). Dan, banyak dijual di department store atau toko parfum lain di mal. 

Wanginya mawar bercampur buah-buahan, plus wangi alkohol :-). Ini bukan wangi parfum mawar yang berat dan juga tidak ada campuran wangi bedak. Ini wangi mawar yang bening, seperti bunga kecemplung jeruk :-). Light, airy..itu kesan yang saya dapat dari parfum ini. 

Buat kamu yang suka wangi parfum yang tidak intrusive, Cabotine Rose ini bisa dijadikan pilihan. 

Friday, April 19, 2013

Rahasia Lancome Attraction - perfume review

Attraction adalah parfum lama dari Lancome, perusahaan yang menjual kosmetik high-end. Parfum ini tidak seterkenal saudaranya seperti Lancome Miracle atau Tresor. Namun wanginya lumayan cocok untuk udara tropis yang panas dan membuat berkeringat. 

Attraction adalah parfum dengan aroma floral-woody yang memikat. Semprotan pertama terasa ada wangi jeruk yang segar dan langsung diikuti dengan wangi melati dan kenanga. Setelahnya, wangi floral ini diimbuhi dengan wangi kayu dan musk yang lembut serta bertahan lama. 

Attraction memiliki aroma 'kalem': wangi parfum lembut yang cocok untuk saat santai di rumah sambil membaca buku atau untuk bobo-bobo cantik sambil memeluk bantal cinta (halah..). Parfum ini dapat dijadikan salah satu pilihan favorit di antara parfum wanita yang lain.